[At least]
Gw tidak akan menggambarkan mengenai kehebatan orang jepang dalam menanggulangi bencana yang bertubi-tubi, tidak diragukan lagi semangat Gambaru nya, tidak ada yang meragukan rasa saling membantu dan sependeritaan mereka karena mungkin sudah terlalu banyak yang telah menuliskannya dengan deskripsi paling tepat dan gw juga bukan orang yang paling tahu kondisi atau budaya mereka, tapi yang bisa kulakukan adalah angkat topi untuk semua individu yang menyatu itu.
Yang Gw bisa sampaikan negeri tetangga juga tidak sebegitu jeleknya, cobalah melihat jauh lebih kebawah ke desa-desa yang gotong royong masih tetap makmur, jangan bercermin pada kota dan produk teknologi dimana jurang pemisah antara yang berada dan yang tidak semakin jauh, sementara jembatan benar dan salah menjadi semakin dekat dan sulit untuk dibedakan. betapa bahagianya sesekali melihat seorang pelajar menawarkan tempat duduknya untuk ibu tua yang sedikit kerepotan dengan langkahnya, betapa senangnya dalam hati saat pemuda serta merta berdiri dari tempat duduknya melihat seorang ibu hamil yang sedang mengatur nafasnya, senyumpun terkulum lembut saat seorang ibu penjual mepersilahkan air panasnya diambil tanpa upah utuk susu oleh seorang ibu yang berusaha menghapus peluh diwajahnya saat menggendong si kecil. hal-hal yang biasa di masa lalu kini jadi istimewa di saat ini.
gw gak pengen mengatakan bahwa kita jauh lebih baik dari mereka ataupun kita lebih jelek dari mereka, namun setidaknya bisakah kita belajar seperti mereka yang teknologinya jauh lebih hebat dari kita namun sedikitpun budaya dasarnya tidak hilang. bisakah kita berhenti digilas oleh jaman dan teknologi yang seharusnya hanya membantu untuk menjadi lebih baik.
[Call Of Duty]
minggu ini penuh dengan konfigurasi dan english, mulai dari konfigurasi yang ruwet kek benang kusut, konfigurasi yang lumayan tertolong oleh hoki, sampai konfigurasi iseng ujicobaku. meeting yang terjadi in English (waddooow bahasa indonesia aja saya belepotan apalagi inggriss.. gak ngerti blas..), yang ada cuman melongo ngeliat orang ngobrol seperti mau meludah (wakakaka..). udah gitu harus korespondensi ama Mr singapore pake bahasa itu lagi lewat e-mail, untung saja dibantu ama om google dengan kacamata translatenya klo bahasa makassarnya itu "don't need to be genius to typed www.google.com on your browser". untung kebiasaan mengetik yang terus kuasah dengan menulis note yang gak jelas ini turut membantu kelancaran pekerjaan. *tetap aja tulisan englishnya ngaco!! gak punya BB sih ^^V
[Catatan kecil si Kholis]
Mendengar dirinya sakit membuatku khawatir ungkap si kholis dalam hati, hal yang paling membuatnya menderita lebih dari penderitaan apapun yang pernah diterimanya, flu aja si kholis bisa malas makan, puyeng dikit si kholis gak bisa tidur (gimana klo parah ya??) apalagi ditambah dengan maagnya yang sering kambuh. Seandainya mungkin dan bisa si kholis pasti bersedia menukarkan tubuh sehatnya untuk kesembuhan sang pujaan. tapi tidak seperti kebanyakan orang (terutama bocah yang kerjaannya cuman mengumbar kebaikan walaupun hanya secuil) maka si kholis tidak berkata apapun, seperti biasa hanya diam dan merasa bersalah seakan-akan dialah penyebabnya. ide satu-satunya si kholis yang gak penting dan gak kreatif yaitu jadi reminder waktu makan supaya sedikitnya mengurangi rasa khawatirnya.
Begitu beratnya pengaruh sang pujaan bahkan supermoon di malam ini dianggapnya tidak seberapa, katanya "Buat saya Dialah Supermoonku". Setiap doanya tidak pernah luput selalu terselip nama sang pujaan, jika biasanya doanya selalu semoga mereka bisa bersama, maka malam ini begitu spesial, sambil memandangi supermoon doanya "walaupun mungkin dia tidak ditakdirkan untukku, Tuhan biarlah dia menjadi supermoon buat lelakinya kelak hingga tidak sedikitpun dia pernah merasa disia-siakan".
Kala seorang Romeo Cinta Mati terhadap Juliet,si Majnun tergila-gila terhadap laila, dan cinta abadinya Shah Jahan terhadap sang isteri Mumtaz Mahal, maka cinta si kholis pada pujaannya seperti cinta sepotong roti yang tidak menyatu hanya sebagian yang manis dan sebelahnya berasa tawar hingga banyak hal yang hanya bisa diungkapkannya dengan caranya yang khas yaitu diam dan berterima kasih.
Tidak ada tutup buku
Tidak ada kenangan terakhir
Tidak ada yang terselesaikan
Tidak tahu siapa yang bahagia
Tidak tahu siapa yang bersedih
Bab terakhir telah sobek
Hilang
Lalu, tangannya menelungkup diatas tangan berpenaku
Dan menggoreskan…
Yang tertinggal dan terlupakan
[Gak mampu beli]
Polisi : Priiiittt... pruuiiiiit.. preeettt...
pemuda : *menghentikan laju motor Ducati 250cc terbarunya
Polisi : Selamat Sore Pak, maaf tapi anda tidak mengenakan helm?
pemuda : Sore Pak, wah pak masa gw make motor mahal nutup muka.. percuma dong gw beli mahal klo gak bisa eksis
polisi : *garuk-garuk kepala
*di sebuah jalan flyover di jakarta jadi berpikir kembali untuk beli barang2 mahal
[Khusus buat orang yang maniak kebersihan.]
Teman #1: "Kamu yakin kita gak papa nginep di kontrakan dia pas di Bandung?"
Teman #2: "Gak papa."
Teman #1: "Rumahnya besar?"
Teman #2: "Ya cukup besar lah, tipe 21."
Teman #1: "Hah, itu mah yang paling kecil dong!"
Teman #2: "Nggak! Ada 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi! Jadi tipe 21."
Teman #1: (hening sesaat) "Kalau gitu tipe 36 gimana?"
Teman #2: "3 kamar tidur! Kamar mandinya banyak amat ya?"
*Perumahan di Jakarta Barat, didengar oleh teman #1 yang berharap bisa mengerti logika temannya.
[Mobil tenaga budak?]
Kakak pemilik rumah: "Kok gak jadi pulang?"
Tamu: "Iya nih, mobilnya gak bisa di-starter."
Kakak pemilik rumah: "Oh, gladiator-nya rusak kali?"
*Didengar oleh pemilik rumah yang ingin mengambil sandal gladiator dan menyambit kakaknya.
[Yang rasa strawberry ada?]
Pembeli: "Bang, ada makanan ikan?"
Penjual: "Yang mana, bu?"
Pembeli: "Yang kecil-kecil, ada gak?"
Penjual: "Ada, yang ini?"
Pembeli: "Enak gak?"
Penjual: "..."
*Toko ikan hias di Teluk Gong, didengar pengunjung lain yang merasa cemilan ibu itu cukup berbeda.
[Kecuali kalau alatnya nyentuh duluan.]
Pemandu: "Nanti kalau sudah di sana, adik-adik dimohon tidak sembarangan menyentuh alat apa pun ya! Ada yang tahu kenapa?"
Murid #1: "Nanti rusak, pak!"
Murid #2: "Soalnya tangannya kotor, pak!"
Murid #3: "Bukan muhrim, pak!"
*Didengar oleh peserta study tour lain yang yakin murid #3 akan jadi menteri kalau sudah besar.
[Kamu benar-benar melewati limit!]
Siswi: "Pak, limit dipakenya buat apa ya?"
Guru sok asik: "Biar kalo kamu married nanti dapet cogan."
Siswa: "Berarti dulu istri bapak gak belajar limit dong..."
*SMU di Kelapa Gading, didengar oleh seisi kelas yang menunggu siswa itu dilempar ke luar limit sekolah.
[Pesan Sponsor]
Karena gw bukan orang yang baik maka klo ada yang benar dari tulisan maupun tautan si bocah ini itu datangnya dari kekhilafan semata wakakakaka... Lihatlah perbuatannya, bukan perkataannya, krn baik buruknya akhlak seseorang tercermin dr tindak tanduknya bukan perkataan atau tulisannya.. ^^V
namanya juga bocah jadi gak tau apa2, mohon maap klo ada salah Feel Free 2 Remove tag..
Gw tidak akan menggambarkan mengenai kehebatan orang jepang dalam menanggulangi bencana yang bertubi-tubi, tidak diragukan lagi semangat Gambaru nya, tidak ada yang meragukan rasa saling membantu dan sependeritaan mereka karena mungkin sudah terlalu banyak yang telah menuliskannya dengan deskripsi paling tepat dan gw juga bukan orang yang paling tahu kondisi atau budaya mereka, tapi yang bisa kulakukan adalah angkat topi untuk semua individu yang menyatu itu.
Yang Gw bisa sampaikan negeri tetangga juga tidak sebegitu jeleknya, cobalah melihat jauh lebih kebawah ke desa-desa yang gotong royong masih tetap makmur, jangan bercermin pada kota dan produk teknologi dimana jurang pemisah antara yang berada dan yang tidak semakin jauh, sementara jembatan benar dan salah menjadi semakin dekat dan sulit untuk dibedakan. betapa bahagianya sesekali melihat seorang pelajar menawarkan tempat duduknya untuk ibu tua yang sedikit kerepotan dengan langkahnya, betapa senangnya dalam hati saat pemuda serta merta berdiri dari tempat duduknya melihat seorang ibu hamil yang sedang mengatur nafasnya, senyumpun terkulum lembut saat seorang ibu penjual mepersilahkan air panasnya diambil tanpa upah utuk susu oleh seorang ibu yang berusaha menghapus peluh diwajahnya saat menggendong si kecil. hal-hal yang biasa di masa lalu kini jadi istimewa di saat ini.
gw gak pengen mengatakan bahwa kita jauh lebih baik dari mereka ataupun kita lebih jelek dari mereka, namun setidaknya bisakah kita belajar seperti mereka yang teknologinya jauh lebih hebat dari kita namun sedikitpun budaya dasarnya tidak hilang. bisakah kita berhenti digilas oleh jaman dan teknologi yang seharusnya hanya membantu untuk menjadi lebih baik.
[Call Of Duty]
minggu ini penuh dengan konfigurasi dan english, mulai dari konfigurasi yang ruwet kek benang kusut, konfigurasi yang lumayan tertolong oleh hoki, sampai konfigurasi iseng ujicobaku. meeting yang terjadi in English (waddooow bahasa indonesia aja saya belepotan apalagi inggriss.. gak ngerti blas..), yang ada cuman melongo ngeliat orang ngobrol seperti mau meludah (wakakaka..). udah gitu harus korespondensi ama Mr singapore pake bahasa itu lagi lewat e-mail, untung saja dibantu ama om google dengan kacamata translatenya klo bahasa makassarnya itu "don't need to be genius to typed www.google.com on your browser". untung kebiasaan mengetik yang terus kuasah dengan menulis note yang gak jelas ini turut membantu kelancaran pekerjaan. *tetap aja tulisan englishnya ngaco!! gak punya BB sih ^^V
[Catatan kecil si Kholis]
Mendengar dirinya sakit membuatku khawatir ungkap si kholis dalam hati, hal yang paling membuatnya menderita lebih dari penderitaan apapun yang pernah diterimanya, flu aja si kholis bisa malas makan, puyeng dikit si kholis gak bisa tidur (gimana klo parah ya??) apalagi ditambah dengan maagnya yang sering kambuh. Seandainya mungkin dan bisa si kholis pasti bersedia menukarkan tubuh sehatnya untuk kesembuhan sang pujaan. tapi tidak seperti kebanyakan orang (terutama bocah yang kerjaannya cuman mengumbar kebaikan walaupun hanya secuil) maka si kholis tidak berkata apapun, seperti biasa hanya diam dan merasa bersalah seakan-akan dialah penyebabnya. ide satu-satunya si kholis yang gak penting dan gak kreatif yaitu jadi reminder waktu makan supaya sedikitnya mengurangi rasa khawatirnya.
Begitu beratnya pengaruh sang pujaan bahkan supermoon di malam ini dianggapnya tidak seberapa, katanya "Buat saya Dialah Supermoonku". Setiap doanya tidak pernah luput selalu terselip nama sang pujaan, jika biasanya doanya selalu semoga mereka bisa bersama, maka malam ini begitu spesial, sambil memandangi supermoon doanya "walaupun mungkin dia tidak ditakdirkan untukku, Tuhan biarlah dia menjadi supermoon buat lelakinya kelak hingga tidak sedikitpun dia pernah merasa disia-siakan".
Kala seorang Romeo Cinta Mati terhadap Juliet,si Majnun tergila-gila terhadap laila, dan cinta abadinya Shah Jahan terhadap sang isteri Mumtaz Mahal, maka cinta si kholis pada pujaannya seperti cinta sepotong roti yang tidak menyatu hanya sebagian yang manis dan sebelahnya berasa tawar hingga banyak hal yang hanya bisa diungkapkannya dengan caranya yang khas yaitu diam dan berterima kasih.
Tidak ada tutup buku
Tidak ada kenangan terakhir
Tidak ada yang terselesaikan
Tidak tahu siapa yang bahagia
Tidak tahu siapa yang bersedih
Bab terakhir telah sobek
Hilang
Lalu, tangannya menelungkup diatas tangan berpenaku
Dan menggoreskan…
Yang tertinggal dan terlupakan
[Gak mampu beli]
Polisi : Priiiittt... pruuiiiiit.. preeettt...
pemuda : *menghentikan laju motor Ducati 250cc terbarunya
Polisi : Selamat Sore Pak, maaf tapi anda tidak mengenakan helm?
pemuda : Sore Pak, wah pak masa gw make motor mahal nutup muka.. percuma dong gw beli mahal klo gak bisa eksis
polisi : *garuk-garuk kepala
*di sebuah jalan flyover di jakarta jadi berpikir kembali untuk beli barang2 mahal
[Khusus buat orang yang maniak kebersihan.]
Teman #1: "Kamu yakin kita gak papa nginep di kontrakan dia pas di Bandung?"
Teman #2: "Gak papa."
Teman #1: "Rumahnya besar?"
Teman #2: "Ya cukup besar lah, tipe 21."
Teman #1: "Hah, itu mah yang paling kecil dong!"
Teman #2: "Nggak! Ada 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi! Jadi tipe 21."
Teman #1: (hening sesaat) "Kalau gitu tipe 36 gimana?"
Teman #2: "3 kamar tidur! Kamar mandinya banyak amat ya?"
*Perumahan di Jakarta Barat, didengar oleh teman #1 yang berharap bisa mengerti logika temannya.
[Mobil tenaga budak?]
Kakak pemilik rumah: "Kok gak jadi pulang?"
Tamu: "Iya nih, mobilnya gak bisa di-starter."
Kakak pemilik rumah: "Oh, gladiator-nya rusak kali?"
*Didengar oleh pemilik rumah yang ingin mengambil sandal gladiator dan menyambit kakaknya.
[Yang rasa strawberry ada?]
Pembeli: "Bang, ada makanan ikan?"
Penjual: "Yang mana, bu?"
Pembeli: "Yang kecil-kecil, ada gak?"
Penjual: "Ada, yang ini?"
Pembeli: "Enak gak?"
Penjual: "..."
*Toko ikan hias di Teluk Gong, didengar pengunjung lain yang merasa cemilan ibu itu cukup berbeda.
[Kecuali kalau alatnya nyentuh duluan.]
Pemandu: "Nanti kalau sudah di sana, adik-adik dimohon tidak sembarangan menyentuh alat apa pun ya! Ada yang tahu kenapa?"
Murid #1: "Nanti rusak, pak!"
Murid #2: "Soalnya tangannya kotor, pak!"
Murid #3: "Bukan muhrim, pak!"
*Didengar oleh peserta study tour lain yang yakin murid #3 akan jadi menteri kalau sudah besar.
[Kamu benar-benar melewati limit!]
Siswi: "Pak, limit dipakenya buat apa ya?"
Guru sok asik: "Biar kalo kamu married nanti dapet cogan."
Siswa: "Berarti dulu istri bapak gak belajar limit dong..."
*SMU di Kelapa Gading, didengar oleh seisi kelas yang menunggu siswa itu dilempar ke luar limit sekolah.
[Pesan Sponsor]
Karena gw bukan orang yang baik maka klo ada yang benar dari tulisan maupun tautan si bocah ini itu datangnya dari kekhilafan semata wakakakaka... Lihatlah perbuatannya, bukan perkataannya, krn baik buruknya akhlak seseorang tercermin dr tindak tanduknya bukan perkataan atau tulisannya.. ^^V
namanya juga bocah jadi gak tau apa2, mohon maap klo ada salah Feel Free 2 Remove tag..

0 comments:
Post a Comment