Sound Track This Week: http://www.youtube.com/watch?v=9w3SSIMIPBg&feature=related (Ungu - Cinta Dalam Hati)
[Kholis Lagi]

(Cinta Dalam Hati-ungu)
mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu
telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja
Ketenangannya sedikit hilang saat sahabatku kholis datang menjenguk, disingkirkannya kotak putih yang membuatku batuk 2 hari ini. Sahabat yang paling sering menderita karena keegoisanku itu datang curhat seperti biasa jika sedang dalam titik terndah.
kholis adalah seseorang yang paling sederhana memahami hidupnya. Mengalir begitu saja seperti sungai, tanpa kebencian, tanpa ambisi, tanpa pretensi, lurus perangainya, lapang hatinya. Bahkan untuk kejadian yang paling menyakitkan dalam hidupnya, tetap saja dia tulus seperti si Borno nya Bang Darwis ei-kei-ei Tere-Liye dalam kau, aku dan kota kita. Mungkin hanya Nyai yang bisa membuatnya serumit ini dalam kisah kehidupannya.
"mungkin dia lebih baik dan bahagia dengan orang lain" memandangku berharap ada sesuatu yang bisa terucap dari bibirku.
"aku hanya ingin tetap bersahabat dengannya, karena buatku sekali sahabat maka itu untuk selamanya bocah!" menyeka ujung matanya, setelah puluhan sms yang terkirim di hapenya dan tak satupun yang terbalas.
"Mungkin aku pernah salah menginginkan dirinya untukku sendiri, namun aku menerima peran sebagai kakak itu bocah! kakak! dan berusaha menjadi kakak yang baik" tertunduk lesu setelah tak ada suara apapun dari kerongkonganku. aku menelan ludah mencoba memahami perasaanya saat itu, namun aku terlalu sedih untuknya dan badankupun tidak sesehat biasanya untuk menghinanya.
"Ingin ku tuliskan semua yang disukainya dan yang tidak disukainya untuk lelaki itu sapapun dia agar aku merasa yakin "adikku" itu bahagia namun bagaimana mungkin, bahkan mengenalnyapun aku tidak bisa" menyerang kesedihanku yang selalu tersembunyi jika ia sedang meluapkan kekesalanya kepadaku. Aku tahu kesedihannya itu karena aku tahu semua cerita Kholis dan Nyai beserta kronologisnya secara spesifik dan hanya aku yang tahu walaupun ada beberapa yang mencoba mencari tahu isi hati si Kholis.
Goresan note yang kutulispun serasa hambar sehambar perlakuannya pada kholis namun aku tidak bisa mengatakan dia salah dan kholis yang benar karena dalam kisah percintaan tidak ada benar atau salah. Aku tidak bisa menyalahkan si Nyai karena hati itu dipilih bukan memilih seperti dalam Novel Perahu Kertas, tapi aku juga tidak bisa menghentikan kesedihan sahabatku itu karena rasa itu jika manis sangatlah manis sedangkan jika pahit teramat pahit.
"Ambillah wudhu sobat, sholatlah dan tenangkan dirimu" ide yang paling jarang kuberikan keadanya setelah lama terdiam , berusaha mengulur waktu untuk memberikan kata yang tepat tanpa perlu melukai perasaan sahabatku itu.
kamar itu kini terasa sejuk dan tenang, kembali terdengar secara samar doa dengan nama si Nyai diakhir shalat si kholis, ingin menangis rasanya tapi itu akan meruntuhkan pencitraan yang telah kubangun dengan susah payah. aku semakin kehilangan ide yang lebih baik untuknya selain sesekali melihat kaleng pembasmi nyamuk dan tertawa geli dengan bayangan itu. tapi aku tahu sobatku tidak serumit itu, satu-satunya yang membuat rumit adalah cintanya yang hanyalah pada seorang Nyai itu. Jika yang lain apalagi aku jika kegagalan melanda maka melupakannya dan melangkah kedepan adalah pilihan yang paling dan sangat baik namun sudah ribuan kali ideku itu selalu gagal dengan kepolosan dan ketulusannya.
Tanganku berusaha meraih kotak yang setia menemaniku dan mencoba mengambil sebatang untuk meredakan penderitaanku yang walau hanya mendengar tetapi seakan-akan menghayatinya, namun ditampik si kholis dengan gesitnya..
"Engkau menyakiti dirimu sendiri sobat, cobalah berhenti setidaknya hingga batukmu reda!" ungkapnya tegas.
"ayolah! dan bisakah engkau menghentikan kesedihanmu itu ? dan bisakah engkau menghentikan harapan mulukmu itu hingga setidaknya tidak terlalu sakit hatimu ?" ujarku dan berusaha meminta kotak itu. Diserahkannya kotak itu seolah-olah menjawab pertanyaanku yang pedih mengiris logikanya.
Kubakar sebatang tanda kemenanganku itu yang menjadi trophy peperangan logika kami. Kuhisap dalam seakan-akan itu adalah anastesiku dari beratnya kisah yang dialami si kholis, kali ini aku benar-benar kalah perang untuk mengatasi masalahnya seperti perasaan saat algoritmaku ditaklukkan oleh program yang rumit yang tidak bisa dipecahkan oleh logikaku. Aku mungkin bukan orang pintar dan nilaikupun tidaklah luar biasa namun jika logika tidak menang ada rasa kehilangan yang kualami, dan saat ini menghadapi kholis logika tidak bisa berkata apa-apa. permainan yang dimainkan si Nyai terlalu hebat dan tak bisa kuimbangi. Nyai seperti menari-nari di pemikiran kholis, menghinaku bahwa aku tidak dapat mempengaruhinya untuk melupakannya di memori otak kholis.
Tidak terasa sudah hampir habis kotak yang berbatang-batang itu jumlahnya dan tetap tidak bisa aku mengeluarkan satu idepun untuk si kholis yang semakin murung dan nampak nyata olehku. semahal itukah sebuah sms untuk si kholis ? seberat itukah suara engkau keluarkan untuk "kakak"mu itu? Banyak hal yang jawabannya seperi analogi supir bemo karena hanya Tuhan dan supir bajai yang tahu kemana a akan berbelok.
"mungkin dia kehabisan pulsa jadi tidak bisa menjawab smsmu" ujarku berharap alasan ini akan diterimanya sambil memikirkan ide berikutnya.
"tapi sudah tiga hari ia tidak membalasnya." jawabnya tidak menerima.
"Sobat, apakah kau bahagia melihatnya bahagia?" tanyaku
"iya, tentu saja" jawab kholis.
"kalo begitu biarkanlah ia bahagia, mungkin jika tanpa gangguanmu ia akan sedikit lega" ujarku lagi kali ini berusaha tidak terlalu menyakitinya.
"kadang engkau tidak perlu berkata apapun untuk tahu dia baik-baik saja, kan kadang sesekali ia online ceritamu mungkin itu menunjukkan kepadamu bahwa ia sehat, dan tak ingin diganggu" menimpali alasanku yang kini mulai diterima
"Seekor burung itu lebih bahagia jika bisa terbang bebas dibandingkan di sangkar sobat, dia bahagia yakinlah itu!" kembali menemukan logikaku yang kehilangan sinyal beberapa saat tadi.Seperti menerima penjelasanku, langkah beratnya pun akhirnya terdengar meninggalkan kamarku dan kini kembali hanya aku dan siputih yang trus kubakar. "Setidaknya bebannya berkurang sampai mungkin beberapa saat, sebelum ingatan si Kholis tentang Kebahagiaanya bersama Nyai kembali mengusik tidurnya" ujarku sambil memejamkan mata untuk mencicipi irisan kematian yang selalu mengingatkanku hakikat akan hidup adalah untuk itu.
[Adakah Gelap Itu Sempurna?]
adakah gelap itu sempurna?
meski di dalam kotak besi tertutup rapat; lantas kotak itu dimasukkan dalam ruangan berdinding beton tebal; lantas ruangan itu didirikan di rimba belantara terdalam; lantas rimba itu sedang malam tak berbintang tak berbulan...
apakah di dalam kotak itu sempurna gelap?
bukalah ilmu2 fisika, teori2 modern! pancung kepala (asal jgn kepala saya) jika jawabannya iya.
jika demikian...
adakah kesedihan itu sempurna?
[Coretan untuk How to how to survived nowhere land)
bawa korek supaya klo butuh api unggun dan masak lebih mudah dan yang paling penting bawa sabun!!! soalnya kebayangkan klo abis itu trus diberesinnya (baca cebog) gak pake sabun (wakakaka..). Tapi yang paling penting bawa diri gimana mow tersesat klo belum kemana2 ? klo penjelasan saya sih yang paling penting klo tersesat kemana2 adalah senyum, karena belum ada kejadian orang dibunuh karena kebanyakan tersenyum. karena senyum itu sedekah yang paling murah kata si Kholis. sekian dari gw mungkin yang komen2 dibawa saya yang mungkin lebih waras bisa meberi saran yang lebih baik.. (^^V)
[Call Of Duty]
Yup minggu ini masuk hari sabtupun harus tetap masuk sekolah, pagi2 berangkat gak pake cebok ehhh cebok ding tapi gak pake sabun (wakakaka.. Joroknya udah kek Bapak Stavolt!!), becanda ding gak sejorok itu tapi mandinya yah mandi koboi.nyampe di TeKaPe matiin semua perangkat untuk nambah daya trus bobo kek kucing abis makan, dan trus bangun gak pake gosok gigi (jorok lagi wakakaka..) untuk nyalain semua server sehabis tambah daya.Alhamdulillah gak pake episode ngadat atau bermasalah dan lumayan bisa MakSiaT (Makan Siang Gratis).awalnya gak percaya klo sabtunya bakalan lembur soalnya gw sering dikerjain ama senior semenjak ruangan nggak pernah sepi dari tawa yang kukondisikan atapun kupaksakan kondisinya kek tempat kerjaanku yang lama (bawaan sih keknya,, klo kata partner in crime gw dulu sejenis virus ^^V). Kata bapak stavolt gak ada di divisi gw yang lucu klo yang cabul mungkin banyak (wakakaka.. Piss!!). Pada ngerjain gw bilang klo Surat tugas ke makassar gak boleh ada nama gw. Tapi walau gak punya BB gw tahu senior2 yg baik hati itu selalu ngusulin k P'Bos supaya ane sedikit di recharge pulang MKS di BB supaya gak terlalu gila dan gangguin serta ngejahilin semuanya terus, makasih..makasih.. (*dengan mata berkaca2 supaya kesannya terharu huek..huek..).
[Pesan Sponsor dalam Batu Kecil]
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikanpesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak,tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depantemannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.
Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingatkepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita
[Kholis Lagi]

Karena hujan menyembunyikan airmata
Malam
begitu tenang saat aku sedang memutar lagu iseng-iseng melatih
kemampuan karoke yang dari dulu dan ampe sekarang semakin mirip bang Rio
Febrian walau tampang masih tetap kek Udin Sedunia itupun yang udah
digebukin sekampung.(Cinta Dalam Hati-ungu)
mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu
telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja
Ketenangannya sedikit hilang saat sahabatku kholis datang menjenguk, disingkirkannya kotak putih yang membuatku batuk 2 hari ini. Sahabat yang paling sering menderita karena keegoisanku itu datang curhat seperti biasa jika sedang dalam titik terndah.
kholis adalah seseorang yang paling sederhana memahami hidupnya. Mengalir begitu saja seperti sungai, tanpa kebencian, tanpa ambisi, tanpa pretensi, lurus perangainya, lapang hatinya. Bahkan untuk kejadian yang paling menyakitkan dalam hidupnya, tetap saja dia tulus seperti si Borno nya Bang Darwis ei-kei-ei Tere-Liye dalam kau, aku dan kota kita. Mungkin hanya Nyai yang bisa membuatnya serumit ini dalam kisah kehidupannya.
"mungkin dia lebih baik dan bahagia dengan orang lain" memandangku berharap ada sesuatu yang bisa terucap dari bibirku.
"aku hanya ingin tetap bersahabat dengannya, karena buatku sekali sahabat maka itu untuk selamanya bocah!" menyeka ujung matanya, setelah puluhan sms yang terkirim di hapenya dan tak satupun yang terbalas.
"Mungkin aku pernah salah menginginkan dirinya untukku sendiri, namun aku menerima peran sebagai kakak itu bocah! kakak! dan berusaha menjadi kakak yang baik" tertunduk lesu setelah tak ada suara apapun dari kerongkonganku. aku menelan ludah mencoba memahami perasaanya saat itu, namun aku terlalu sedih untuknya dan badankupun tidak sesehat biasanya untuk menghinanya.
"Ingin ku tuliskan semua yang disukainya dan yang tidak disukainya untuk lelaki itu sapapun dia agar aku merasa yakin "adikku" itu bahagia namun bagaimana mungkin, bahkan mengenalnyapun aku tidak bisa" menyerang kesedihanku yang selalu tersembunyi jika ia sedang meluapkan kekesalanya kepadaku. Aku tahu kesedihannya itu karena aku tahu semua cerita Kholis dan Nyai beserta kronologisnya secara spesifik dan hanya aku yang tahu walaupun ada beberapa yang mencoba mencari tahu isi hati si Kholis.
Goresan note yang kutulispun serasa hambar sehambar perlakuannya pada kholis namun aku tidak bisa mengatakan dia salah dan kholis yang benar karena dalam kisah percintaan tidak ada benar atau salah. Aku tidak bisa menyalahkan si Nyai karena hati itu dipilih bukan memilih seperti dalam Novel Perahu Kertas, tapi aku juga tidak bisa menghentikan kesedihan sahabatku itu karena rasa itu jika manis sangatlah manis sedangkan jika pahit teramat pahit.
"Ambillah wudhu sobat, sholatlah dan tenangkan dirimu" ide yang paling jarang kuberikan keadanya setelah lama terdiam , berusaha mengulur waktu untuk memberikan kata yang tepat tanpa perlu melukai perasaan sahabatku itu.
kamar itu kini terasa sejuk dan tenang, kembali terdengar secara samar doa dengan nama si Nyai diakhir shalat si kholis, ingin menangis rasanya tapi itu akan meruntuhkan pencitraan yang telah kubangun dengan susah payah. aku semakin kehilangan ide yang lebih baik untuknya selain sesekali melihat kaleng pembasmi nyamuk dan tertawa geli dengan bayangan itu. tapi aku tahu sobatku tidak serumit itu, satu-satunya yang membuat rumit adalah cintanya yang hanyalah pada seorang Nyai itu. Jika yang lain apalagi aku jika kegagalan melanda maka melupakannya dan melangkah kedepan adalah pilihan yang paling dan sangat baik namun sudah ribuan kali ideku itu selalu gagal dengan kepolosan dan ketulusannya.
Tanganku berusaha meraih kotak yang setia menemaniku dan mencoba mengambil sebatang untuk meredakan penderitaanku yang walau hanya mendengar tetapi seakan-akan menghayatinya, namun ditampik si kholis dengan gesitnya..
"Engkau menyakiti dirimu sendiri sobat, cobalah berhenti setidaknya hingga batukmu reda!" ungkapnya tegas.
"ayolah! dan bisakah engkau menghentikan kesedihanmu itu ? dan bisakah engkau menghentikan harapan mulukmu itu hingga setidaknya tidak terlalu sakit hatimu ?" ujarku dan berusaha meminta kotak itu. Diserahkannya kotak itu seolah-olah menjawab pertanyaanku yang pedih mengiris logikanya.
Kubakar sebatang tanda kemenanganku itu yang menjadi trophy peperangan logika kami. Kuhisap dalam seakan-akan itu adalah anastesiku dari beratnya kisah yang dialami si kholis, kali ini aku benar-benar kalah perang untuk mengatasi masalahnya seperti perasaan saat algoritmaku ditaklukkan oleh program yang rumit yang tidak bisa dipecahkan oleh logikaku. Aku mungkin bukan orang pintar dan nilaikupun tidaklah luar biasa namun jika logika tidak menang ada rasa kehilangan yang kualami, dan saat ini menghadapi kholis logika tidak bisa berkata apa-apa. permainan yang dimainkan si Nyai terlalu hebat dan tak bisa kuimbangi. Nyai seperti menari-nari di pemikiran kholis, menghinaku bahwa aku tidak dapat mempengaruhinya untuk melupakannya di memori otak kholis.
Tidak terasa sudah hampir habis kotak yang berbatang-batang itu jumlahnya dan tetap tidak bisa aku mengeluarkan satu idepun untuk si kholis yang semakin murung dan nampak nyata olehku. semahal itukah sebuah sms untuk si kholis ? seberat itukah suara engkau keluarkan untuk "kakak"mu itu? Banyak hal yang jawabannya seperi analogi supir bemo karena hanya Tuhan dan supir bajai yang tahu kemana a akan berbelok.
"mungkin dia kehabisan pulsa jadi tidak bisa menjawab smsmu" ujarku berharap alasan ini akan diterimanya sambil memikirkan ide berikutnya.
"tapi sudah tiga hari ia tidak membalasnya." jawabnya tidak menerima.
"Sobat, apakah kau bahagia melihatnya bahagia?" tanyaku
"iya, tentu saja" jawab kholis.
"kalo begitu biarkanlah ia bahagia, mungkin jika tanpa gangguanmu ia akan sedikit lega" ujarku lagi kali ini berusaha tidak terlalu menyakitinya.
"kadang engkau tidak perlu berkata apapun untuk tahu dia baik-baik saja, kan kadang sesekali ia online ceritamu mungkin itu menunjukkan kepadamu bahwa ia sehat, dan tak ingin diganggu" menimpali alasanku yang kini mulai diterima
"Seekor burung itu lebih bahagia jika bisa terbang bebas dibandingkan di sangkar sobat, dia bahagia yakinlah itu!" kembali menemukan logikaku yang kehilangan sinyal beberapa saat tadi.Seperti menerima penjelasanku, langkah beratnya pun akhirnya terdengar meninggalkan kamarku dan kini kembali hanya aku dan siputih yang trus kubakar. "Setidaknya bebannya berkurang sampai mungkin beberapa saat, sebelum ingatan si Kholis tentang Kebahagiaanya bersama Nyai kembali mengusik tidurnya" ujarku sambil memejamkan mata untuk mencicipi irisan kematian yang selalu mengingatkanku hakikat akan hidup adalah untuk itu.
[Adakah Gelap Itu Sempurna?]
adakah gelap itu sempurna?
meski di dalam kotak besi tertutup rapat; lantas kotak itu dimasukkan dalam ruangan berdinding beton tebal; lantas ruangan itu didirikan di rimba belantara terdalam; lantas rimba itu sedang malam tak berbintang tak berbulan...
apakah di dalam kotak itu sempurna gelap?
bukalah ilmu2 fisika, teori2 modern! pancung kepala (asal jgn kepala saya) jika jawabannya iya.
jika demikian...
adakah kesedihan itu sempurna?
[Coretan untuk How to how to survived nowhere land)
bawa korek supaya klo butuh api unggun dan masak lebih mudah dan yang paling penting bawa sabun!!! soalnya kebayangkan klo abis itu trus diberesinnya (baca cebog) gak pake sabun (wakakaka..). Tapi yang paling penting bawa diri gimana mow tersesat klo belum kemana2 ? klo penjelasan saya sih yang paling penting klo tersesat kemana2 adalah senyum, karena belum ada kejadian orang dibunuh karena kebanyakan tersenyum. karena senyum itu sedekah yang paling murah kata si Kholis. sekian dari gw mungkin yang komen2 dibawa saya yang mungkin lebih waras bisa meberi saran yang lebih baik.. (^^V)
[Call Of Duty]
Yup minggu ini masuk hari sabtupun harus tetap masuk sekolah, pagi2 berangkat gak pake cebok ehhh cebok ding tapi gak pake sabun (wakakaka.. Joroknya udah kek Bapak Stavolt!!), becanda ding gak sejorok itu tapi mandinya yah mandi koboi.nyampe di TeKaPe matiin semua perangkat untuk nambah daya trus bobo kek kucing abis makan, dan trus bangun gak pake gosok gigi (jorok lagi wakakaka..) untuk nyalain semua server sehabis tambah daya.Alhamdulillah gak pake episode ngadat atau bermasalah dan lumayan bisa MakSiaT (Makan Siang Gratis).awalnya gak percaya klo sabtunya bakalan lembur soalnya gw sering dikerjain ama senior semenjak ruangan nggak pernah sepi dari tawa yang kukondisikan atapun kupaksakan kondisinya kek tempat kerjaanku yang lama (bawaan sih keknya,, klo kata partner in crime gw dulu sejenis virus ^^V). Kata bapak stavolt gak ada di divisi gw yang lucu klo yang cabul mungkin banyak (wakakaka.. Piss!!). Pada ngerjain gw bilang klo Surat tugas ke makassar gak boleh ada nama gw. Tapi walau gak punya BB gw tahu senior2 yg baik hati itu selalu ngusulin k P'Bos supaya ane sedikit di recharge pulang MKS di BB supaya gak terlalu gila dan gangguin serta ngejahilin semuanya terus, makasih..makasih.. (*dengan mata berkaca2 supaya kesannya terharu huek..huek..).
[Pesan Sponsor dalam Batu Kecil]
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikanpesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak,tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depantemannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.
Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingatkepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita

0 comments:
Post a Comment