Nulis ini ditemani Grenade nya Bruno Mars n lagu Here I am nya Yoon
Sang-Hyun (nah ini gw juga gak ngeti tiba2 aja ada di playlist gw *pasti
kerjaan si ijah), Dan lagi nya Lyla, ama lagu Sepohon Kayu nya Saujana
(yupzzz,, i'm listening to nasyid too n this is one of my fav)
[Nulis ini liat kejadian]
Menatap seorang pria tua yang tampak begitu bahagia mendapatkan pojok kecil untuk sujud kesekian kalinya sambil sesekali membenarkan sarungnya. Membenamkan jiwanya dalam setiap desahan napas untuk Penciptanya, bukan untuk menunjukkan bahwa dia lebih baik tapi bersyukur telah diberi segala yang terbaik. Terbayang figur seorang ayah yang tak lagi dimiliki, membayangkan ayah itu, yang selalu panjang dalam shalatnya berasa menunggunya di ruang tamu dan berdoa semoga dia akan selalu sehat diujung dunia sana.
Menatap wanita muda asyik dengan bacaan barunya, sebuah bacaan yang tidak lazim untuk gadis seumurannya hurufnya tampak tidak latin dan membcanya juga seperti sedang bersenandung. Senandung indah dengan lirik kalam ilahi sambil sesekali membenamkan rambut kedalam ujung mukenanya yang sepertinya lebih sering keluar dari mukenanya, mungkin karena keringat. Terbayang semua saudara perempuanku, berharap mungkin mereka juga melakukannya serta adik kecil yang "pemarah" yang pada saat yang sama sedang berjibaku mengejar "setoran" bacaan yang sama.
Menatap wanita tua yang juga tengah asyik mendengarkan setiap kata yang terlontar dari pria paru bayah yang bersurban dan terlihat bijaksana diatas mimbar, sambil sesekali mengangguk mungkin entah tanda setuju atau karena menahan kantuk yang tak tertahankan. Terbayang Ibu yang selalu tertidur dan akan diberi air minum oleh rekan majelis taklimnya di sana, membayangkan masakan lezat ibu baik hati di ujung sana (jiaaahhh makruh dah puasa gw #tepokjidat).
[Nulis Kejahatan yang tak terungkap di bulan ini]
Kejahatan 1 (Bilik Kiri):
Kutikam dirinya "si perindu" itu dari belakang dengan cara yang sadis, kubiarkan ia kehabisan darah yang kaya akan oksigen semangat cinta akan dirimu. Di setiap ia akan terbangun karena kekuatan cinta untukmu kubisikan kata bahwa "dirimu sedang bersenang-senang dengan pria lain", tak kubiarkan ia sembuh dari rasa sakitnya dan tak kubiarkan lukanya mengering sehingga terus mengalirkan darah segarnya itu. Pada awalnya ia seakan tahu bahwa ini adalah akhir ceritanya saat kuajak ia masuk ke bilik (Ventrikel) kiri jantungku, namun keraguannya sirna saat kubohongi ia dan kukatakan "dirimu menunggunya didalam!". Saat kutancapkan belati itu dari belakang dia memanggilmu hanya saja engkau tak mendengarnya, bahkan sampai saat inipun ia selalu memanggilmu namun kembali kutancapkan belati itu setiap dia mencoba bangkit kembali mengucurkan darah segar ke seluruh jaringan tubuh dan bertukar dengan karbondioksida.
Kejahatan 2 (Serambi kanan):
Kuperdaya dia "si Jahat" dan semua rasa jahat serta kecintaannya akan dunia fana ini di dalam Serambi Kanan (Atrium) kanan, kukatakan padanya bahwa dalam ruang petak itu banyak kenikmatan dunia akan ditemuinya lalu kudorong ia tenggelam dalam lautan darah tanpa oksigen. Kutitipkan pesan pada vena sang kurir untuk selalu menyuplay darah penuh karbondioksida dari jaringan tubuh ke serambi itu hingga dia benar2 tidak bisa bernapas lega.karena jahat dan liciknya ia membuat bocor dinding itu menjadi katup mengakibatkan darah sesekali mengalir ke bilik kanan terkadang dia muncul ke permukaan lautan itu, namun dengan tergesa si vena menutup kelalaian nya itu dengan mengalirkan darah kembali ke serambi itu kembali.
Kejahatan 3 (Serambi Kiri) :
Dirinya "si Baik" yang selalu baik ini kepelihara sejak dirinya yatim, kuingatkan semua kesalahannya di masa lalu hingga dia selalu beristighfar. Kupelihara ia seperti hewan peliharaan keberikan ia udara segar oksigen dari paru-paru untuk selalu merasa betah di serambi kiri.Dia adalah yang paling aku kasihi aku berharap dia selalu membesar namun karena sifat dasarnya tak berubah, sesekali Kubiarkan ia dengan sifat baiknya itu menyelipkan bagian oksigennya ke bilik kiri hanya agar dirinya merasa tidak tertipu dan merasa bahagia. Dia tidak akan pernah tahu apa yang kulakukan pada si perindu di bilik kiri itu.
Kejahatan 4 (Bilik Kanan) :
Ruangan itu seharusnya diisi "si cantik" pemilik perhiasan terbaik, karena sebaik-baiknya perhiasan adalah perhiasan yang menjadi kunci surga. Kejahatan yang kulakukan sampai saat ini adalah kubiarkan ruangan itu kosong, berharap sebelum habis masa pengabdianku maka ruangan itu telah terisi "si cantik" yang akan membuatku selalu belajar dan selalu menjadi lebih baik.
[Pesan sponsor]
10 hari kedua untuk pengampunan..
Sebelum usai semua pengabdianku dan penghambaanku kepada ilahi kuberharap dan selalu berharap berupa paraf maap dari kalian sehingga aku dapat mengajukan proposal maapku yang hina dan banyak dosa ini kehadapNya, karena aku ragu tanpa petisi dan paraf kalian Dia akan merasa enggan bahkan hanya untuk melihat proposalku tersebut. jika mengulurkan tangan berasa kurang maka dengan rendah diri aku akan berlutut untuk sebulir maap yang ikhlas dari kalian, namun jangan memintaku untuk bersujud karena sembah sujudku hanya keperuntukkan kepadaNya.
10 hari terakhir untuk dijauhkan dari api terpanas..
Jika proposalku telah diparaf oleh kalian dan diriviu oleh kalian dan diberi masukan berupa catatan perubahan yang diperlukan untuk menjadi lebih baik, maka jika diberi kesempatan aku akan berusaha sekuat tenaga mengubahnya tanpa keluh kesah. Semoga dengan audit yang ketat dari kalian,
mahluk tak penting dan hina ini bisa menjadi lebih baik setiap tahunnya dan pada akhirnya mendapat cintaNya.
Mohon maap lahir bathin yak...
Feel Free 2 remove tag ^^
[Nulis ini liat kejadian]
Menatap seorang pria tua yang tampak begitu bahagia mendapatkan pojok kecil untuk sujud kesekian kalinya sambil sesekali membenarkan sarungnya. Membenamkan jiwanya dalam setiap desahan napas untuk Penciptanya, bukan untuk menunjukkan bahwa dia lebih baik tapi bersyukur telah diberi segala yang terbaik. Terbayang figur seorang ayah yang tak lagi dimiliki, membayangkan ayah itu, yang selalu panjang dalam shalatnya berasa menunggunya di ruang tamu dan berdoa semoga dia akan selalu sehat diujung dunia sana.
Menatap wanita muda asyik dengan bacaan barunya, sebuah bacaan yang tidak lazim untuk gadis seumurannya hurufnya tampak tidak latin dan membcanya juga seperti sedang bersenandung. Senandung indah dengan lirik kalam ilahi sambil sesekali membenamkan rambut kedalam ujung mukenanya yang sepertinya lebih sering keluar dari mukenanya, mungkin karena keringat. Terbayang semua saudara perempuanku, berharap mungkin mereka juga melakukannya serta adik kecil yang "pemarah" yang pada saat yang sama sedang berjibaku mengejar "setoran" bacaan yang sama.
Menatap wanita tua yang juga tengah asyik mendengarkan setiap kata yang terlontar dari pria paru bayah yang bersurban dan terlihat bijaksana diatas mimbar, sambil sesekali mengangguk mungkin entah tanda setuju atau karena menahan kantuk yang tak tertahankan. Terbayang Ibu yang selalu tertidur dan akan diberi air minum oleh rekan majelis taklimnya di sana, membayangkan masakan lezat ibu baik hati di ujung sana (jiaaahhh makruh dah puasa gw #tepokjidat).
[Nulis Kejahatan yang tak terungkap di bulan ini]
Kejahatan 1 (Bilik Kiri):
Kutikam dirinya "si perindu" itu dari belakang dengan cara yang sadis, kubiarkan ia kehabisan darah yang kaya akan oksigen semangat cinta akan dirimu. Di setiap ia akan terbangun karena kekuatan cinta untukmu kubisikan kata bahwa "dirimu sedang bersenang-senang dengan pria lain", tak kubiarkan ia sembuh dari rasa sakitnya dan tak kubiarkan lukanya mengering sehingga terus mengalirkan darah segarnya itu. Pada awalnya ia seakan tahu bahwa ini adalah akhir ceritanya saat kuajak ia masuk ke bilik (Ventrikel) kiri jantungku, namun keraguannya sirna saat kubohongi ia dan kukatakan "dirimu menunggunya didalam!". Saat kutancapkan belati itu dari belakang dia memanggilmu hanya saja engkau tak mendengarnya, bahkan sampai saat inipun ia selalu memanggilmu namun kembali kutancapkan belati itu setiap dia mencoba bangkit kembali mengucurkan darah segar ke seluruh jaringan tubuh dan bertukar dengan karbondioksida.
Kejahatan 2 (Serambi kanan):
Kuperdaya dia "si Jahat" dan semua rasa jahat serta kecintaannya akan dunia fana ini di dalam Serambi Kanan (Atrium) kanan, kukatakan padanya bahwa dalam ruang petak itu banyak kenikmatan dunia akan ditemuinya lalu kudorong ia tenggelam dalam lautan darah tanpa oksigen. Kutitipkan pesan pada vena sang kurir untuk selalu menyuplay darah penuh karbondioksida dari jaringan tubuh ke serambi itu hingga dia benar2 tidak bisa bernapas lega.karena jahat dan liciknya ia membuat bocor dinding itu menjadi katup mengakibatkan darah sesekali mengalir ke bilik kanan terkadang dia muncul ke permukaan lautan itu, namun dengan tergesa si vena menutup kelalaian nya itu dengan mengalirkan darah kembali ke serambi itu kembali.
Kejahatan 3 (Serambi Kiri) :
Dirinya "si Baik" yang selalu baik ini kepelihara sejak dirinya yatim, kuingatkan semua kesalahannya di masa lalu hingga dia selalu beristighfar. Kupelihara ia seperti hewan peliharaan keberikan ia udara segar oksigen dari paru-paru untuk selalu merasa betah di serambi kiri.Dia adalah yang paling aku kasihi aku berharap dia selalu membesar namun karena sifat dasarnya tak berubah, sesekali Kubiarkan ia dengan sifat baiknya itu menyelipkan bagian oksigennya ke bilik kiri hanya agar dirinya merasa tidak tertipu dan merasa bahagia. Dia tidak akan pernah tahu apa yang kulakukan pada si perindu di bilik kiri itu.
Kejahatan 4 (Bilik Kanan) :
Ruangan itu seharusnya diisi "si cantik" pemilik perhiasan terbaik, karena sebaik-baiknya perhiasan adalah perhiasan yang menjadi kunci surga. Kejahatan yang kulakukan sampai saat ini adalah kubiarkan ruangan itu kosong, berharap sebelum habis masa pengabdianku maka ruangan itu telah terisi "si cantik" yang akan membuatku selalu belajar dan selalu menjadi lebih baik.
[Pesan sponsor]
10 hari kedua untuk pengampunan..
Sebelum usai semua pengabdianku dan penghambaanku kepada ilahi kuberharap dan selalu berharap berupa paraf maap dari kalian sehingga aku dapat mengajukan proposal maapku yang hina dan banyak dosa ini kehadapNya, karena aku ragu tanpa petisi dan paraf kalian Dia akan merasa enggan bahkan hanya untuk melihat proposalku tersebut. jika mengulurkan tangan berasa kurang maka dengan rendah diri aku akan berlutut untuk sebulir maap yang ikhlas dari kalian, namun jangan memintaku untuk bersujud karena sembah sujudku hanya keperuntukkan kepadaNya.
10 hari terakhir untuk dijauhkan dari api terpanas..
Jika proposalku telah diparaf oleh kalian dan diriviu oleh kalian dan diberi masukan berupa catatan perubahan yang diperlukan untuk menjadi lebih baik, maka jika diberi kesempatan aku akan berusaha sekuat tenaga mengubahnya tanpa keluh kesah. Semoga dengan audit yang ketat dari kalian,
mahluk tak penting dan hina ini bisa menjadi lebih baik setiap tahunnya dan pada akhirnya mendapat cintaNya.
Mohon maap lahir bathin yak...
Feel Free 2 remove tag ^^

