[This Week]
Pertama-tama mohon maap untuk mbak yang protes kenapa postingan gw selalu malam? karena mahluk nocturnal satu ini di bayar untuk bekerja pada siang hari sehingga kewajiban dan hobbi mencoret harus jelas batasannya (sok idealis ^^V). dapat pesan dari seseorang yang mengagumi coretanku (*waahhh berasa kek artis), buat all yang mau copy atau baca tulisan gw gak perlu pake ijin kok dipersilahkan dengan hormat, mow caci maki juga boleh di comment yang tersedia. gw bersyukur klo ternyata coretan gw ada manfaatnya, walaupun mungkin cuman sedikit. Trus yang minta bikinin puisi mohon maap juga gak jago euyy bikin puisi ternyata udah coba berkali2 jadinya malah aneh dibacanya hehehe..(wadooowww gw bukan pujangga yang jago bikin puisi, bisanya dan biasanya cuman bikin susah ^^). mow gimana lagi yak? bawaan orok sih jadi moon mangap klo rada-rada nyeleneh ^^V. Bocah ini juga mohon mangap klo ada yang kemarin gak ke tag soalnya takut menuh2in wall dengan coretan gak penting dan gak jelas ini sampai ditegur ama si mbah mistis(maap ya mbah ^^), dan juga klo yg ditag cuman menuh2in wall doang dihapus aja yak!! (gak akan sakit hati kok paling cuman nimpuk bata ^^V).
[Kholis untuk Kerudung Kuning]
Senyuman yang sama
senyuman yang biasa
senyuman yang bisa bikin gelisah
Senyuman yang hanya bisa ku pandangi melalui foto
Hati yang sama
Hati yang biasa
Hati yang terkadang menyingkirkan akal sehat
Hati yang hanya bisa mengagumi dan tak bisa memiliki
kerudung yang sama
kerudung yang biasa
kerudung yang selalu membuat hati tersenyum
kerudung berwarna kuning melambangkan keindahan
harapan yang sama
harapan yang biasa
harapan yang selalu ditemui pada wajah-wajah biasa
harapan yang selalu terbentur oleh keadaan yang biasa
Gerimis turun dengan sendunya saat si kholis tiba dengan motor ojek tuanya mencoba memarkirkannya disamping gang kecil itu berharap sang pujaan akan membaca puisi yang telah dibuatnya dengan susah payah sampai susah tidur malam sebelumnya.sudah sejak diperjalanan tadi ia tersenyum sendiri membayangkan ekspresi wajah si nyai saat membaca puisi yang dibuatnya, dan secara sengaja disimpannya dalam kantong pelastik sisa fotokopian yang ditemukannya diantara tumpukan bukunya. dilihatnya ada ferari terbaru terparkir didepan gang itu. "Wah mobil yang bagus" dalam hati kholis sambil melamunkan dirinya berada dalam mobil tersebut dengan setelan jaz bersama tidak lain dan tidak bukan si Nyai, satu tangan di setir dan satunya lagi memainkan gadget terbaru yang mungkin bahkan belum dipikirkan desainnya oleh steve jobs.
Lamunannya terbuyarkan saat tetes air jatuh tepat diwajahnya saat membuka helm, "sial" erangnya bahkan airpun tak bisa melihatku senang. dilangkahkan kakinya masuk melalui gang itu dilihatnya warung tempat dimana sepiring pisang goreng hangat menjadi sangat berkesan seumur hidupnya. kebaikan yang biasanya hanya bisa ditemukan dalam cerita rekaan ditemukannya dalam kisah nyatanya, "buah tidak pernah jauh jatuh dari pohonnya" ungkapnya kembali dengan lamunan peristiwa bersama ibu Nyai yang baik hati. dilangkahkannya kakinya masuk kedalam gang itu melewatinya, melewati gerimis yang bahkan sedikitpun tidak mau berkompromi.
Langkahnya tiba-tiba terhenti saat sosok yang tidak asing terlihat duduk di ruang tamu itu, canda tawa seisi rumah terlihat didalamnya. sosok seseorang alim yang biasa bersama kholis, sosok yang selalu setia pada kekasihnya terlihat duduk dengan nyamannya sedang berbincang berbagi cerita seakan kerabat yang sudah puluhan tahun berada disitu. Tubuh kholis terbujur kaku berdiri dibalik ranting pohon kering yang tak dapat menahan air gerimis yang turun, bersamaan dengan air mata yang mengalir lembut tanpa permisi dipelupuk matanya. Sesekali disekanya ujung mata sumber air itu tapi tidak bisa menghentikannya bahkan menghapus bekasnyapun rasanya sulit. tangannnya menggenggam kertas berisi puisi yang pelastiknya kini tak mampu menahan gerimis untuk menghapus tinta yang melekat di kertas tersebut.masih dalam diamnya suara yang dahulu begitu meneduhkan seperti seorang ulama menasehatinya kini berubah menjadi suara jahat yang merenggut kebahagiaannya secara instan. kekasihnya yang dulu kini berganti menjadi nyai ku secepat kilat, tak pernah terbayangkan kehidupan seperti ini. Luka tanpa darah itu ternyata menyayat tajam dan menggores semua logikanya.
Langkah beratnya menapak di jalan becek ditambah keharusan menyeret kakinya beranjak dari pijakan masa lalunya, pijakan yang terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Kakinya seakan-akan sebuah pena yang melukiskan pesan damai untuk hatinya yang entah beku, entah meleleh atau mungkin mati untuk kesekian kalinya. kesempatan datang silih berganti untuk yang lain, harapan akan tiba kesempatan untuknya sirna kembali. Stand by, posisi yang harus ditelan oleh kesombongan waktu yang enggan mampir sejenak di kalbu dalam hati polos tanpa ego itu.
"Apakah karena hanya motor ini sehingga engkau enggan berpaling menolehkan sedikit harapan pada hati yang terlanjur setia ini?" sambil mencoba menyalakan motornya kembali yang juga kini ngambek dan seperti bersepakat dengan alam mengutuk si Kholis dalam dukanya.sedikit caci maki seperti mantra untuk membangunkan motor yang hampir semua bagiannya berbunyi mulai dari ban luar, rantai,body sampai setang setir tidak ada yang bolos untuk berbunyi, mungkin hanya tinggal klaksonlah yang bolos absen untuk berbunyi.
gerimis itu membuainya memepertanyakan takdir, menuntut keadilan seperti tuntutan si miskin dan mimpi-mimpinya menuntut keadilan pada dunia melihat maling-maling berdasi yang tertawa lebar di depan televisi. perseteruan antara garis nilai kebaikan dan keburukan yang semakin menipis dan semakin pergi hilang dalam hati.
Dilelapkannya dengan susah payah matanya yang lelah melihat cerita sinetron murahan yang tampil live tadi di gang kecil itu. Disekanya dengan bantal air dipipinya, Gerimis itu telah membuat matanya berair terus menerus sejak tadi. Dinyanyikannya lagu2 ibu untuk anaknya supaya tertidur dalam hati kecil yang rewelnya seperti anak kecil jika hendak tidur. dibacanya doa tidur dan "Semoga kesedihanku ini melengkapi kebahagiaanya saat ini, biarlah kesedihanku ini membayar lunas kesedihannya ya Tuhan. Biarkan dekapanMu hangatkan jiwanya, biarkan setiap tetes air mataku menghapus tetes yang mungkin akan mengalir diujung sana. biarkan rasa sesak didadaku ini menjadi impas dengan senyumannya. hingga mungkin dia akan melupakanku karena aku tahu hanya disaat sedihnyalah ia akan menghubungiku lagi dan itu adalah hal yang terakhir yang kuinginkan ya Tuhan karena engkau Maha Mengetahui".
dalam hati ia menuliskan pesan untuknya yang tak terkirim
"Sleep, my Nyai. Dream happy dreams. You are the only one who has ever touched my heart. It will always be yours. Sleep, my only love."
[Lain kali coba angle lain mungkin?]
Junet : "Eh, koq tulisan gua jadi lebih bagus fotokopiannya ya daripada aslinya?"
Memet : "Tulisan loe fotogenik kali..."
Didengar bocah yang ingin memfotokopi mukanya sendiri.
[Biar sakit yang penting usaha!]
Suster: “Mas, masih suka merasa pusing-pusing gak?”
Mentari : “Masih… Single… Mbak.” (lemah)
RS Jakarta, didengar oleh penjenguk yang langsung angkat jempol untuk kegigihan temannya.
[Yang kompak lah]
Ketua Tim : "Ya, sekarang kalau kita lihat dari garis grafik produksi nih... Yang ini... Yang warna... Hmmm..."
Anggota #1: "Pink."
Anggota #2: "Ungu."
Ketua Tim : "Ya benar, bisa dilihat dari garis grafik produksi yang warna oranye ini..."
Didengar oleh semua peserta presentasi dan terutama bos yang langsung merasa buta warna.
[Kenapa juga kudu dijawab, mbaaak?]
Bacrit : “Mbak, mbak. Abis latihan Karate ya?”
Cewek : “Nggak...” (muka heran)
Bacrit : “Oooo, latihan Taekwondo ya?”
Cewek : “Nggak.”
Bacrit : “Pencak silat kali?”
Cewek : “Nggak, kenapa sih mas nanyanya aneh banget?”
Bacrit : “Abis mbak pake baju training gitu...”
Cewek : “Saya abis aerobik!”
Bacrit : “Oooo, bukan abis latihan beladiri ya?”
Cewek : “Bukan...”
Bacrit : “Bisa bela diri gak, Mbak?”
Cewek : “Nggak...”
Bacrit : “Bisa digodain dong...”
Di sebuah kostan dekat masjid, didengar oleh si Mbah yang menyesal tidak membawa pulpen buat mencatat rayuan maut.
[Call of Duty]
Minggu ini full music eehhh.. fully booked ehhh salah lagi.. *tepok jidat, pokoknya sok sibuk deh.. mulai dari meetang-meeting ampe miting beneran ama bos-bos negeri tetangga motonya sedikit bicara banyakin makan ^^. trus dikira ngambek karena tumben pulang cepat dan nggak nyapa padahal pengen buru2 soalnya hari itu kepala gw pusing banget (gw juga bisa sakit kaleee.. emang manusia doang?? *lho??) virus satu ini keknya udah berhasil merubah kantor baru ini jadi sirkus Negeri kecil bernama OMC.Virus ini juga berhasil Mendirikin padepokan baru bernama padepokan sableng yang sebagian besar anggotanya adalah tim alabis (gelarnya dari gw juga sih hehehe) + mambu bis (ini dari mana yah?? nambah2in aja!). udah packing alat untuk diberangkatkan ke kampung halaman tercinta berharap gw bisa pulang dan bukan cuma April Mop.
[Pesan Sponsor]
Hari ini ku ingin sampaikan padamu tentang ikhlas…
Sungguh, Kesabaran itu tak pernah berbatas..
Yakinkan dirimu bahwa tak akan ada kata “Kesabaranku sudah habis” keluar dari mulutmu
Karena ikhlas itu tak pernah boleh berakhir…
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada kata “Aku sudah tak sanggup lagi” mengalir dalam bibirmu
Karena tugasmu sebagai Abdi Tuhanmu..tak akan pernah selesai
Yakinkan dirimu bahwa Tuhan-Mu Maha Adil
Yakinkan dirimu bahwa engkau mencintai-Nya..
Yakinkan dirimu bahwa engkau mati hanya untuk-Nya..
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada sesuatu dan seseorang dalam hatimu kecuali DIA.
Dan akhirnya…keikhlasan itu pun hadir….
Ketika kehendakmu tak sejalan dengan kehendak-Nya…
Biarkan kehendak-Nya yang berjalan atas hidupmu
Karena kehendak-Nya adalah kebaikan untukmu
Ketika inginmu tak sesuai dengan ingin-Nya
Biarkan ingin-Nya menjadi skenario terbaik bagi hidupmu
Karena Dia Mahatahu segala hal tentang dirimu..
Biarkan tangisan mengobati kekecewaanmu
Bukan kecewa pada Tuhan-Mu..
Tapi kekecewaan pada dirimu sendiri
Karena tak mampu berdiri diatas ingin-Nya..
Hidup harus terus dijalani, kholis..
Semenyakitkan apapun
Siap ataupun tidak
Karena Tuhan-Mu tidak pernah butuh persetujuanmu atas setiap kehendak-Nya..
Mohon maap klo ada salah, namanya juga bocah ga tau apa2 n Feel free to remove tag.. ^^
Pertama-tama mohon maap untuk mbak yang protes kenapa postingan gw selalu malam? karena mahluk nocturnal satu ini di bayar untuk bekerja pada siang hari sehingga kewajiban dan hobbi mencoret harus jelas batasannya (sok idealis ^^V). dapat pesan dari seseorang yang mengagumi coretanku (*waahhh berasa kek artis), buat all yang mau copy atau baca tulisan gw gak perlu pake ijin kok dipersilahkan dengan hormat, mow caci maki juga boleh di comment yang tersedia. gw bersyukur klo ternyata coretan gw ada manfaatnya, walaupun mungkin cuman sedikit. Trus yang minta bikinin puisi mohon maap juga gak jago euyy bikin puisi ternyata udah coba berkali2 jadinya malah aneh dibacanya hehehe..(wadooowww gw bukan pujangga yang jago bikin puisi, bisanya dan biasanya cuman bikin susah ^^). mow gimana lagi yak? bawaan orok sih jadi moon mangap klo rada-rada nyeleneh ^^V. Bocah ini juga mohon mangap klo ada yang kemarin gak ke tag soalnya takut menuh2in wall dengan coretan gak penting dan gak jelas ini sampai ditegur ama si mbah mistis(maap ya mbah ^^), dan juga klo yg ditag cuman menuh2in wall doang dihapus aja yak!! (gak akan sakit hati kok paling cuman nimpuk bata ^^V).
[Kholis untuk Kerudung Kuning]
Senyuman yang sama
senyuman yang biasa
senyuman yang bisa bikin gelisah
Senyuman yang hanya bisa ku pandangi melalui foto
Hati yang sama
Hati yang biasa
Hati yang terkadang menyingkirkan akal sehat
Hati yang hanya bisa mengagumi dan tak bisa memiliki
kerudung yang sama
kerudung yang biasa
kerudung yang selalu membuat hati tersenyum
kerudung berwarna kuning melambangkan keindahan
harapan yang sama
harapan yang biasa
harapan yang selalu ditemui pada wajah-wajah biasa
harapan yang selalu terbentur oleh keadaan yang biasa
Gerimis turun dengan sendunya saat si kholis tiba dengan motor ojek tuanya mencoba memarkirkannya disamping gang kecil itu berharap sang pujaan akan membaca puisi yang telah dibuatnya dengan susah payah sampai susah tidur malam sebelumnya.sudah sejak diperjalanan tadi ia tersenyum sendiri membayangkan ekspresi wajah si nyai saat membaca puisi yang dibuatnya, dan secara sengaja disimpannya dalam kantong pelastik sisa fotokopian yang ditemukannya diantara tumpukan bukunya. dilihatnya ada ferari terbaru terparkir didepan gang itu. "Wah mobil yang bagus" dalam hati kholis sambil melamunkan dirinya berada dalam mobil tersebut dengan setelan jaz bersama tidak lain dan tidak bukan si Nyai, satu tangan di setir dan satunya lagi memainkan gadget terbaru yang mungkin bahkan belum dipikirkan desainnya oleh steve jobs.
Lamunannya terbuyarkan saat tetes air jatuh tepat diwajahnya saat membuka helm, "sial" erangnya bahkan airpun tak bisa melihatku senang. dilangkahkan kakinya masuk melalui gang itu dilihatnya warung tempat dimana sepiring pisang goreng hangat menjadi sangat berkesan seumur hidupnya. kebaikan yang biasanya hanya bisa ditemukan dalam cerita rekaan ditemukannya dalam kisah nyatanya, "buah tidak pernah jauh jatuh dari pohonnya" ungkapnya kembali dengan lamunan peristiwa bersama ibu Nyai yang baik hati. dilangkahkannya kakinya masuk kedalam gang itu melewatinya, melewati gerimis yang bahkan sedikitpun tidak mau berkompromi.
Langkahnya tiba-tiba terhenti saat sosok yang tidak asing terlihat duduk di ruang tamu itu, canda tawa seisi rumah terlihat didalamnya. sosok seseorang alim yang biasa bersama kholis, sosok yang selalu setia pada kekasihnya terlihat duduk dengan nyamannya sedang berbincang berbagi cerita seakan kerabat yang sudah puluhan tahun berada disitu. Tubuh kholis terbujur kaku berdiri dibalik ranting pohon kering yang tak dapat menahan air gerimis yang turun, bersamaan dengan air mata yang mengalir lembut tanpa permisi dipelupuk matanya. Sesekali disekanya ujung mata sumber air itu tapi tidak bisa menghentikannya bahkan menghapus bekasnyapun rasanya sulit. tangannnya menggenggam kertas berisi puisi yang pelastiknya kini tak mampu menahan gerimis untuk menghapus tinta yang melekat di kertas tersebut.masih dalam diamnya suara yang dahulu begitu meneduhkan seperti seorang ulama menasehatinya kini berubah menjadi suara jahat yang merenggut kebahagiaannya secara instan. kekasihnya yang dulu kini berganti menjadi nyai ku secepat kilat, tak pernah terbayangkan kehidupan seperti ini. Luka tanpa darah itu ternyata menyayat tajam dan menggores semua logikanya.
Langkah beratnya menapak di jalan becek ditambah keharusan menyeret kakinya beranjak dari pijakan masa lalunya, pijakan yang terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Kakinya seakan-akan sebuah pena yang melukiskan pesan damai untuk hatinya yang entah beku, entah meleleh atau mungkin mati untuk kesekian kalinya. kesempatan datang silih berganti untuk yang lain, harapan akan tiba kesempatan untuknya sirna kembali. Stand by, posisi yang harus ditelan oleh kesombongan waktu yang enggan mampir sejenak di kalbu dalam hati polos tanpa ego itu.
"Apakah karena hanya motor ini sehingga engkau enggan berpaling menolehkan sedikit harapan pada hati yang terlanjur setia ini?" sambil mencoba menyalakan motornya kembali yang juga kini ngambek dan seperti bersepakat dengan alam mengutuk si Kholis dalam dukanya.sedikit caci maki seperti mantra untuk membangunkan motor yang hampir semua bagiannya berbunyi mulai dari ban luar, rantai,body sampai setang setir tidak ada yang bolos untuk berbunyi, mungkin hanya tinggal klaksonlah yang bolos absen untuk berbunyi.
gerimis itu membuainya memepertanyakan takdir, menuntut keadilan seperti tuntutan si miskin dan mimpi-mimpinya menuntut keadilan pada dunia melihat maling-maling berdasi yang tertawa lebar di depan televisi. perseteruan antara garis nilai kebaikan dan keburukan yang semakin menipis dan semakin pergi hilang dalam hati.
Dilelapkannya dengan susah payah matanya yang lelah melihat cerita sinetron murahan yang tampil live tadi di gang kecil itu. Disekanya dengan bantal air dipipinya, Gerimis itu telah membuat matanya berair terus menerus sejak tadi. Dinyanyikannya lagu2 ibu untuk anaknya supaya tertidur dalam hati kecil yang rewelnya seperti anak kecil jika hendak tidur. dibacanya doa tidur dan "Semoga kesedihanku ini melengkapi kebahagiaanya saat ini, biarlah kesedihanku ini membayar lunas kesedihannya ya Tuhan. Biarkan dekapanMu hangatkan jiwanya, biarkan setiap tetes air mataku menghapus tetes yang mungkin akan mengalir diujung sana. biarkan rasa sesak didadaku ini menjadi impas dengan senyumannya. hingga mungkin dia akan melupakanku karena aku tahu hanya disaat sedihnyalah ia akan menghubungiku lagi dan itu adalah hal yang terakhir yang kuinginkan ya Tuhan karena engkau Maha Mengetahui".
dalam hati ia menuliskan pesan untuknya yang tak terkirim
"Sleep, my Nyai. Dream happy dreams. You are the only one who has ever touched my heart. It will always be yours. Sleep, my only love."
[Lain kali coba angle lain mungkin?]
Junet : "Eh, koq tulisan gua jadi lebih bagus fotokopiannya ya daripada aslinya?"
Memet : "Tulisan loe fotogenik kali..."
Didengar bocah yang ingin memfotokopi mukanya sendiri.
[Biar sakit yang penting usaha!]
Suster: “Mas, masih suka merasa pusing-pusing gak?”
Mentari : “Masih… Single… Mbak.” (lemah)
RS Jakarta, didengar oleh penjenguk yang langsung angkat jempol untuk kegigihan temannya.
[Yang kompak lah]
Ketua Tim : "Ya, sekarang kalau kita lihat dari garis grafik produksi nih... Yang ini... Yang warna... Hmmm..."
Anggota #1: "Pink."
Anggota #2: "Ungu."
Ketua Tim : "Ya benar, bisa dilihat dari garis grafik produksi yang warna oranye ini..."
Didengar oleh semua peserta presentasi dan terutama bos yang langsung merasa buta warna.
[Kenapa juga kudu dijawab, mbaaak?]
Bacrit : “Mbak, mbak. Abis latihan Karate ya?”
Cewek : “Nggak...” (muka heran)
Bacrit : “Oooo, latihan Taekwondo ya?”
Cewek : “Nggak.”
Bacrit : “Pencak silat kali?”
Cewek : “Nggak, kenapa sih mas nanyanya aneh banget?”
Bacrit : “Abis mbak pake baju training gitu...”
Cewek : “Saya abis aerobik!”
Bacrit : “Oooo, bukan abis latihan beladiri ya?”
Cewek : “Bukan...”
Bacrit : “Bisa bela diri gak, Mbak?”
Cewek : “Nggak...”
Bacrit : “Bisa digodain dong...”
Di sebuah kostan dekat masjid, didengar oleh si Mbah yang menyesal tidak membawa pulpen buat mencatat rayuan maut.
[Call of Duty]
Minggu ini full music eehhh.. fully booked ehhh salah lagi.. *tepok jidat, pokoknya sok sibuk deh.. mulai dari meetang-meeting ampe miting beneran ama bos-bos negeri tetangga motonya sedikit bicara banyakin makan ^^. trus dikira ngambek karena tumben pulang cepat dan nggak nyapa padahal pengen buru2 soalnya hari itu kepala gw pusing banget (gw juga bisa sakit kaleee.. emang manusia doang?? *lho??) virus satu ini keknya udah berhasil merubah kantor baru ini jadi sirkus Negeri kecil bernama OMC.Virus ini juga berhasil Mendirikin padepokan baru bernama padepokan sableng yang sebagian besar anggotanya adalah tim alabis (gelarnya dari gw juga sih hehehe) + mambu bis (ini dari mana yah?? nambah2in aja!). udah packing alat untuk diberangkatkan ke kampung halaman tercinta berharap gw bisa pulang dan bukan cuma April Mop.
[Pesan Sponsor]
Hari ini ku ingin sampaikan padamu tentang ikhlas…
Sungguh, Kesabaran itu tak pernah berbatas..
Yakinkan dirimu bahwa tak akan ada kata “Kesabaranku sudah habis” keluar dari mulutmu
Karena ikhlas itu tak pernah boleh berakhir…
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada kata “Aku sudah tak sanggup lagi” mengalir dalam bibirmu
Karena tugasmu sebagai Abdi Tuhanmu..tak akan pernah selesai
Yakinkan dirimu bahwa Tuhan-Mu Maha Adil
Yakinkan dirimu bahwa engkau mencintai-Nya..
Yakinkan dirimu bahwa engkau mati hanya untuk-Nya..
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada sesuatu dan seseorang dalam hatimu kecuali DIA.
Dan akhirnya…keikhlasan itu pun hadir….
Ketika kehendakmu tak sejalan dengan kehendak-Nya…
Biarkan kehendak-Nya yang berjalan atas hidupmu
Karena kehendak-Nya adalah kebaikan untukmu
Ketika inginmu tak sesuai dengan ingin-Nya
Biarkan ingin-Nya menjadi skenario terbaik bagi hidupmu
Karena Dia Mahatahu segala hal tentang dirimu..
Biarkan tangisan mengobati kekecewaanmu
Bukan kecewa pada Tuhan-Mu..
Tapi kekecewaan pada dirimu sendiri
Karena tak mampu berdiri diatas ingin-Nya..
Hidup harus terus dijalani, kholis..
Semenyakitkan apapun
Siap ataupun tidak
Karena Tuhan-Mu tidak pernah butuh persetujuanmu atas setiap kehendak-Nya..
Mohon maap klo ada salah, namanya juga bocah ga tau apa2 n Feel free to remove tag.. ^^

0 comments:
Post a Comment