Nulis ini ditemani lagu widuri lantunan kamar 18 yang sudah tentu memekkakan telinga.. emang jamannya kali yak? wakakaka..
[Call Of Duty]
Minggu ini semuanya berbincang ke gw dalam bahasa inggris (gak mudeng gw), karena sejak minggu lalu akibat korespondensi itu yang tiap hari harus kuposting di forum (newbie takut salah soalnya..). Hari ini dengan beban berat yang ada dikepala terpaksa menyelesaikan konfigurasi untuk demo di bandung. Sedikit punya cerita, entah kenapa paling gak bisa yang namanya remot-meremot maunya sih datang langsung ke Makassar *lho?? wakakaka..
BEGIN :

Adminwati: "Loe punya high heels, gak?"
SysAdmin: "NGGAK LAH!... (lirih) kaki gua gak muat.
*Ruang Server didengar ama Netadmin yang langsung ngecek ukuran sepatu sysadmin
[Kamu terlalu berharap banyak dari orang.]
Mahasiswa #1: "Gua kalo nyeberang jalan paling takut lho. Apalagi kalau harus kasih tangan, gak mau gua!"
Mahasiswa #2: "Kenapa kok takut?"
Mahasiswa #1: "Iyah, gua takut kalo pas ada mobil, supirnya turun terus sungkem cium tangan gitu."
*Kampus di Depok, didengar oleh pejalan kaki lain yang ingin segera mendorong mahasiswa #1 ke tengah jalan.
[Udang apa?]
Mahasiswa #1: "Pensil gua mana?"
Mahasiswa #2: "Pensil yang mana?"
Mahasiswa #1: "Pensil isi..."
Mahasiswa #2: "Isi apaan?"
Mahasiswa #1: "YA ISI PENSIL LAH! MASA PENSIL ISI UDANG!"
*Kampus di Grogol, didengar oleh mahasiswa lain yang ingin beri gorengan isi karbon.
[Bisa jadi guru teladan dia...]
Cowok: (Menerima telepon) "Halo? Apa? Hep a nais dei? Oooh, artinya selamat malem gitu deh. Iya tuh... katanya dia mau belajar bahasa Inggris sama aku!"
*Sebuah bus Patas di Jakarta, didengar penumpang lain yang gagal merasa kagum oleh kemampuan bahasa cowok itu.
[Spoiler dari carbon fiber juga biar seksi]
Ibu #1: "Duh, liat deh si Jeng X, badannya sekarang keliatan kenceng dan langsing banget yah kaya ABG!"
Ibu #2: "Iya, kan dia pake bodykit!"
*Didengar oleh seorang pelajar yang ingin tahu apakah badannya aerodinamis.
END.
[Si Kholis]
malam ini Tiap sejam sekali disambanginya hapenya berharap dirinya tiba-tiba khilap dan menelpon, atau secara tidak sengaja memencet tombol-tombol yang berbaris rapi di hape dirinya sehingga menyusun sebuah kata, syukur2 jika bisa membentuk kalimat yang akan tersimpan selamanya di inbox si kholis setelah terkirim. kalimat yang mungkin akan menghantar sedikit senyuman diwajah kholis sebelum tertidur karena pesan yang terakhir yang dibacanya setiap malam sepertinya sudah kadaluarsa, sudah 2 hari sejak tanggal pengirimannya yang merupakan "reminder" bagi si kholis bahwa dirinya masih mengingat.
malam ini hanya sms dari ayah yang sejenak muncul di hapenya, minta dikirmkan pulsa 100 ribu karena ada masalah di kantor polisi dan sekarang memakai hape temannya dan tidak bisa dihubungi. malam sebelumnya masalahnya dirumah sakit, dua hari sebelumnya ibu juga sms yang sama, mungkin besok kakak, besoknya lagi adek, setelah itu nenek kemudian kakek, lalu teteh, aa, bibi, paman,banyaklah pokoknya sekeluarga minta dibeliin pulsa. benar2 kreatif kek si bocah yang setiap hari memberiku julukan baru!!
malam ini ditengah kesedihannya, si kholis melakukan tradisi yang biasa dilakukan oleh pujaannya.kali ini kholis mencoba untuk menghilangkan ke-bete-annya berkeliling dengan motor pinjaman dari senior yang sedang keluar kota. Berharap dinginnya malam meredakan kerinduannya yang sudah berada di pucuk. Berharap gerimis akan menghilangkan rasa sakitnya, berharap angin mengeringkan lukanya. Namun tradisi ini makin menambah kerinduan itu, menyayat kembali luka itu, dan kesendiriannya ini seperti menyiram perih kedalam luka itu. Hanya basah dan hidung yang mulai mengeluarkan cairan berupa lendir yang aneh.
malam ulang tahunnya, pernahkah kalian merasa bagaimana dihari bahagiamu dan kamu harus mengalah untuk orang lain? maka itu dilakukan kholis dalam diamnya. Sementara yang lain memberikannya kue, kholis harus rela tidak berjumpa keluarganya yang menyediakan suprise dirumah untuk menunggu "adiknya" menunggu orang lain yang sedang ngambek dan harus pulang cepat. yah itulah pengorbanan seorang kakak yang berulang tahun untuk teman "adiknya" yang istimewa. jika kecemburuan seperti api yang membakar segalanya maka kuyakinkan kepada kalian kecemburuan yang harus dependamnya dalam diam seperti membakarku saat melihatnya. bahkan saat mereka mengatakan sahabatku kholis itu adalah orang yang egois maka yakinlah definisi egois mereka sangatlah sempit. Kakak yang baik selalu menjaga adiknya walaupun itu menorehkan luka..
[PESAN SPONSOR:..Selamat Ulang Tahun dan Terima Kasih untuk Traktirannya.. Y&N]
malam kemarin Banyak yang berkata mengapa kholis seperti tersihir hanya kepadanya? jika saja kalian tahu bagaimana sebenarnya si Nyai, melihat dari sudut pandang si kholis maka kalianpun akan melakukan hal yang sama, ungkap si kholis. Lihat matanya maka kalian akan menemukan keteduhan didalamnya, kata-katanya yang blak-blakannya selalu mengandung kebenaran, cara bicara yang energik mencairkan dan memeriahkan suasana, candanya selalu bisa membuat si kholis terbahak-bahak. namun jika engkau bertanya kenapa kholis mencintainya ? maka dia tak akan bisa menjawabnya karena akan habis semua kata yang ada dikamus untuk menjelaskannya akan tak bersisa tinta di muka bumi untuk mencoba menuliskan kesempurnaannya. Perlakuannya yang menurut orang kasar itu sebenarnya itu karena rasa manjanya yang selalu berusaha ia tutupi karena tidak seperti yang lain yang manja dengan cara memperlihatkannya sehingga para predator berusaha mewujudkan keinginannya atau sekedar berkomentar menggoda. Kemanjaannya ditunjukkan dengan sikap mandirinya walau kholis selalu tahu dan membuatnya jengkel sehingga selalu membuat pujaannya marah. Lihatlah ketulusan hatinya maka kalian akan melihat apa yang membuatku seperti ini, teriak si kholis dalam suara kebisuannya.
malam kemarin, malam ini dan esok malam, walaupun tanpa kabar berita darinya Kholis selalu berharap sang pujaan selalu sehat, bahagia dan dapat tidur nyenyak dan bermimpi indah. Walaupun tidak mungkin tapi tetap berharap ada dirinya dalam mimpi itu walau hanya sejenak ataupun cuma kilasan tapi cukup untuk memberitahukannya bahwa ada yang merindukan dirinya.
[Senyuman Mematikan dibalik Kerudung Kuning]
Duduklah si Kholis menunggu wawancaranya di kantor baru, saat sesosok penampakan muncul entah darimana dengan baju coklat berlogo perusahaan. yah wanita yang kini memakai kerudung kuning itulah yang membunuhnya dengan senyuman pertamanya, entah kenapa si kholis yang mulanya biasa saja itu kini sangat tergila-gila padanya dan juga lelaki-lelaki lain yang seperti terpelet akan senyumannya. wah persaingan lagi dan seperti biasa si kholis selalu kalah dengan namanya persaingan karena si Kholis terbiasa mengalah. gerak tubuh yang seperti menebar pesona itulah yang akan membuat semuanya memandang kagum dan serta merta ingin mengungkapkan perasaaannya saat itu juga.
Kerudung kuning itu akan membunuhmu ungkapku, mencoba menahan tubuh si kholis yang seakan tidak berada dibumi dan ingin terbang layaknya bijih besi terhadap magnet. Kholis berkata padaku "biarkan aku mendengar suaranya walau sejenak untuk menenangkan hati yang gundah gulana ini, ijinkan aku memandang wajahnya sekilas walau hanya lewat foto hingga lepas rinduku padanya". dia sudah menjadi candu baginya. seperti nikotin yang kuakui sedikit demi sedikit mencicipi paru2ku, tapi aku juga tak mampu menghentikannya karena dia sudah menjadi bagian yang tak terpisahkanku, hingga mungkin seorang puteri kecilku kelak menyadarkanku bahwa aku memiliki anak perempuan yang harus terus kulindungi sehingga aku harus terus hidup untuk menjaganya hingga siap kelepaskan kepada Pria alim yang akan menjaganya kelak dengan hati dan nyawanya.
Senyuman Monalisa, ungkap temanku yang lain yang selalu kusembunyikan dari sepengetahuan si Kholis. Senyuman yang akan menambah umurmu 1000 tahun lagi ungkap temanku yang lainnya lagi. Senyum bidadari khayangan dan semakin banyak kata senyuman puitis sumbangan2 teman dibalik memori otak yang bahkan menjalankan kalkulator scientific pun tidak akan kuat, dan pemikiran yang jauh sangat vulgar dan tidak puitis.
<as request=""></as>
[TTS]
MENURUN
1. Berkurangnya kemampuan
3. ikut saja
4. Sebuah Marga di Suku Sumatera
6. dia sedang ... skripsi
8. membantu arah
9. Kondisi wajah
MENDATAR
1. Kemampuan yang tidak naik maupun turun
2. Kholis sedang ... mereka yang mengikuti penataran
4. ... belakangi kejadian itu
5. lukanya mulai ...
6. keadaan tubuh di kursi
7. membantu pergi
8. Sebuah Daerah di Sulawesi Barat
<again as="" request="" agan="" jun="" aidel=""> NB: Ntar Gw Tarik bea Langganannya</again>

namanya juga bocah jadi gak tau apa2, mohon maap klo ada salah Feel Free 2 Remove tag..
[Call Of Duty]
Minggu ini semuanya berbincang ke gw dalam bahasa inggris (gak mudeng gw), karena sejak minggu lalu akibat korespondensi itu yang tiap hari harus kuposting di forum (newbie takut salah soalnya..). Hari ini dengan beban berat yang ada dikepala terpaksa menyelesaikan konfigurasi untuk demo di bandung. Sedikit punya cerita, entah kenapa paling gak bisa yang namanya remot-meremot maunya sih datang langsung ke Makassar *lho?? wakakaka..
BEGIN :

pengen lempar sendal
[Pengennya yang dari kaca mungkin]Adminwati: "Loe punya high heels, gak?"
SysAdmin: "NGGAK LAH!... (lirih) kaki gua gak muat.
*Ruang Server didengar ama Netadmin yang langsung ngecek ukuran sepatu sysadmin
[Kamu terlalu berharap banyak dari orang.]
Mahasiswa #1: "Gua kalo nyeberang jalan paling takut lho. Apalagi kalau harus kasih tangan, gak mau gua!"
Mahasiswa #2: "Kenapa kok takut?"
Mahasiswa #1: "Iyah, gua takut kalo pas ada mobil, supirnya turun terus sungkem cium tangan gitu."
*Kampus di Depok, didengar oleh pejalan kaki lain yang ingin segera mendorong mahasiswa #1 ke tengah jalan.
[Udang apa?]
Mahasiswa #1: "Pensil gua mana?"
Mahasiswa #2: "Pensil yang mana?"
Mahasiswa #1: "Pensil isi..."
Mahasiswa #2: "Isi apaan?"
Mahasiswa #1: "YA ISI PENSIL LAH! MASA PENSIL ISI UDANG!"
*Kampus di Grogol, didengar oleh mahasiswa lain yang ingin beri gorengan isi karbon.
[Bisa jadi guru teladan dia...]
Cowok: (Menerima telepon) "Halo? Apa? Hep a nais dei? Oooh, artinya selamat malem gitu deh. Iya tuh... katanya dia mau belajar bahasa Inggris sama aku!"
*Sebuah bus Patas di Jakarta, didengar penumpang lain yang gagal merasa kagum oleh kemampuan bahasa cowok itu.
[Spoiler dari carbon fiber juga biar seksi]
Ibu #1: "Duh, liat deh si Jeng X, badannya sekarang keliatan kenceng dan langsing banget yah kaya ABG!"
Ibu #2: "Iya, kan dia pake bodykit!"
*Didengar oleh seorang pelajar yang ingin tahu apakah badannya aerodinamis.
END.
[Si Kholis]
malam ini Tiap sejam sekali disambanginya hapenya berharap dirinya tiba-tiba khilap dan menelpon, atau secara tidak sengaja memencet tombol-tombol yang berbaris rapi di hape dirinya sehingga menyusun sebuah kata, syukur2 jika bisa membentuk kalimat yang akan tersimpan selamanya di inbox si kholis setelah terkirim. kalimat yang mungkin akan menghantar sedikit senyuman diwajah kholis sebelum tertidur karena pesan yang terakhir yang dibacanya setiap malam sepertinya sudah kadaluarsa, sudah 2 hari sejak tanggal pengirimannya yang merupakan "reminder" bagi si kholis bahwa dirinya masih mengingat.
malam ini hanya sms dari ayah yang sejenak muncul di hapenya, minta dikirmkan pulsa 100 ribu karena ada masalah di kantor polisi dan sekarang memakai hape temannya dan tidak bisa dihubungi. malam sebelumnya masalahnya dirumah sakit, dua hari sebelumnya ibu juga sms yang sama, mungkin besok kakak, besoknya lagi adek, setelah itu nenek kemudian kakek, lalu teteh, aa, bibi, paman,banyaklah pokoknya sekeluarga minta dibeliin pulsa. benar2 kreatif kek si bocah yang setiap hari memberiku julukan baru!!
malam ini ditengah kesedihannya, si kholis melakukan tradisi yang biasa dilakukan oleh pujaannya.kali ini kholis mencoba untuk menghilangkan ke-bete-annya berkeliling dengan motor pinjaman dari senior yang sedang keluar kota. Berharap dinginnya malam meredakan kerinduannya yang sudah berada di pucuk. Berharap gerimis akan menghilangkan rasa sakitnya, berharap angin mengeringkan lukanya. Namun tradisi ini makin menambah kerinduan itu, menyayat kembali luka itu, dan kesendiriannya ini seperti menyiram perih kedalam luka itu. Hanya basah dan hidung yang mulai mengeluarkan cairan berupa lendir yang aneh.
malam ulang tahunnya, pernahkah kalian merasa bagaimana dihari bahagiamu dan kamu harus mengalah untuk orang lain? maka itu dilakukan kholis dalam diamnya. Sementara yang lain memberikannya kue, kholis harus rela tidak berjumpa keluarganya yang menyediakan suprise dirumah untuk menunggu "adiknya" menunggu orang lain yang sedang ngambek dan harus pulang cepat. yah itulah pengorbanan seorang kakak yang berulang tahun untuk teman "adiknya" yang istimewa. jika kecemburuan seperti api yang membakar segalanya maka kuyakinkan kepada kalian kecemburuan yang harus dependamnya dalam diam seperti membakarku saat melihatnya. bahkan saat mereka mengatakan sahabatku kholis itu adalah orang yang egois maka yakinlah definisi egois mereka sangatlah sempit. Kakak yang baik selalu menjaga adiknya walaupun itu menorehkan luka..
[PESAN SPONSOR:..Selamat Ulang Tahun dan Terima Kasih untuk Traktirannya.. Y&N]
malam kemarin Banyak yang berkata mengapa kholis seperti tersihir hanya kepadanya? jika saja kalian tahu bagaimana sebenarnya si Nyai, melihat dari sudut pandang si kholis maka kalianpun akan melakukan hal yang sama, ungkap si kholis. Lihat matanya maka kalian akan menemukan keteduhan didalamnya, kata-katanya yang blak-blakannya selalu mengandung kebenaran, cara bicara yang energik mencairkan dan memeriahkan suasana, candanya selalu bisa membuat si kholis terbahak-bahak. namun jika engkau bertanya kenapa kholis mencintainya ? maka dia tak akan bisa menjawabnya karena akan habis semua kata yang ada dikamus untuk menjelaskannya akan tak bersisa tinta di muka bumi untuk mencoba menuliskan kesempurnaannya. Perlakuannya yang menurut orang kasar itu sebenarnya itu karena rasa manjanya yang selalu berusaha ia tutupi karena tidak seperti yang lain yang manja dengan cara memperlihatkannya sehingga para predator berusaha mewujudkan keinginannya atau sekedar berkomentar menggoda. Kemanjaannya ditunjukkan dengan sikap mandirinya walau kholis selalu tahu dan membuatnya jengkel sehingga selalu membuat pujaannya marah. Lihatlah ketulusan hatinya maka kalian akan melihat apa yang membuatku seperti ini, teriak si kholis dalam suara kebisuannya.
malam kemarin, malam ini dan esok malam, walaupun tanpa kabar berita darinya Kholis selalu berharap sang pujaan selalu sehat, bahagia dan dapat tidur nyenyak dan bermimpi indah. Walaupun tidak mungkin tapi tetap berharap ada dirinya dalam mimpi itu walau hanya sejenak ataupun cuma kilasan tapi cukup untuk memberitahukannya bahwa ada yang merindukan dirinya.
[Senyuman Mematikan dibalik Kerudung Kuning]
Duduklah si Kholis menunggu wawancaranya di kantor baru, saat sesosok penampakan muncul entah darimana dengan baju coklat berlogo perusahaan. yah wanita yang kini memakai kerudung kuning itulah yang membunuhnya dengan senyuman pertamanya, entah kenapa si kholis yang mulanya biasa saja itu kini sangat tergila-gila padanya dan juga lelaki-lelaki lain yang seperti terpelet akan senyumannya. wah persaingan lagi dan seperti biasa si kholis selalu kalah dengan namanya persaingan karena si Kholis terbiasa mengalah. gerak tubuh yang seperti menebar pesona itulah yang akan membuat semuanya memandang kagum dan serta merta ingin mengungkapkan perasaaannya saat itu juga.
Kerudung kuning itu akan membunuhmu ungkapku, mencoba menahan tubuh si kholis yang seakan tidak berada dibumi dan ingin terbang layaknya bijih besi terhadap magnet. Kholis berkata padaku "biarkan aku mendengar suaranya walau sejenak untuk menenangkan hati yang gundah gulana ini, ijinkan aku memandang wajahnya sekilas walau hanya lewat foto hingga lepas rinduku padanya". dia sudah menjadi candu baginya. seperti nikotin yang kuakui sedikit demi sedikit mencicipi paru2ku, tapi aku juga tak mampu menghentikannya karena dia sudah menjadi bagian yang tak terpisahkanku, hingga mungkin seorang puteri kecilku kelak menyadarkanku bahwa aku memiliki anak perempuan yang harus terus kulindungi sehingga aku harus terus hidup untuk menjaganya hingga siap kelepaskan kepada Pria alim yang akan menjaganya kelak dengan hati dan nyawanya.
Senyuman Monalisa, ungkap temanku yang lain yang selalu kusembunyikan dari sepengetahuan si Kholis. Senyuman yang akan menambah umurmu 1000 tahun lagi ungkap temanku yang lainnya lagi. Senyum bidadari khayangan dan semakin banyak kata senyuman puitis sumbangan2 teman dibalik memori otak yang bahkan menjalankan kalkulator scientific pun tidak akan kuat, dan pemikiran yang jauh sangat vulgar dan tidak puitis.
<as request=""></as>
[TTS]
MENURUN
1. Berkurangnya kemampuan
3. ikut saja
4. Sebuah Marga di Suku Sumatera
6. dia sedang ... skripsi
8. membantu arah
9. Kondisi wajah
MENDATAR
1. Kemampuan yang tidak naik maupun turun
2. Kholis sedang ... mereka yang mengikuti penataran
4. ... belakangi kejadian itu
5. lukanya mulai ...
6. keadaan tubuh di kursi
7. membantu pergi
8. Sebuah Daerah di Sulawesi Barat
<again as="" request="" agan="" jun="" aidel=""> NB: Ntar Gw Tarik bea Langganannya</again>

ngobrol mulu sih
namanya juga bocah jadi gak tau apa2, mohon maap klo ada salah Feel Free 2 Remove tag..

0 comments:
Post a Comment