Friday, March 11, 2011

Terima Kasih

Nulis ini ditemani ama Hujan nya Utopia ama Dear God nya Avenged Sevenfold.

[Call Of Duty]
Masih terbayang rasa gemetar itu, was-was akan kegagalan, tak dapat berucap sepatah katapun. moment penuh kegugupan yang selalu gagal kulewati hingga mengenal seseorang yang ngasih gw materi buat psiko dan wawancara dan belum sempat berterima kasih dengan layak. pengen ngucapin TERIMA KASIH untuk materi dan semangat yang dititipkan untuk saya, mohon maap merepotkan saat ngurus ini itu. sungguh TERIMA KASIH dari lubuk hati paling dalam, memory itu kembali terngiang saat besok gw harus jadi pendamping pewanwancaranya, ingat pas posisi gw seperti mereka belum lama ini.Dari lubuk hati paling dalam TERIMA KASIH, TERIMA KASIH dan TERIMA KASIH, suatu saat nanti jika diberikan Tuhan kesempatan ijinkan aku untuk membalas..

[Undangan]
Another undangan nikahan, berarti gw lewat lagi. Rekan2 satu persatu sudah melewati masa itu, menyempurnakan agamanya. "loe kapan?" yup pertanyaan ribuan orang lewat satu persatu, "trus gw kapan?" tanya dalam hati melewati tempat orang antri untuk bersalam-salaman dengan pasangan yang terlihat bahagia itu walau betis semakin sadis teriiris rasa lelah berdiri dan tersenyum layaknya manekin di emperan toko.akhirnya sudah saatnya berpikir untuk menjadi dewasa bocah..
(NB) buat yang lain:
*lain kali kalo kalian ngundang gw nikahan gak perlu pas akad atau resepsi, undangnya pas malam pertama aja yak.. wakakaka..

[Terima Kasih]
ngomong2 Terima Kasih, pengen ngucapin Terima Kasih untuk mbak cantik yang udah ngasih oleh2, oleh2nya enak semua thanks. Juga untuk Adek cantik yang udah nraktir gw kemarin malam Terima Kasih, kapan yak gw bisa ngebalas? biar Tuhan aja yak yang ngebalas yak hehe... juga buat si kholis Terima Kasih untuk kopi acehnya (rencong gw pake dilupa segala). buat bapak depok yang ngebantu gw bikin koneksi vpnnya juga Terima Kasih. buat semua yang namanya tidak bisa disebutkan satu-persatu Terima Kasih (*berasa kek nerima award wakakaka..)

.........
Sebuah tulisan saat mengenang seorang ibu cantik yang waktu pulang kerja nawarin pisang goreng panas saat hujan dan yang selalu masakin kami makanan enak pas lebaran TERIMA KASIH. MAAF saya gak makan kambing, masih merasa bersalah sama bapak baik hati yang nawarin itu pas lebaran (entah kenapa aku selalu merasa ada hutang yang tak terbayarkan untuk sosok itu) tapi TERIMA KASIH.

[Kholis dan pernikahannya]

i choose to love u in silence,for in silence i found no rejection, no hurt n no anger

Dipacunya sepeda motornya waktu sudah menunjukkan pukul dua, entah karena terlalu asyiknya bekerja dikantor atau karena wanita yang menunggunya dirumah seperti malam-malam sebelumnya. Sudah hampir 6 bulan mereka menikah dan pernikahannya dilaksanakan tanpa dilandasi rasa cinta dari kedua belah pihak, pernikahannya hanya sebuah simbol persetujuan dalam ikatan yang disebut rumah tangga. Bayangan masa lalunya tetap melintas bagaimana kekasih pujaan hatinya dilamar orang lain, rasanya masih menusuk dadanya sampai saat ini. Hingga akhirnya dia mencoba menggantikan wanita yang meggoreskan luka mendalam yang berbekas hingga kini.semakin tinggi kecepatannya semakin berkurang rasa pedih yang dirasakannya, angin mendinginkan semuanya, bahkan saat hujanpun sangat membantu untuk menyembuhkan luka itu.

Dibukanya pintu itu dengan kunci yang sengaja digandakannya, karena dia sudah mempersiapkan kemungkinan ini. tidak seperti malam-malam sebelumnya dimana sang istri masih setia menunggu, malam ini sang istri telah tetidur di sofa tamu dimana ia biasa menunggu. jika malam-malam sebelumnya senyum yang terasa hambar baginya itu menyambutnya maka tidak malam ini, jika malam-malam sebelumnya saat ia pulang berhujan-hujan maka handuk dan kopi panas serta lari-lari kecil sang istri menyambutnya sebelum sempat membuka pintu maka malam ini tidak dijumpainya. Malam ini wanita bersemangat itu tergulai lemah tertidur di sofa tidak seperti hari biasanya, malam ini tisu bertebaran diantara sofa dan meja. kopi yang biasa hangat itu mulai dingin, "sedingin perlakuanku kepadanya" terbesit dalam hati sang suami.

Merasa berdosa untuk semua yang dilakukannya, terbayang saat sang isteri mencoba merayu manja dan hendak bersenda gurau dan dengan tegas ditampiknya dan mengatakan "kamu ini gimana sih kek anak kecil saja, aku harus menyelesaikan tugas besok harus meeting". Bahkan weekendpun lebih banyak dihabiskan dikantor walaupun hanya untuk browsing dan menonton, bahkan sang Isteri tidak pernah protes sedikitpun. Setiap alasan yang diberikannya hanya dijawab sebuah anggukan dengan mata berkaca-kaca, tak sedikitpun engkau mencoba membantahku.kadang sang suami berdoa dalam hatinya "Tuhan amalan apa yang telah kuperbuat hingga engkau memberikan seorang bidadari yang terus kuaniaya seperti ini?". Penyesalan itu selalu datang belakangan.

Diangkatnya wanita yang biasa menyambutnya pulang ke kamar mereka. Teringat malam-malam sebelumnya saat setelah makan yang disuguhkan disantapnya tanpa perbincangan dia langsung tidur dan hanya berkata "maap, aku lelah butuh istirahat". Seminggu pertama sang istri selalu menunggu untuk makan bersama, namun tidak sejak sang suami dengan suara tegas "makanlah duluan jangan menungguku, engkau akan merepotkanku jika engkau sakit!".lalu direbahkannya sang istri diranjang. Teringat suatu malam dia tidak langsung tidur tetapi memperhatikan bagaimana sang istri di akhir sholat malamnya selalu berdoa dan selalu terselip doa untuk suaminya yang samar-samar terdengar diantara ketidakpeduliannya. Ditariknya selimut untuk permohonan maafnya atas keacuhannya selama ini menutupi badan istrinya dengan lembut dan kali ini penuh rasa penyesalan. dibacakannya sebuah puisi milik sapardi :

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata-kata yang tak sempat terucapkan oleh kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, Seperti isyarat yang tak sempat dikatakan Oleh awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." bisiknya lembut ditelinga sang istri.

malam ini hatinya bergetar oleh sebuah kesabaran tanpa harap, aliran cinta dalam bisu yang dituangkan dengan segelas ketulusan bertatakan kasih sayang. Terungkap penyesalan dalam hati melihat wajah istrinya yang begitu cantik yang selama ini tidak dihiraukannya, hanya untuk seseorang wanita lain yang bahkan tidak menoleh saat dia panggil. kecantikan luar dalam milik bidadari-bidadari di surga. kecantikan abadi yang bahkan tak seorang pelukispun berani menggambarkannya. Dikecupnya dengan lembut keningnya, meminta maap atas semua kebodohan yang telah diperbuatnya. kecupan yang membuat istrinya terbangun dan dengan serta merta berusaha bangkit dan berkata "maapkan aku.. aku tertidur tadi..." dengan suara terbatah-batah menahan kantuk. "tidurlah kembali.. maapkan aku selama ini" jawab sang suami, merebahkan kembali isterinya perlahan. "sudah makan ? makanan ada.." tanya istrinya khawatir, yang langsung dipotong dengan jawaban suami "jangan khawatir.. sudah kok". "maap aku ingin sholat.." ungkap sang istri seperti memohon kepada suaminya. "ijinkan aku menjadi imammu malam ini, dan malam-malam selanjutnya" jawab sang suami tanpa keraguan. Senyumpun terpancar dari keduanya..

[pesan sponsor]

Love is when she gives you a hundred reasons to leave, but you still look for one reason to stay..

ini semua hanya imajinasi belaka, jika ada kesamaan nama, lokasi dan kejadian itu kebetulan belaka... mohon maap klo ada salah! namanya juga bocah gak ngerti apa-apa , Feel free 2 remove tag

0 comments:

Post a Comment

bocah_anonim. Powered by Blogger.