Monday, March 7, 2011

Maap ya Kholis

eehhh.. lupa ditemani lagu Hujan Turun nya Sheila on 7 dan Rinduku nya Iwan Fals dedicated to kamar no 18 yang sejak tadi muter lagu So7 kedengaran ampe kamar gw

[permintaan bos kholis]

karena permintaan bosnya kholis akhirnya saya mencoret sedikit ide dalam bentuk karangan yang absurd dan tidak jelas ini mohon maap kalo membingungkan dan mohon maap untuk si kholis jangan lupa bawain gw rencong yak!! (bukan salah gw note ini terjadi, bos loe nyuruh gw hehe..). Sedangkan bos gw nyuruh gw untuk bekerja keras demi e-audit permintaan Dewa dengan pidato khas seperti soekarno (kalo ini lebay maklum sedikit menjilat sapa tahu kebagian tiket pulang ama BB wakakaka...), btw karena besok gw udah mulai "kerja keras" (mow jadi kompeni ei-kei-ei harus ke depok jadi belanda!) jadi kudu belajar dulu... so sekian terima kasih dan silahkeun dibaca :

[percakapan kholis dan bocah]

Duduklah bengong si kholis didepan teras kostannya membayangkan semua mimpinya dengan sang pujaan hati sambil minum coklat panas kegemarannya, tiba-tiba melihat sebuah sosok yang nyaris seperti penampakan dari kejauhan.
"hmmm.. pasti si bocah" dengungnya dalam hati, sapa lagi gaya jalan kek preman pasar petantang-petenteng, dengan dandanan pakaian sok keren merk abal2 dan gaya kek playboy setengah jadi begitu.
"heyy dul ngapain bengong, melamun??" tanya bocah pura2 tidak mengerti.
"lagi menikmati coklat" jawab kholis ketus.
"lagi mikirin dia lagi yak?" bocah kembali dengan pertanyaan yang memancing emosi jiwa.
"iya, emang kenapa?" jawab si kholis ketus menahan emosi.
"ngapain mikirin dia terus?" jawaban khas si bocah.
"gw kangen" jawab kholis akhirnya menyerah didepan sobat setengah warasnya satu ini.
"dia kangen gak sama kamu?" pertanyaan yang menyakitkan telak menusuk dada dari si bocah.
"hmmm.." kholis berpikir sejenak, "keknya sih nggak" dengan suara parau sakit yang tertahan.
"trus kenapa kangen?", bocah kembali dengan pertanyaan yang mulai seperti jab-jab petinju kawakan.
"karena aku sayang banget ama dia.. emang kamu? gayanya doang kek playboy, pacar aja gak punya.." akhirnya sedikit lega bisa membalas serangan-serangan bocah yang sedari tadi mem-buly dengan sesuka hatinya.
"yah karena aku gak biasa komitmen, hehehe" jawaban si bocah dengan sedikit sok dan mungkin sedikit tersinggung dalam hati juga kangen dengan kekasih yang telah mencampakkannya, "dan dia sayang ama kamu begitu?" bocah bertanya mambalas dengan yakin  bahwa jawaban kholis akan sama dengan yang dipikirkannya.
"gak" jawab kholis menahan sakit yang sedari tadi ada tersembunyi di hati.
"emang kamu udah pernah bilang?" bertanya bocah sok penasaran tetapi kek cuman pengen membuat luka lebih dalam.
"udah ratusan kali, mulai dari langsung bilang, nyerempet2, sampai pake bahasa kiasan juga udah" jawab kholis sedikit kesal.
"trus jawabnya?" tanya bocah terkesan meledek.
"dia cuman pengen gw jadi kakaknya, jadi sahabatnya.." jawab kholis dengan mata berkaca-kaca.
"Sekarang dia memiliki sesorang ustadz yang jauh lebih ganteng, baek, kaya, pokoknya gak blangsak kayak gw" timpal si kholis dengan suara berada di titik terendah
"tenang kawan, Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu" berubah 180 derajat berusaha menahan tangis sobatnya itu karena dia membenci melihat lelaki yang menangis.

tiba tiba si bocah melihat laptop yang ada di meja teras itu dan yang kebuka YM, Gtalk, Facebook dengan profile si nyai, reflek tangannya langsung menutup laptop yang sedari tadi tak disangkanya terbuka itu.

"hahaha, ketahuan!! kamu nguntitin dia yak" tanyanya sambil tertawa seperti biasa senang akan penderitaan sobatnya itu.
"bukan kok" dengan suara gemetar, "pengen tahu apa dia baik2 aja kok, soalnya gak pernah keliatan OL lagi" jawab si kholis tegas berusaha menyembunyikan kerinduannya yang mendalam.
"trus, kalo tahu dia baik mo gimana?" tanya bocah kembali dengan nada menyerang.
"yah gapapa baguslah klo begitu, soalnya beberapa hari ini aku gak nelp jadi kangen.." ujar si kholis seakan curhat tapi takut diledekin lagi.
"terakhir nelp kapan?" tanyanya lagi dengan penasaran.
"dua hari yang lalu.." jawab kholis lagi setengah bangga.
"apa dua hari!, dan sudah kangen lagi?" jawab bocah dengan pertanyaan retorik dengan nada heran dan kasihan, "trus apa jawabnya?" tanya bocah penasaran.
"gak diangkat" ujar kholis cepat dan polos.
"gubrrrraaaaaaaakk!#@%!$%@%!&(@^&!"

sekonyong-konyongnya si bocah jatuh dan merekapun tertawa. kembali berbagi cerita lebih tepatnya doktrin dari bocah kepada kholis cerita tentang cinta, masa lalu, tentang kerjaan, dan semua hal.tak terasa sejampun berlalu kemudian si kholis beranjak masuk ke kamarnya.

"sori bro gw harus siap-siap, mow berangkat besok!" pamit kepada satu2nya sobatnya itu.
"emang mau kemana?" tanya sobat sablengnya itu lagi.
"besok mau menenangkan diri ke aceh" jawab kholis santai.
"aceh ?? kok menenangkan diri ke aceh??" tanya si bocah heran dan tidak paham.
"yah karena aceh kan serambi mekkah." ujar kholis mantap.
"trus??" tanya bocah penasaran dengan maksud dari jawaban kholis.
"yah sebenarnya sih maunya langsung ke mekkahnya, tapi kan setidaknya nyicipi serambinya dolo wakakakaka.." jawab si kholis yang mulai kembali tertawa dan disambut gelak tawa keduanya.

[Hujan itu Menghapus Debu]

HUJAN ITU MENGHAPUS DEBU! .Aku mengenal seseorang yang sangat bernilai dan selalu mengajarkanku arti kehidupan yang sangat menyukai hujan walaupun tubuhnya tidaklah kuat dan biasanya sakit-sakit mulu, tapi setiap hujan keinginannya selalu keras untuk bisa terkena hujan. setiap pulang harus kupandangi wajah gemetar itu melewati hujan ingin kucegah namun betapa egoisnya aku jika merenggut kebahagiaannya, aku mengalah dan selalu mengalah jika berdebat dengannya entah kenapa. Hingga akhirnya kurasakan saat berjalan pulang dari kantor, ternyata hujan itu menyenangkan selain memberi berkah, hujan mendinginkan kepala yang sedang panas, menetramkan jiwa yang sedang gundah dan terutama ternyata hujan itu bisa menyembunyikan air mata, hujan itu ternyata kini sangat kutunggu, tanpa payung hanya aku, hujan dan kenanganku.

[Pilihan yang tepat]

Minggu ini aku kangen baget untuk pulang entah kenapa, rindu akan nuansa kampung halaman, rindu suar-suara yang tidak asing di kuping, rindu wajah-wajah sobat saat bersenda gurau, rindu keluarga terutama ibu di rumah. masih ingat saat almarhum ayah menasehati kakak perempuanku dan aku selalu menguping "jika cari lelaki carilah seseorang yang mencintai ibunya, karena dengan begitu ia paham penderitaan dan bagaimana mencintai ibu dari anak-anaknya kelak". buat wanita yang ada diluar sana pilihan kalian adalah pilihan yang tepat jika mencintai seorang lelaki yang sangat menyayangi ibunya dan jangan ragu.

[Pesan Sponsor]

kawan,, Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tidak dapat kita lalui, itu hanya sebuah ujian sejauh mana kita memahami pelajaran-pelajaran kehidupan yang diberikanNya. banyak hal yang selalu membuat kita mengeluh tapi apakah mengeluh akan menyelesaikan semua masalah, mari ubah energi negatif keluhan kita ke energi positif untuk mengatasinya dengan berusaha, dan berdoa serta tetap tersenyum. (teuteup yak ikhlas itu kerjaan hati so.. sssstttt!!!)

ini semua hanya imajinasi belaka, jika ada kesamaan nama, lokasi dan kejadian itu kebetulan belaka... mohon maap klo ada salah! namanya juga bocah gak ngerti apa-apa , Feel free 2 remove tag

0 comments:

Post a Comment

bocah_anonim. Powered by Blogger.