Thursday, March 31, 2011

Maret Gelang

[This Week]
Pertama-tama mohon maap untuk mbak yang protes kenapa postingan gw selalu malam? karena mahluk nocturnal satu ini di bayar untuk bekerja pada siang hari sehingga kewajiban dan hobbi mencoret harus jelas batasannya (sok idealis ^^V). dapat pesan dari seseorang yang mengagumi coretanku (*waahhh berasa kek artis), buat all yang mau copy atau baca tulisan gw gak perlu pake ijin kok dipersilahkan dengan hormat, mow caci maki juga boleh di comment yang tersedia. gw bersyukur klo ternyata coretan gw ada manfaatnya, walaupun mungkin cuman sedikit. Trus yang minta bikinin puisi mohon maap juga gak jago euyy bikin puisi ternyata udah coba berkali2 jadinya malah aneh dibacanya hehehe..(wadooowww gw bukan pujangga yang jago bikin puisi, bisanya dan biasanya cuman bikin susah ^^). mow gimana lagi yak? bawaan orok sih jadi moon mangap klo rada-rada nyeleneh ^^V. Bocah ini juga mohon mangap klo ada yang kemarin gak ke tag soalnya takut menuh2in wall dengan coretan gak penting dan gak jelas ini sampai ditegur ama si mbah mistis(maap ya mbah ^^), dan juga klo yg ditag cuman menuh2in wall doang dihapus aja yak!! (gak akan sakit hati kok paling cuman nimpuk bata ^^V).

[Kholis untuk Kerudung Kuning]

Senyuman yang sama
senyuman yang biasa
senyuman yang bisa bikin gelisah
Senyuman yang hanya bisa ku pandangi melalui foto

Hati yang sama
Hati yang biasa
Hati yang terkadang menyingkirkan akal sehat
Hati yang hanya bisa mengagumi dan tak bisa memiliki

kerudung yang sama
kerudung yang biasa
kerudung yang selalu membuat hati tersenyum
kerudung berwarna kuning melambangkan keindahan

harapan yang sama
harapan yang biasa
harapan yang selalu ditemui pada wajah-wajah biasa
harapan yang selalu terbentur oleh keadaan yang biasa

Gerimis turun dengan sendunya saat si kholis tiba dengan motor ojek tuanya mencoba memarkirkannya disamping gang kecil itu berharap sang pujaan akan membaca puisi yang telah dibuatnya dengan susah payah sampai susah tidur malam sebelumnya.sudah sejak diperjalanan tadi ia tersenyum sendiri membayangkan ekspresi wajah si nyai saat membaca puisi yang dibuatnya, dan secara sengaja disimpannya dalam kantong pelastik sisa fotokopian yang ditemukannya diantara tumpukan bukunya. dilihatnya ada ferari terbaru terparkir didepan gang itu. "Wah mobil yang bagus" dalam hati kholis sambil melamunkan dirinya berada dalam mobil tersebut  dengan setelan jaz bersama tidak lain dan tidak bukan si Nyai, satu tangan di setir dan satunya lagi memainkan gadget terbaru yang mungkin bahkan belum dipikirkan desainnya oleh steve jobs.

Lamunannya terbuyarkan saat tetes air jatuh tepat diwajahnya saat membuka helm, "sial" erangnya bahkan airpun tak bisa melihatku senang. dilangkahkan kakinya masuk melalui gang itu dilihatnya warung tempat dimana sepiring pisang goreng hangat menjadi sangat berkesan seumur hidupnya. kebaikan yang biasanya hanya bisa ditemukan dalam cerita rekaan ditemukannya dalam kisah nyatanya, "buah tidak pernah jauh jatuh dari pohonnya" ungkapnya kembali dengan lamunan peristiwa bersama ibu Nyai yang baik hati. dilangkahkannya kakinya masuk kedalam gang itu melewatinya, melewati gerimis yang bahkan sedikitpun tidak mau berkompromi.

Langkahnya tiba-tiba terhenti saat sosok yang tidak asing terlihat duduk di ruang tamu itu, canda tawa seisi rumah terlihat didalamnya. sosok seseorang alim yang biasa bersama kholis, sosok yang selalu setia pada kekasihnya terlihat duduk dengan nyamannya sedang berbincang berbagi cerita seakan kerabat yang sudah puluhan tahun berada disitu. Tubuh kholis terbujur kaku berdiri dibalik ranting pohon kering yang tak dapat menahan air gerimis yang turun, bersamaan dengan air mata yang mengalir lembut tanpa permisi dipelupuk matanya. Sesekali disekanya ujung mata sumber air itu tapi tidak bisa menghentikannya bahkan menghapus bekasnyapun rasanya sulit. tangannnya menggenggam kertas berisi puisi yang pelastiknya kini tak mampu menahan gerimis untuk menghapus tinta yang melekat di kertas tersebut.masih dalam diamnya suara yang dahulu begitu meneduhkan seperti seorang ulama menasehatinya kini berubah menjadi suara jahat yang merenggut kebahagiaannya secara instan. kekasihnya yang dulu kini berganti menjadi nyai ku secepat kilat, tak pernah terbayangkan kehidupan seperti ini. Luka tanpa darah itu ternyata menyayat tajam dan menggores semua logikanya.

Langkah beratnya menapak di jalan becek ditambah keharusan menyeret kakinya beranjak dari pijakan masa lalunya, pijakan yang terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Kakinya seakan-akan sebuah pena yang melukiskan pesan damai untuk hatinya yang entah beku, entah meleleh atau mungkin mati untuk kesekian kalinya. kesempatan datang silih berganti untuk yang lain, harapan akan tiba kesempatan untuknya sirna kembali. Stand by, posisi yang harus ditelan oleh kesombongan waktu yang enggan mampir sejenak di kalbu dalam hati polos tanpa ego itu.

"Apakah karena hanya motor ini sehingga engkau enggan berpaling menolehkan sedikit harapan pada hati yang terlanjur setia ini?" sambil mencoba menyalakan motornya kembali yang juga kini ngambek dan seperti bersepakat dengan alam mengutuk si Kholis dalam dukanya.sedikit caci maki seperti mantra untuk membangunkan motor yang hampir semua bagiannya berbunyi mulai dari ban luar, rantai,body sampai setang setir tidak ada yang bolos untuk berbunyi, mungkin hanya tinggal klaksonlah yang bolos absen untuk berbunyi.

gerimis itu membuainya memepertanyakan takdir, menuntut keadilan seperti tuntutan si miskin dan mimpi-mimpinya menuntut keadilan pada dunia melihat maling-maling berdasi yang tertawa lebar di depan televisi. perseteruan antara garis nilai kebaikan dan keburukan yang semakin menipis dan semakin pergi hilang dalam hati.

Dilelapkannya dengan susah payah matanya yang lelah melihat cerita sinetron murahan yang tampil live tadi di gang kecil itu. Disekanya dengan bantal air dipipinya, Gerimis itu telah membuat matanya berair terus menerus sejak tadi. Dinyanyikannya lagu2 ibu untuk anaknya supaya tertidur dalam hati kecil yang rewelnya seperti anak kecil jika hendak tidur. dibacanya doa tidur dan "Semoga kesedihanku ini melengkapi kebahagiaanya saat ini, biarlah kesedihanku ini membayar lunas kesedihannya ya Tuhan. Biarkan dekapanMu hangatkan jiwanya, biarkan setiap tetes air mataku menghapus tetes yang mungkin akan mengalir diujung sana. biarkan rasa sesak didadaku ini menjadi impas dengan senyumannya. hingga mungkin dia akan melupakanku karena aku tahu hanya disaat sedihnyalah ia akan menghubungiku lagi dan itu adalah hal yang terakhir yang kuinginkan ya Tuhan karena engkau Maha Mengetahui".

dalam hati ia menuliskan pesan untuknya yang tak terkirim
"Sleep, my Nyai. Dream happy dreams. You are the only one who has ever touched my heart. It will always be yours. Sleep, my only love."

[Lain kali coba angle lain mungkin?]
Junet      : "Eh, koq tulisan gua jadi lebih bagus fotokopiannya ya daripada aslinya?"
Memet   : "Tulisan loe fotogenik kali..."

Didengar bocah yang ingin memfotokopi mukanya sendiri.

[Biar sakit yang penting usaha!]
Suster: “Mas, masih suka merasa pusing-pusing gak?”
Mentari : “Masih… Single… Mbak.” (lemah)

RS Jakarta, didengar oleh penjenguk yang langsung angkat jempol untuk kegigihan temannya.

[Yang kompak lah]
Ketua Tim   : "Ya, sekarang kalau kita lihat dari garis grafik produksi nih... Yang ini... Yang warna... Hmmm..."
Anggota #1: "Pink."
Anggota #2: "Ungu."
Ketua Tim   : "Ya benar, bisa dilihat dari garis grafik produksi yang warna oranye ini..."

Didengar oleh semua peserta presentasi dan terutama bos yang langsung merasa buta warna.

[Kenapa juga kudu dijawab, mbaaak?]
Bacrit  : “Mbak, mbak. Abis latihan Karate ya?”
Cewek : “Nggak...” (muka heran)
Bacrit  : “Oooo, latihan Taekwondo ya?”
Cewek : “Nggak.”
Bacrit  : “Pencak silat kali?”
Cewek : “Nggak, kenapa sih mas nanyanya aneh banget?”
Bacrit  : “Abis mbak pake baju training gitu...”
Cewek : “Saya abis aerobik!”
Bacrit  : “Oooo, bukan abis latihan beladiri ya?”
Cewek : “Bukan...”
Bacrit  : “Bisa bela diri gak, Mbak?”
Cewek : “Nggak...”
Bacrit  : “Bisa digodain dong...”

Di sebuah kostan dekat masjid, didengar oleh si Mbah yang menyesal tidak membawa pulpen buat mencatat rayuan maut.

[Call of Duty]
Minggu ini full music eehhh.. fully booked ehhh salah lagi.. *tepok jidat, pokoknya sok sibuk deh.. mulai dari meetang-meeting ampe miting beneran ama bos-bos negeri tetangga motonya sedikit bicara banyakin makan ^^. trus dikira ngambek karena tumben pulang cepat dan nggak nyapa padahal pengen buru2 soalnya hari itu kepala gw pusing banget (gw juga bisa sakit kaleee.. emang manusia doang?? *lho??) virus satu ini keknya udah berhasil merubah kantor baru ini jadi sirkus Negeri kecil bernama OMC.Virus ini juga berhasil Mendirikin padepokan baru bernama padepokan sableng yang sebagian besar anggotanya adalah tim alabis (gelarnya dari gw juga sih hehehe) + mambu bis (ini dari mana yah?? nambah2in aja!).  udah packing alat untuk diberangkatkan ke kampung halaman tercinta berharap gw bisa pulang dan bukan cuma April Mop.

[Pesan Sponsor]
Hari ini ku ingin sampaikan padamu tentang ikhlas…

Sungguh, Kesabaran itu tak pernah berbatas..
Yakinkan dirimu bahwa tak akan ada kata “Kesabaranku sudah habis” keluar dari mulutmu
Karena ikhlas itu tak pernah boleh berakhir…
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada kata “Aku sudah tak sanggup lagi” mengalir dalam bibirmu
Karena tugasmu sebagai Abdi Tuhanmu..tak akan pernah selesai

Yakinkan dirimu bahwa Tuhan-Mu Maha Adil
Yakinkan dirimu bahwa engkau mencintai-Nya..
Yakinkan dirimu bahwa engkau mati hanya untuk-Nya..
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada sesuatu dan seseorang dalam hatimu kecuali DIA.
Dan akhirnya…keikhlasan itu pun hadir….

Ketika kehendakmu tak sejalan dengan kehendak-Nya…
Biarkan kehendak-Nya yang berjalan atas hidupmu
Karena kehendak-Nya adalah kebaikan untukmu

Ketika inginmu tak sesuai dengan ingin-Nya
Biarkan ingin-Nya menjadi skenario terbaik bagi hidupmu
Karena Dia Mahatahu segala hal tentang dirimu..

Biarkan tangisan mengobati kekecewaanmu
Bukan kecewa pada Tuhan-Mu..
Tapi kekecewaan pada dirimu sendiri
Karena tak mampu berdiri diatas ingin-Nya..

Hidup harus terus dijalani, kholis..
Semenyakitkan apapun
Siap ataupun tidak
Karena Tuhan-Mu tidak pernah butuh persetujuanmu atas setiap kehendak-Nya..

Mohon maap klo ada salah, namanya juga bocah ga tau apa2 n Feel free to remove tag.. ^^

Sunday, March 27, 2011

Batu Kecil dalam Hati

Sound Track This Week: http://www.youtube.com/watch?v=9w3SSIMIPBg&feature=related (Ungu - Cinta Dalam Hati)

[Kholis Lagi]

Karena hujan menyembunyikan airmata
Malam begitu tenang saat aku sedang memutar lagu iseng-iseng melatih kemampuan karoke yang dari dulu dan ampe sekarang semakin mirip bang Rio Febrian walau tampang masih tetap kek Udin Sedunia itupun yang udah digebukin sekampung.

(Cinta Dalam Hati-ungu)

mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu

telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku


ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja

Ketenangannya sedikit hilang saat sahabatku kholis datang menjenguk, disingkirkannya kotak putih yang membuatku batuk 2 hari ini. Sahabat yang paling sering menderita karena keegoisanku itu datang curhat seperti biasa jika sedang dalam titik terndah.
kholis adalah seseorang yang paling sederhana memahami hidupnya. Mengalir begitu saja seperti sungai, tanpa kebencian, tanpa ambisi, tanpa pretensi, lurus perangainya, lapang hatinya. Bahkan untuk kejadian yang paling menyakitkan dalam hidupnya, tetap saja dia tulus seperti si Borno nya Bang Darwis ei-kei-ei Tere-Liye dalam kau, aku dan kota kita. Mungkin hanya Nyai yang bisa membuatnya serumit ini dalam kisah kehidupannya.

"mungkin dia lebih baik dan bahagia dengan orang lain" memandangku berharap ada sesuatu yang bisa terucap dari bibirku.
"aku hanya ingin tetap bersahabat dengannya, karena buatku sekali sahabat maka itu untuk selamanya bocah!" menyeka ujung matanya, setelah puluhan sms yang terkirim di hapenya dan tak satupun yang terbalas.
"Mungkin aku pernah salah menginginkan dirinya untukku sendiri, namun aku menerima peran sebagai kakak itu bocah! kakak! dan berusaha menjadi kakak yang baik" tertunduk lesu setelah tak ada suara apapun dari kerongkonganku. aku menelan ludah mencoba memahami perasaanya saat itu, namun aku terlalu sedih untuknya dan badankupun tidak sesehat biasanya untuk menghinanya.
"Ingin ku tuliskan semua yang disukainya dan yang tidak disukainya untuk lelaki itu sapapun dia agar aku merasa yakin "adikku" itu bahagia namun bagaimana mungkin, bahkan mengenalnyapun aku tidak bisa" menyerang kesedihanku yang selalu tersembunyi jika ia sedang meluapkan kekesalanya kepadaku. Aku tahu kesedihannya itu karena aku tahu semua cerita Kholis dan Nyai beserta kronologisnya secara spesifik dan hanya aku yang tahu walaupun ada beberapa yang mencoba mencari tahu isi hati si Kholis.

Goresan note yang kutulispun serasa hambar sehambar perlakuannya pada kholis namun aku tidak bisa mengatakan dia salah dan kholis yang benar karena dalam kisah percintaan tidak ada benar atau salah. Aku tidak bisa menyalahkan si Nyai karena hati itu dipilih bukan memilih seperti dalam Novel Perahu Kertas, tapi aku juga tidak bisa menghentikan kesedihan sahabatku itu karena rasa itu jika manis sangatlah manis sedangkan jika pahit teramat pahit.

"Ambillah wudhu sobat, sholatlah dan tenangkan dirimu" ide yang paling jarang kuberikan keadanya setelah lama terdiam , berusaha mengulur waktu untuk memberikan kata yang tepat tanpa perlu melukai perasaan sahabatku itu.
kamar itu kini terasa sejuk dan tenang, kembali terdengar secara samar doa dengan nama si Nyai diakhir shalat si kholis, ingin menangis rasanya tapi itu akan meruntuhkan pencitraan yang telah kubangun dengan susah payah. aku semakin kehilangan ide yang lebih baik untuknya selain sesekali melihat kaleng pembasmi nyamuk dan tertawa geli dengan bayangan itu. tapi aku tahu sobatku tidak serumit itu, satu-satunya yang membuat rumit adalah cintanya yang hanyalah pada seorang Nyai itu. Jika yang lain apalagi aku jika kegagalan melanda maka melupakannya dan melangkah kedepan adalah pilihan yang paling dan sangat baik namun sudah ribuan kali ideku itu selalu gagal dengan kepolosan dan ketulusannya.

Tanganku berusaha meraih kotak yang setia menemaniku dan mencoba mengambil sebatang untuk meredakan penderitaanku yang walau hanya mendengar tetapi seakan-akan menghayatinya, namun ditampik si kholis dengan gesitnya..
"Engkau menyakiti dirimu sendiri sobat, cobalah berhenti setidaknya hingga batukmu reda!" ungkapnya tegas.
"ayolah! dan bisakah engkau menghentikan kesedihanmu itu ? dan bisakah engkau menghentikan harapan mulukmu itu hingga setidaknya tidak terlalu sakit hatimu ?" ujarku dan berusaha meminta kotak itu. Diserahkannya kotak itu seolah-olah menjawab pertanyaanku yang pedih mengiris logikanya.

Kubakar sebatang tanda kemenanganku itu yang menjadi trophy peperangan logika kami. Kuhisap dalam seakan-akan itu adalah anastesiku dari beratnya kisah yang dialami si kholis, kali ini aku benar-benar kalah perang untuk mengatasi masalahnya seperti perasaan saat algoritmaku ditaklukkan oleh program yang rumit yang tidak bisa dipecahkan oleh logikaku. Aku mungkin bukan orang pintar dan nilaikupun tidaklah luar biasa namun jika logika tidak menang ada rasa kehilangan yang kualami, dan saat ini menghadapi kholis logika tidak bisa berkata apa-apa. permainan yang dimainkan si Nyai terlalu hebat dan tak bisa kuimbangi. Nyai seperti menari-nari di pemikiran kholis, menghinaku bahwa aku tidak dapat mempengaruhinya untuk melupakannya di memori otak kholis.

Tidak terasa sudah hampir habis kotak yang berbatang-batang itu jumlahnya dan tetap tidak bisa aku mengeluarkan satu idepun untuk si kholis yang semakin murung dan nampak nyata olehku. semahal itukah sebuah sms untuk si kholis ? seberat itukah suara engkau keluarkan untuk "kakak"mu itu? Banyak hal yang jawabannya seperi analogi supir bemo karena hanya Tuhan dan supir bajai yang tahu kemana a akan berbelok.

"mungkin dia kehabisan pulsa jadi tidak bisa menjawab smsmu" ujarku berharap alasan ini akan diterimanya sambil memikirkan ide berikutnya.
"tapi sudah tiga hari ia tidak membalasnya." jawabnya tidak menerima.
"Sobat, apakah kau bahagia melihatnya bahagia?" tanyaku
"iya, tentu saja" jawab kholis.
"kalo begitu biarkanlah ia bahagia, mungkin jika tanpa gangguanmu ia akan sedikit lega" ujarku lagi kali ini berusaha tidak terlalu menyakitinya.
"kadang engkau tidak perlu berkata apapun untuk tahu dia baik-baik saja, kan kadang sesekali ia online ceritamu mungkin itu menunjukkan kepadamu bahwa ia sehat, dan tak ingin diganggu" menimpali alasanku yang kini mulai diterima
"Seekor burung itu lebih bahagia jika bisa terbang bebas dibandingkan di sangkar sobat, dia bahagia yakinlah itu!" kembali menemukan logikaku yang kehilangan sinyal beberapa saat tadi.Seperti menerima penjelasanku, langkah beratnya pun akhirnya terdengar meninggalkan kamarku dan kini kembali hanya aku dan siputih yang trus kubakar. "Setidaknya bebannya berkurang sampai mungkin beberapa saat, sebelum ingatan si Kholis tentang Kebahagiaanya bersama Nyai kembali mengusik tidurnya" ujarku sambil memejamkan mata untuk mencicipi irisan kematian yang selalu mengingatkanku hakikat akan hidup adalah untuk itu.

[Adakah Gelap Itu Sempurna?]

adakah gelap itu sempurna?

meski di dalam kotak besi tertutup rapat; lantas kotak itu dimasukkan dalam ruangan berdinding beton tebal; lantas ruangan itu didirikan di rimba belantara terdalam; lantas rimba itu sedang malam tak berbintang tak berbulan...

apakah di dalam kotak itu sempurna gelap?

bukalah ilmu2 fisika, teori2 modern! pancung kepala (asal jgn kepala saya) jika jawabannya iya.

jika demikian...

adakah kesedihan itu sempurna?

[Coretan untuk How to how to survived nowhere land)
bawa korek supaya klo butuh api unggun dan masak lebih mudah dan yang paling penting bawa sabun!!! soalnya kebayangkan klo abis itu trus diberesinnya (baca cebog) gak pake sabun (wakakaka..). Tapi yang paling penting bawa diri gimana mow tersesat klo belum kemana2 ? klo penjelasan saya sih yang paling penting klo tersesat kemana2 adalah senyum, karena belum ada kejadian orang dibunuh karena kebanyakan tersenyum. karena senyum itu sedekah yang paling murah kata si Kholis. sekian dari gw mungkin yang komen2 dibawa saya yang mungkin lebih waras bisa meberi saran yang lebih baik.. (^^V)

[Call Of Duty]
Yup minggu ini masuk hari sabtupun harus tetap masuk sekolah, pagi2 berangkat gak pake cebok ehhh cebok ding tapi gak pake sabun (wakakaka.. Joroknya udah kek Bapak Stavolt!!), becanda ding gak sejorok itu tapi mandinya yah mandi koboi.nyampe di TeKaPe matiin semua perangkat untuk nambah daya trus bobo kek kucing abis makan, dan trus bangun gak pake gosok gigi (jorok lagi wakakaka..) untuk nyalain semua server sehabis tambah daya.Alhamdulillah gak pake episode ngadat atau bermasalah dan lumayan bisa MakSiaT (Makan Siang Gratis).awalnya gak percaya klo sabtunya bakalan lembur soalnya gw sering dikerjain ama senior semenjak ruangan nggak pernah sepi dari tawa yang kukondisikan atapun kupaksakan kondisinya kek tempat kerjaanku yang lama (bawaan sih keknya,, klo kata partner in crime gw dulu sejenis virus ^^V). Kata bapak stavolt gak ada di divisi gw yang lucu klo yang cabul mungkin banyak (wakakaka.. Piss!!). Pada ngerjain gw bilang klo Surat tugas ke makassar gak boleh ada nama gw. Tapi walau gak punya BB gw tahu senior2 yg baik hati itu selalu ngusulin k P'Bos supaya ane sedikit di recharge pulang MKS di BB supaya gak terlalu gila dan gangguin serta ngejahilin semuanya terus, makasih..makasih.. (*dengan mata berkaca2 supaya kesannya terharu huek..huek..).

[Pesan Sponsor dalam Batu Kecil]
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikanpesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak,tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depantemannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.
Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingatkepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita

Wednesday, March 23, 2011

Request

Nulis ini ditemani lagu widuri lantunan kamar 18 yang sudah tentu memekkakan telinga.. emang jamannya kali yak? wakakaka..

[Call Of Duty]
Minggu ini semuanya berbincang ke gw dalam bahasa inggris (gak mudeng gw), karena sejak minggu lalu akibat korespondensi itu yang tiap hari harus kuposting di forum (newbie takut salah soalnya..). Hari ini dengan beban berat yang ada dikepala terpaksa menyelesaikan konfigurasi untuk demo di bandung. Sedikit punya cerita, entah kenapa paling gak bisa yang namanya remot-meremot maunya sih datang langsung ke Makassar *lho?? wakakaka..

BEGIN :
 
pengen lempar sendal
[Pengennya yang dari kaca mungkin]
Adminwati: "Loe punya high heels, gak?"
SysAdmin: "NGGAK LAH!... (lirih) kaki gua gak muat.
*Ruang Server didengar ama Netadmin yang langsung ngecek ukuran sepatu sysadmin

[Kamu terlalu berharap banyak dari orang.]
Mahasiswa #1: "Gua kalo nyeberang jalan paling takut lho. Apalagi kalau harus kasih tangan, gak mau gua!"
Mahasiswa #2: "Kenapa kok takut?"
Mahasiswa #1: "Iyah, gua takut kalo pas ada mobil, supirnya turun terus sungkem cium tangan gitu."
*Kampus di Depok, didengar oleh pejalan kaki lain yang ingin segera mendorong mahasiswa #1 ke tengah jalan.

[Udang apa?]
Mahasiswa #1: "Pensil gua mana?"
Mahasiswa #2: "Pensil yang mana?"
Mahasiswa #1: "Pensil isi..."
Mahasiswa #2: "Isi apaan?"
Mahasiswa #1: "YA ISI PENSIL LAH! MASA PENSIL ISI UDANG!"
*Kampus di Grogol, didengar oleh mahasiswa lain yang ingin beri gorengan isi karbon.

[Bisa jadi guru teladan dia...]
Cowok: (Menerima telepon) "Halo? Apa? Hep a nais dei? Oooh, artinya selamat malem gitu deh. Iya tuh... katanya dia mau belajar bahasa Inggris sama aku!"
*Sebuah bus Patas di Jakarta, didengar penumpang lain yang gagal merasa kagum oleh kemampuan bahasa cowok itu.

[Spoiler dari carbon fiber juga biar seksi]
Ibu #1: "Duh, liat deh si Jeng X, badannya sekarang keliatan kenceng dan langsing banget yah kaya ABG!"
Ibu #2: "Iya, kan dia pake bodykit!"
*Didengar oleh seorang pelajar yang ingin tahu apakah badannya aerodinamis. 
END.

[Si Kholis]

malam ini Tiap sejam sekali disambanginya hapenya berharap dirinya tiba-tiba khilap dan menelpon, atau secara tidak sengaja memencet tombol-tombol yang berbaris rapi di hape dirinya sehingga menyusun sebuah kata, syukur2 jika bisa membentuk kalimat yang akan tersimpan selamanya di inbox si kholis setelah terkirim. kalimat yang mungkin akan menghantar sedikit senyuman diwajah kholis sebelum tertidur karena pesan yang terakhir yang dibacanya setiap malam sepertinya sudah kadaluarsa, sudah 2 hari sejak tanggal pengirimannya yang merupakan "reminder" bagi si kholis bahwa dirinya masih mengingat.

malam ini hanya sms dari ayah yang sejenak muncul di hapenya, minta dikirmkan pulsa 100 ribu karena ada masalah di kantor polisi dan sekarang memakai hape temannya dan tidak bisa dihubungi. malam sebelumnya masalahnya dirumah sakit, dua hari sebelumnya ibu juga sms yang sama, mungkin besok kakak, besoknya lagi adek, setelah itu nenek kemudian kakek, lalu teteh, aa, bibi, paman,banyaklah pokoknya sekeluarga minta dibeliin pulsa. benar2 kreatif kek si bocah yang setiap hari memberiku julukan baru!!

malam ini ditengah kesedihannya, si kholis melakukan tradisi yang biasa dilakukan oleh pujaannya.kali ini kholis mencoba untuk menghilangkan ke-bete-annya berkeliling dengan motor pinjaman dari senior yang sedang keluar kota. Berharap dinginnya malam meredakan kerinduannya yang sudah berada di pucuk. Berharap gerimis akan menghilangkan rasa sakitnya, berharap angin mengeringkan lukanya. Namun tradisi ini makin menambah kerinduan itu, menyayat kembali luka itu, dan kesendiriannya ini seperti menyiram perih kedalam luka itu. Hanya basah dan hidung yang mulai mengeluarkan cairan berupa lendir yang aneh.

malam ulang tahunnya, pernahkah kalian merasa bagaimana dihari bahagiamu dan kamu harus mengalah untuk orang lain? maka itu dilakukan kholis dalam diamnya. Sementara yang lain memberikannya kue, kholis harus rela tidak berjumpa keluarganya yang menyediakan suprise dirumah untuk menunggu "adiknya" menunggu orang lain yang sedang ngambek dan harus pulang cepat. yah itulah pengorbanan seorang kakak yang berulang tahun untuk teman "adiknya" yang istimewa. jika kecemburuan seperti api yang membakar segalanya maka kuyakinkan kepada kalian kecemburuan yang harus dependamnya dalam diam seperti membakarku saat melihatnya. bahkan saat mereka mengatakan sahabatku kholis itu adalah orang yang egois maka yakinlah definisi egois mereka sangatlah sempit. Kakak yang baik selalu menjaga adiknya walaupun itu menorehkan luka..
[PESAN SPONSOR:..Selamat Ulang Tahun dan Terima Kasih untuk Traktirannya.. Y&N]

malam kemarin Banyak yang berkata mengapa kholis seperti tersihir hanya kepadanya? jika saja kalian tahu bagaimana sebenarnya si Nyai, melihat dari sudut pandang si kholis maka kalianpun akan melakukan hal yang sama, ungkap si kholis. Lihat matanya maka kalian akan menemukan keteduhan didalamnya, kata-katanya yang blak-blakannya selalu mengandung kebenaran, cara bicara yang energik mencairkan dan memeriahkan suasana, candanya selalu bisa membuat si kholis terbahak-bahak. namun jika engkau bertanya kenapa kholis mencintainya ? maka dia tak akan bisa menjawabnya karena akan habis semua kata yang ada dikamus untuk menjelaskannya akan tak bersisa tinta di muka bumi untuk mencoba menuliskan kesempurnaannya. Perlakuannya yang menurut orang kasar itu sebenarnya itu karena rasa manjanya yang selalu berusaha ia tutupi karena tidak seperti yang lain yang manja dengan cara memperlihatkannya sehingga para predator berusaha mewujudkan keinginannya atau sekedar berkomentar menggoda. Kemanjaannya ditunjukkan dengan sikap mandirinya walau kholis selalu tahu dan membuatnya jengkel sehingga selalu membuat pujaannya marah. Lihatlah ketulusan hatinya maka kalian akan melihat apa yang membuatku seperti ini, teriak si kholis dalam suara kebisuannya.

malam kemarin, malam ini dan esok malam, walaupun tanpa kabar berita darinya Kholis selalu berharap sang pujaan selalu sehat, bahagia dan dapat tidur nyenyak dan bermimpi indah. Walaupun tidak mungkin tapi tetap berharap ada dirinya dalam mimpi itu walau hanya sejenak ataupun cuma kilasan tapi cukup untuk memberitahukannya bahwa ada yang merindukan dirinya.

[Senyuman Mematikan dibalik Kerudung Kuning]

Duduklah si Kholis menunggu wawancaranya di kantor baru, saat sesosok penampakan muncul entah darimana dengan baju coklat berlogo perusahaan. yah wanita yang kini memakai kerudung kuning itulah yang membunuhnya dengan senyuman pertamanya, entah kenapa si kholis yang mulanya biasa saja itu kini sangat tergila-gila padanya dan juga lelaki-lelaki lain yang seperti terpelet akan senyumannya. wah persaingan lagi dan seperti biasa si kholis selalu kalah dengan namanya persaingan karena si Kholis terbiasa mengalah. gerak tubuh yang seperti menebar pesona itulah yang akan membuat semuanya memandang kagum dan serta merta ingin mengungkapkan perasaaannya saat itu juga.

Kerudung kuning itu akan membunuhmu ungkapku, mencoba menahan tubuh si kholis yang seakan tidak berada dibumi dan ingin terbang layaknya bijih besi terhadap magnet. Kholis berkata padaku "biarkan aku mendengar suaranya walau sejenak untuk menenangkan hati yang gundah gulana ini, ijinkan aku memandang wajahnya sekilas walau hanya lewat foto hingga lepas rinduku padanya". dia sudah menjadi candu baginya. seperti nikotin yang kuakui sedikit demi sedikit mencicipi paru2ku, tapi aku juga tak mampu menghentikannya karena dia sudah menjadi bagian yang tak terpisahkanku, hingga mungkin seorang puteri kecilku kelak menyadarkanku bahwa aku memiliki anak perempuan yang harus terus kulindungi sehingga aku harus terus hidup untuk menjaganya hingga siap kelepaskan kepada Pria alim yang akan menjaganya kelak dengan hati dan nyawanya.

Senyuman Monalisa, ungkap temanku yang lain yang selalu kusembunyikan dari sepengetahuan si Kholis. Senyuman yang akan menambah umurmu 1000 tahun lagi ungkap temanku yang lainnya lagi. Senyum bidadari khayangan dan semakin banyak kata senyuman puitis sumbangan2 teman dibalik memori otak yang bahkan menjalankan kalkulator scientific pun tidak akan kuat, dan pemikiran yang jauh sangat vulgar dan tidak puitis.

<as request=""></as>

[TTS]

MENURUN
1. Berkurangnya kemampuan
3. ikut saja
4. Sebuah Marga di Suku Sumatera
6. dia sedang ... skripsi
8. membantu arah
9. Kondisi wajah

MENDATAR
1. Kemampuan yang tidak naik maupun turun
2. Kholis sedang ... mereka yang mengikuti penataran
4. ... belakangi kejadian itu
5. lukanya mulai ...
6. keadaan tubuh di kursi
7. membantu pergi
8. Sebuah Daerah di Sulawesi Barat

<again as="" request="" agan="" jun="" aidel=""> NB: Ntar Gw Tarik bea Langganannya</again>


ngobrol mulu sih

namanya juga bocah jadi gak tau apa2, mohon maap klo ada salah Feel Free 2 Remove tag..

Sunday, March 20, 2011

At Least

[At least]

Gw tidak akan menggambarkan mengenai kehebatan orang jepang dalam menanggulangi bencana yang bertubi-tubi, tidak diragukan lagi semangat Gambaru nya, tidak ada yang meragukan rasa saling membantu dan sependeritaan mereka karena mungkin sudah terlalu banyak yang telah menuliskannya dengan deskripsi paling tepat dan gw juga bukan orang yang paling tahu kondisi atau budaya mereka, tapi yang bisa kulakukan adalah angkat topi untuk semua individu yang menyatu itu.

Yang Gw bisa sampaikan negeri tetangga juga tidak sebegitu jeleknya, cobalah melihat jauh lebih kebawah ke desa-desa yang gotong royong masih tetap makmur, jangan bercermin pada kota dan produk teknologi dimana jurang pemisah antara yang berada dan yang tidak semakin jauh, sementara jembatan benar dan salah menjadi semakin dekat dan sulit untuk dibedakan. betapa bahagianya sesekali melihat seorang pelajar menawarkan tempat duduknya untuk ibu tua yang sedikit kerepotan dengan langkahnya, betapa senangnya dalam hati saat pemuda serta merta berdiri dari tempat duduknya melihat seorang ibu hamil yang sedang mengatur nafasnya, senyumpun terkulum lembut saat seorang ibu penjual mepersilahkan air panasnya diambil tanpa upah utuk susu oleh seorang ibu yang berusaha menghapus peluh diwajahnya saat menggendong si kecil. hal-hal yang biasa di masa lalu kini jadi istimewa di saat ini.

gw gak pengen mengatakan bahwa kita jauh lebih baik dari mereka ataupun kita lebih jelek dari mereka, namun setidaknya bisakah kita belajar seperti mereka yang teknologinya jauh lebih hebat dari kita namun sedikitpun budaya dasarnya tidak hilang. bisakah kita berhenti digilas oleh jaman dan teknologi yang seharusnya hanya membantu untuk menjadi lebih baik.

[Call Of Duty]

minggu ini penuh dengan konfigurasi dan english, mulai dari konfigurasi yang ruwet kek benang kusut, konfigurasi yang lumayan tertolong oleh hoki, sampai konfigurasi iseng ujicobaku. meeting yang terjadi in English (waddooow bahasa indonesia aja saya belepotan apalagi inggriss.. gak ngerti blas..), yang ada cuman melongo ngeliat orang ngobrol seperti mau meludah (wakakaka..). udah gitu harus korespondensi ama Mr singapore pake bahasa itu lagi lewat e-mail, untung saja dibantu ama om google dengan kacamata translatenya klo bahasa makassarnya itu "don't need to be genius to typed www.google.com on your browser". untung kebiasaan mengetik yang terus kuasah dengan menulis note yang gak jelas ini turut membantu kelancaran pekerjaan. *tetap aja tulisan englishnya ngaco!! gak punya BB sih ^^V

[Catatan kecil si Kholis]

Mendengar dirinya sakit membuatku khawatir ungkap si kholis dalam hati, hal yang paling membuatnya menderita lebih dari penderitaan apapun yang pernah diterimanya, flu aja si kholis bisa malas makan, puyeng dikit si kholis gak bisa tidur (gimana klo parah ya??) apalagi ditambah dengan maagnya yang sering kambuh. Seandainya mungkin dan bisa si kholis pasti bersedia menukarkan tubuh sehatnya untuk kesembuhan sang pujaan. tapi tidak seperti kebanyakan orang (terutama bocah yang kerjaannya cuman mengumbar kebaikan walaupun hanya secuil) maka si kholis tidak berkata apapun, seperti biasa hanya diam dan merasa bersalah seakan-akan dialah penyebabnya. ide satu-satunya si kholis yang gak penting dan gak kreatif yaitu jadi reminder waktu makan supaya sedikitnya mengurangi rasa khawatirnya.

Begitu beratnya pengaruh sang pujaan bahkan supermoon di malam ini dianggapnya tidak seberapa, katanya "Buat saya Dialah Supermoonku". Setiap doanya tidak pernah luput selalu terselip nama sang pujaan, jika biasanya doanya selalu semoga mereka bisa bersama, maka malam ini begitu spesial, sambil memandangi supermoon doanya "walaupun mungkin dia tidak ditakdirkan untukku, Tuhan biarlah dia menjadi supermoon buat lelakinya kelak hingga tidak sedikitpun dia pernah merasa disia-siakan".

Kala seorang Romeo Cinta Mati terhadap Juliet,si Majnun tergila-gila terhadap laila, dan cinta abadinya Shah Jahan terhadap sang isteri Mumtaz Mahal, maka cinta si kholis pada pujaannya seperti cinta sepotong roti yang tidak menyatu hanya sebagian yang manis dan sebelahnya berasa tawar hingga banyak hal yang hanya bisa diungkapkannya dengan caranya yang khas yaitu diam dan berterima kasih.

Tidak ada tutup buku
Tidak ada kenangan terakhir
Tidak ada yang terselesaikan

Tidak tahu siapa yang bahagia
Tidak tahu siapa yang bersedih

Bab terakhir telah sobek
Hilang
Lalu, tangannya menelungkup diatas tangan berpenaku
Dan menggoreskan…
Yang tertinggal dan terlupakan


[Gak mampu beli]
    Polisi : Priiiittt... pruuiiiiit.. preeettt...
    pemuda : *menghentikan laju motor Ducati 250cc terbarunya
    Polisi : Selamat Sore Pak, maaf tapi anda tidak mengenakan helm?
    pemuda : Sore Pak, wah pak masa gw make motor mahal nutup muka.. percuma dong gw beli mahal klo gak bisa eksis
    polisi : *garuk-garuk kepala
*di sebuah jalan flyover di jakarta jadi berpikir kembali untuk beli barang2 mahal

[Khusus buat orang yang maniak kebersihan.]
Teman #1: "Kamu yakin kita gak papa nginep di kontrakan dia pas di Bandung?"
Teman #2: "Gak papa."
Teman #1: "Rumahnya besar?"
Teman #2: "Ya cukup besar lah, tipe 21."
Teman #1: "Hah, itu mah yang paling kecil dong!"
Teman #2: "Nggak! Ada 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi! Jadi tipe 21."
Teman #1: (hening sesaat) "Kalau gitu tipe 36 gimana?"
Teman #2: "3 kamar tidur! Kamar mandinya banyak amat ya?"
*Perumahan di Jakarta Barat, didengar oleh teman #1 yang berharap bisa mengerti logika temannya.

[Mobil tenaga budak?]
Kakak pemilik rumah: "Kok gak jadi pulang?"
Tamu: "Iya nih, mobilnya gak bisa di-starter."
Kakak pemilik rumah: "Oh, gladiator-nya rusak kali?"
*Didengar oleh pemilik rumah yang ingin mengambil sandal gladiator dan menyambit kakaknya.

[Yang rasa strawberry ada?]
Pembeli: "Bang, ada makanan ikan?"
Penjual: "Yang mana, bu?"
Pembeli: "Yang kecil-kecil, ada gak?"
Penjual: "Ada, yang ini?"
Pembeli: "Enak gak?"
Penjual: "..."
*Toko ikan hias di Teluk Gong, didengar pengunjung lain yang merasa cemilan ibu itu cukup berbeda.

[Kecuali kalau alatnya nyentuh duluan.]
Pemandu: "Nanti kalau sudah di sana, adik-adik dimohon tidak sembarangan menyentuh alat apa pun ya! Ada yang tahu kenapa?"
Murid #1: "Nanti rusak, pak!"
Murid #2: "Soalnya tangannya kotor, pak!"
Murid #3: "Bukan muhrim, pak!"
*Didengar oleh peserta study tour lain yang yakin murid #3 akan jadi menteri kalau sudah besar.

[Kamu benar-benar melewati limit!]
Siswi: "Pak, limit dipakenya buat apa ya?"
Guru sok asik: "Biar kalo kamu married nanti dapet cogan."
Siswa: "Berarti dulu istri bapak gak belajar limit dong..."
*SMU di Kelapa Gading, didengar oleh seisi kelas yang menunggu siswa itu dilempar ke luar limit sekolah.

[Pesan Sponsor]
Karena gw bukan orang yang baik maka klo ada yang benar dari tulisan maupun tautan si bocah ini itu datangnya dari kekhilafan semata wakakakaka... Lihatlah perbuatannya, bukan perkataannya, krn baik buruknya akhlak seseorang tercermin dr tindak tanduknya bukan perkataan atau tulisannya.. ^^V

namanya juga bocah jadi gak tau apa2, mohon maap klo ada salah Feel Free 2 Remove tag..

Friday, March 11, 2011

Terima Kasih

Nulis ini ditemani ama Hujan nya Utopia ama Dear God nya Avenged Sevenfold.

[Call Of Duty]
Masih terbayang rasa gemetar itu, was-was akan kegagalan, tak dapat berucap sepatah katapun. moment penuh kegugupan yang selalu gagal kulewati hingga mengenal seseorang yang ngasih gw materi buat psiko dan wawancara dan belum sempat berterima kasih dengan layak. pengen ngucapin TERIMA KASIH untuk materi dan semangat yang dititipkan untuk saya, mohon maap merepotkan saat ngurus ini itu. sungguh TERIMA KASIH dari lubuk hati paling dalam, memory itu kembali terngiang saat besok gw harus jadi pendamping pewanwancaranya, ingat pas posisi gw seperti mereka belum lama ini.Dari lubuk hati paling dalam TERIMA KASIH, TERIMA KASIH dan TERIMA KASIH, suatu saat nanti jika diberikan Tuhan kesempatan ijinkan aku untuk membalas..

[Undangan]
Another undangan nikahan, berarti gw lewat lagi. Rekan2 satu persatu sudah melewati masa itu, menyempurnakan agamanya. "loe kapan?" yup pertanyaan ribuan orang lewat satu persatu, "trus gw kapan?" tanya dalam hati melewati tempat orang antri untuk bersalam-salaman dengan pasangan yang terlihat bahagia itu walau betis semakin sadis teriiris rasa lelah berdiri dan tersenyum layaknya manekin di emperan toko.akhirnya sudah saatnya berpikir untuk menjadi dewasa bocah..
(NB) buat yang lain:
*lain kali kalo kalian ngundang gw nikahan gak perlu pas akad atau resepsi, undangnya pas malam pertama aja yak.. wakakaka..

[Terima Kasih]
ngomong2 Terima Kasih, pengen ngucapin Terima Kasih untuk mbak cantik yang udah ngasih oleh2, oleh2nya enak semua thanks. Juga untuk Adek cantik yang udah nraktir gw kemarin malam Terima Kasih, kapan yak gw bisa ngebalas? biar Tuhan aja yak yang ngebalas yak hehe... juga buat si kholis Terima Kasih untuk kopi acehnya (rencong gw pake dilupa segala). buat bapak depok yang ngebantu gw bikin koneksi vpnnya juga Terima Kasih. buat semua yang namanya tidak bisa disebutkan satu-persatu Terima Kasih (*berasa kek nerima award wakakaka..)

.........
Sebuah tulisan saat mengenang seorang ibu cantik yang waktu pulang kerja nawarin pisang goreng panas saat hujan dan yang selalu masakin kami makanan enak pas lebaran TERIMA KASIH. MAAF saya gak makan kambing, masih merasa bersalah sama bapak baik hati yang nawarin itu pas lebaran (entah kenapa aku selalu merasa ada hutang yang tak terbayarkan untuk sosok itu) tapi TERIMA KASIH.

[Kholis dan pernikahannya]

i choose to love u in silence,for in silence i found no rejection, no hurt n no anger

Dipacunya sepeda motornya waktu sudah menunjukkan pukul dua, entah karena terlalu asyiknya bekerja dikantor atau karena wanita yang menunggunya dirumah seperti malam-malam sebelumnya. Sudah hampir 6 bulan mereka menikah dan pernikahannya dilaksanakan tanpa dilandasi rasa cinta dari kedua belah pihak, pernikahannya hanya sebuah simbol persetujuan dalam ikatan yang disebut rumah tangga. Bayangan masa lalunya tetap melintas bagaimana kekasih pujaan hatinya dilamar orang lain, rasanya masih menusuk dadanya sampai saat ini. Hingga akhirnya dia mencoba menggantikan wanita yang meggoreskan luka mendalam yang berbekas hingga kini.semakin tinggi kecepatannya semakin berkurang rasa pedih yang dirasakannya, angin mendinginkan semuanya, bahkan saat hujanpun sangat membantu untuk menyembuhkan luka itu.

Dibukanya pintu itu dengan kunci yang sengaja digandakannya, karena dia sudah mempersiapkan kemungkinan ini. tidak seperti malam-malam sebelumnya dimana sang istri masih setia menunggu, malam ini sang istri telah tetidur di sofa tamu dimana ia biasa menunggu. jika malam-malam sebelumnya senyum yang terasa hambar baginya itu menyambutnya maka tidak malam ini, jika malam-malam sebelumnya saat ia pulang berhujan-hujan maka handuk dan kopi panas serta lari-lari kecil sang istri menyambutnya sebelum sempat membuka pintu maka malam ini tidak dijumpainya. Malam ini wanita bersemangat itu tergulai lemah tertidur di sofa tidak seperti hari biasanya, malam ini tisu bertebaran diantara sofa dan meja. kopi yang biasa hangat itu mulai dingin, "sedingin perlakuanku kepadanya" terbesit dalam hati sang suami.

Merasa berdosa untuk semua yang dilakukannya, terbayang saat sang isteri mencoba merayu manja dan hendak bersenda gurau dan dengan tegas ditampiknya dan mengatakan "kamu ini gimana sih kek anak kecil saja, aku harus menyelesaikan tugas besok harus meeting". Bahkan weekendpun lebih banyak dihabiskan dikantor walaupun hanya untuk browsing dan menonton, bahkan sang Isteri tidak pernah protes sedikitpun. Setiap alasan yang diberikannya hanya dijawab sebuah anggukan dengan mata berkaca-kaca, tak sedikitpun engkau mencoba membantahku.kadang sang suami berdoa dalam hatinya "Tuhan amalan apa yang telah kuperbuat hingga engkau memberikan seorang bidadari yang terus kuaniaya seperti ini?". Penyesalan itu selalu datang belakangan.

Diangkatnya wanita yang biasa menyambutnya pulang ke kamar mereka. Teringat malam-malam sebelumnya saat setelah makan yang disuguhkan disantapnya tanpa perbincangan dia langsung tidur dan hanya berkata "maap, aku lelah butuh istirahat". Seminggu pertama sang istri selalu menunggu untuk makan bersama, namun tidak sejak sang suami dengan suara tegas "makanlah duluan jangan menungguku, engkau akan merepotkanku jika engkau sakit!".lalu direbahkannya sang istri diranjang. Teringat suatu malam dia tidak langsung tidur tetapi memperhatikan bagaimana sang istri di akhir sholat malamnya selalu berdoa dan selalu terselip doa untuk suaminya yang samar-samar terdengar diantara ketidakpeduliannya. Ditariknya selimut untuk permohonan maafnya atas keacuhannya selama ini menutupi badan istrinya dengan lembut dan kali ini penuh rasa penyesalan. dibacakannya sebuah puisi milik sapardi :

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata-kata yang tak sempat terucapkan oleh kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, Seperti isyarat yang tak sempat dikatakan Oleh awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." bisiknya lembut ditelinga sang istri.

malam ini hatinya bergetar oleh sebuah kesabaran tanpa harap, aliran cinta dalam bisu yang dituangkan dengan segelas ketulusan bertatakan kasih sayang. Terungkap penyesalan dalam hati melihat wajah istrinya yang begitu cantik yang selama ini tidak dihiraukannya, hanya untuk seseorang wanita lain yang bahkan tidak menoleh saat dia panggil. kecantikan luar dalam milik bidadari-bidadari di surga. kecantikan abadi yang bahkan tak seorang pelukispun berani menggambarkannya. Dikecupnya dengan lembut keningnya, meminta maap atas semua kebodohan yang telah diperbuatnya. kecupan yang membuat istrinya terbangun dan dengan serta merta berusaha bangkit dan berkata "maapkan aku.. aku tertidur tadi..." dengan suara terbatah-batah menahan kantuk. "tidurlah kembali.. maapkan aku selama ini" jawab sang suami, merebahkan kembali isterinya perlahan. "sudah makan ? makanan ada.." tanya istrinya khawatir, yang langsung dipotong dengan jawaban suami "jangan khawatir.. sudah kok". "maap aku ingin sholat.." ungkap sang istri seperti memohon kepada suaminya. "ijinkan aku menjadi imammu malam ini, dan malam-malam selanjutnya" jawab sang suami tanpa keraguan. Senyumpun terpancar dari keduanya..

[pesan sponsor]

Love is when she gives you a hundred reasons to leave, but you still look for one reason to stay..

ini semua hanya imajinasi belaka, jika ada kesamaan nama, lokasi dan kejadian itu kebetulan belaka... mohon maap klo ada salah! namanya juga bocah gak ngerti apa-apa , Feel free 2 remove tag

Monday, March 7, 2011

Maap ya Kholis

eehhh.. lupa ditemani lagu Hujan Turun nya Sheila on 7 dan Rinduku nya Iwan Fals dedicated to kamar no 18 yang sejak tadi muter lagu So7 kedengaran ampe kamar gw

[permintaan bos kholis]

karena permintaan bosnya kholis akhirnya saya mencoret sedikit ide dalam bentuk karangan yang absurd dan tidak jelas ini mohon maap kalo membingungkan dan mohon maap untuk si kholis jangan lupa bawain gw rencong yak!! (bukan salah gw note ini terjadi, bos loe nyuruh gw hehe..). Sedangkan bos gw nyuruh gw untuk bekerja keras demi e-audit permintaan Dewa dengan pidato khas seperti soekarno (kalo ini lebay maklum sedikit menjilat sapa tahu kebagian tiket pulang ama BB wakakaka...), btw karena besok gw udah mulai "kerja keras" (mow jadi kompeni ei-kei-ei harus ke depok jadi belanda!) jadi kudu belajar dulu... so sekian terima kasih dan silahkeun dibaca :

[percakapan kholis dan bocah]

Duduklah bengong si kholis didepan teras kostannya membayangkan semua mimpinya dengan sang pujaan hati sambil minum coklat panas kegemarannya, tiba-tiba melihat sebuah sosok yang nyaris seperti penampakan dari kejauhan.
"hmmm.. pasti si bocah" dengungnya dalam hati, sapa lagi gaya jalan kek preman pasar petantang-petenteng, dengan dandanan pakaian sok keren merk abal2 dan gaya kek playboy setengah jadi begitu.
"heyy dul ngapain bengong, melamun??" tanya bocah pura2 tidak mengerti.
"lagi menikmati coklat" jawab kholis ketus.
"lagi mikirin dia lagi yak?" bocah kembali dengan pertanyaan yang memancing emosi jiwa.
"iya, emang kenapa?" jawab si kholis ketus menahan emosi.
"ngapain mikirin dia terus?" jawaban khas si bocah.
"gw kangen" jawab kholis akhirnya menyerah didepan sobat setengah warasnya satu ini.
"dia kangen gak sama kamu?" pertanyaan yang menyakitkan telak menusuk dada dari si bocah.
"hmmm.." kholis berpikir sejenak, "keknya sih nggak" dengan suara parau sakit yang tertahan.
"trus kenapa kangen?", bocah kembali dengan pertanyaan yang mulai seperti jab-jab petinju kawakan.
"karena aku sayang banget ama dia.. emang kamu? gayanya doang kek playboy, pacar aja gak punya.." akhirnya sedikit lega bisa membalas serangan-serangan bocah yang sedari tadi mem-buly dengan sesuka hatinya.
"yah karena aku gak biasa komitmen, hehehe" jawaban si bocah dengan sedikit sok dan mungkin sedikit tersinggung dalam hati juga kangen dengan kekasih yang telah mencampakkannya, "dan dia sayang ama kamu begitu?" bocah bertanya mambalas dengan yakin  bahwa jawaban kholis akan sama dengan yang dipikirkannya.
"gak" jawab kholis menahan sakit yang sedari tadi ada tersembunyi di hati.
"emang kamu udah pernah bilang?" bertanya bocah sok penasaran tetapi kek cuman pengen membuat luka lebih dalam.
"udah ratusan kali, mulai dari langsung bilang, nyerempet2, sampai pake bahasa kiasan juga udah" jawab kholis sedikit kesal.
"trus jawabnya?" tanya bocah terkesan meledek.
"dia cuman pengen gw jadi kakaknya, jadi sahabatnya.." jawab kholis dengan mata berkaca-kaca.
"Sekarang dia memiliki sesorang ustadz yang jauh lebih ganteng, baek, kaya, pokoknya gak blangsak kayak gw" timpal si kholis dengan suara berada di titik terendah
"tenang kawan, Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu" berubah 180 derajat berusaha menahan tangis sobatnya itu karena dia membenci melihat lelaki yang menangis.

tiba tiba si bocah melihat laptop yang ada di meja teras itu dan yang kebuka YM, Gtalk, Facebook dengan profile si nyai, reflek tangannya langsung menutup laptop yang sedari tadi tak disangkanya terbuka itu.

"hahaha, ketahuan!! kamu nguntitin dia yak" tanyanya sambil tertawa seperti biasa senang akan penderitaan sobatnya itu.
"bukan kok" dengan suara gemetar, "pengen tahu apa dia baik2 aja kok, soalnya gak pernah keliatan OL lagi" jawab si kholis tegas berusaha menyembunyikan kerinduannya yang mendalam.
"trus, kalo tahu dia baik mo gimana?" tanya bocah kembali dengan nada menyerang.
"yah gapapa baguslah klo begitu, soalnya beberapa hari ini aku gak nelp jadi kangen.." ujar si kholis seakan curhat tapi takut diledekin lagi.
"terakhir nelp kapan?" tanyanya lagi dengan penasaran.
"dua hari yang lalu.." jawab kholis lagi setengah bangga.
"apa dua hari!, dan sudah kangen lagi?" jawab bocah dengan pertanyaan retorik dengan nada heran dan kasihan, "trus apa jawabnya?" tanya bocah penasaran.
"gak diangkat" ujar kholis cepat dan polos.
"gubrrrraaaaaaaakk!#@%!$%@%!&(@^&!"

sekonyong-konyongnya si bocah jatuh dan merekapun tertawa. kembali berbagi cerita lebih tepatnya doktrin dari bocah kepada kholis cerita tentang cinta, masa lalu, tentang kerjaan, dan semua hal.tak terasa sejampun berlalu kemudian si kholis beranjak masuk ke kamarnya.

"sori bro gw harus siap-siap, mow berangkat besok!" pamit kepada satu2nya sobatnya itu.
"emang mau kemana?" tanya sobat sablengnya itu lagi.
"besok mau menenangkan diri ke aceh" jawab kholis santai.
"aceh ?? kok menenangkan diri ke aceh??" tanya si bocah heran dan tidak paham.
"yah karena aceh kan serambi mekkah." ujar kholis mantap.
"trus??" tanya bocah penasaran dengan maksud dari jawaban kholis.
"yah sebenarnya sih maunya langsung ke mekkahnya, tapi kan setidaknya nyicipi serambinya dolo wakakakaka.." jawab si kholis yang mulai kembali tertawa dan disambut gelak tawa keduanya.

[Hujan itu Menghapus Debu]

HUJAN ITU MENGHAPUS DEBU! .Aku mengenal seseorang yang sangat bernilai dan selalu mengajarkanku arti kehidupan yang sangat menyukai hujan walaupun tubuhnya tidaklah kuat dan biasanya sakit-sakit mulu, tapi setiap hujan keinginannya selalu keras untuk bisa terkena hujan. setiap pulang harus kupandangi wajah gemetar itu melewati hujan ingin kucegah namun betapa egoisnya aku jika merenggut kebahagiaannya, aku mengalah dan selalu mengalah jika berdebat dengannya entah kenapa. Hingga akhirnya kurasakan saat berjalan pulang dari kantor, ternyata hujan itu menyenangkan selain memberi berkah, hujan mendinginkan kepala yang sedang panas, menetramkan jiwa yang sedang gundah dan terutama ternyata hujan itu bisa menyembunyikan air mata, hujan itu ternyata kini sangat kutunggu, tanpa payung hanya aku, hujan dan kenanganku.

[Pilihan yang tepat]

Minggu ini aku kangen baget untuk pulang entah kenapa, rindu akan nuansa kampung halaman, rindu suar-suara yang tidak asing di kuping, rindu wajah-wajah sobat saat bersenda gurau, rindu keluarga terutama ibu di rumah. masih ingat saat almarhum ayah menasehati kakak perempuanku dan aku selalu menguping "jika cari lelaki carilah seseorang yang mencintai ibunya, karena dengan begitu ia paham penderitaan dan bagaimana mencintai ibu dari anak-anaknya kelak". buat wanita yang ada diluar sana pilihan kalian adalah pilihan yang tepat jika mencintai seorang lelaki yang sangat menyayangi ibunya dan jangan ragu.

[Pesan Sponsor]

kawan,, Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tidak dapat kita lalui, itu hanya sebuah ujian sejauh mana kita memahami pelajaran-pelajaran kehidupan yang diberikanNya. banyak hal yang selalu membuat kita mengeluh tapi apakah mengeluh akan menyelesaikan semua masalah, mari ubah energi negatif keluhan kita ke energi positif untuk mengatasinya dengan berusaha, dan berdoa serta tetap tersenyum. (teuteup yak ikhlas itu kerjaan hati so.. sssstttt!!!)

ini semua hanya imajinasi belaka, jika ada kesamaan nama, lokasi dan kejadian itu kebetulan belaka... mohon maap klo ada salah! namanya juga bocah gak ngerti apa-apa , Feel free 2 remove tag

Wednesday, March 2, 2011

Maap Mengganggu,, lagi..

nulis ini ditemanin komplikasi(cape deh) nya Project Pop & Cinta dan Benci nya GEISHA

[konfirmasi]

Dikasi tahu ama si Kholis kalau dia Dapat sebuah sms dari seorang Nyai yang murkanya lebih berbahaya dari erupsi gunung merapi, gempa bumi 23,7 skala richter, bahkan Tsunami kemarinpun gak ada apa2nya dibandingkan nada tenor khas dengan lantunan seriosa andalannya. dahulu sering ketemu aja, sendal2 beterbangan seperti ufo jika sedang ngambek (untung gak pake acara bikin circle crop segala). untung sedang jauh bisa dibayangkan jika saat ini dia lagi berada disini bisa dipastikan semua benda yang ada didepannya bakal melayang bebas ke arah si kholis. mulai dari pulpen,buku,meja,kursi dll, pokoknya bisa bikin sekolahan wakakaka...apalagi klo gw bareng si kholis kebayang kalo ada kereta iseng lewat didepannya saat tidak stabil bisa dipastikan sebuah gerbong nyasar dengan mulus di wajah yang sudah seperti abis ketabrak buldozer ini.

banyak hal yang sebenarnya kurang menggambarkan si kholis edisi kemarin namun karena imajinasi tinggiku butuh pelampiasan makanya menggunakan nama si kholis yang selalu mau kuperdaya dengan kebohongan khas politikus ulung. Buat Nyai itu mohon maap yak!! saya jangan ikut dilemparin juga,, kholis aja..!! wakakaka..

[Call Of Duty]

minggu ini kebagian tugas jadi teknisi masang perangkat tanpa kabel atau nama kerennya WiFi, dorong gerobak naek kelantai 10, bopong tangga kek tukang ac, manjat-manjat kek tukang listrik, narek kabel dan krimping kabel ampe jari pada keriting ditambah lagi harus masuk ke ruangan dedengkot-dedengkot negeri. seperti biasa masangnya disambi dengan becanda maklum ada gw nya wakakaka.. nah ada kejadian di salah satu ruangan situ ada cewek yang super cakep, pas gw lagi ngebonding kabel (baca lurusin kabel2 data yang dikepang dan dikeritingin  ama pabriknya *benar2 kurang kerjaan) tiba2 tuh cewek nyamperin (kali ini gw gak bisa berkelit bilang senior2 gw cakep dan gw selalu ketiban viewnya, soalnya ngelewatin mereka pas nyamperin *padahal karena emang gw yang pegang alatnya wakakaka..) dan nanya "itu apaan yah mas ?",sekonyong konyong tangan gemetar, keringat bercucuran (wah keknya ceritanya terlalu lebay yak??) pokoknya gw jadi thomas gorgi dibikinnya, susunan kabel pada ngacak gak beraturan terpaksa nanyain senior ngecek kerjaan gw wakakaka... selesai itu pada becanda nyuruh gw tinggal disitu aja nemenin cewek yang sendirian itu (wakakaka.. gw sih mau2 aja mas tapi kasian si cewek cakep harus menderita nahan mual klo gw seharian nangkring disitu). ditanyain senior "kok loe gak mau cah?", kujawab senyum inget pepatah status salah satu teman yang bilang:
bukan titik yang membuat tinta, tapi tinta yang membuat titik.
bukan cantik yang membuat cinta, tapi cinta yang membuat cantik.
jadi kesimpulannya klo mow dibilang cantik maka jatuh cintalah padaku sapa tau gw juga (dasar bocah sableng hehe..)

[my world my rules]

- kemarin2 waktu nyokap berkunjung sering naek busway dan satu hal yang sangat saya cermati dengan indera penciuman harusnya selain perhatikan barang bawaan anda dan hati2 melangkah ditambah juga buat yang bau ketek dilarang naek.. (gw dong wakakaka..)
- merhatiin profile orang2 paling kocak ngeliat orang yang saudaranya seabrek segambreng-gambreng satu RT, yang artinya secara kiasan (Cewek cakep [*narsis]: jejeran cowok yang pernah gw tolak, Cowok cakep [bangga]: daftar kejahatan gw, cowok jelek [jiiiaaahhh gw lagi ini *tepok jidat] : kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda wakakaka...)
- merhatiin orang yang ceramah mulu di facebook lewat status dan tulisannya (untung selalu ingat "Sampaikanlah walau hanya satu ayat" jadi gak bisa protes) tapi juga ngomongin tentang lagunya D'Bagindaz, wakakaka.. benar2 nda soundsistem. tapi menurut bocah sableng satu ini "lebih baik orang alim yang pura2 jadi setan daripada kebalikannya" (*tanduk yang punya gw kok gak hilang2 yak??).
- ada juga yang berdoa di facebook ( *ikutan berdoa semoga Tuhan punya facebook seakan-akan tuhan gak bisa dengar suara hati).
- ngeliat OMPOL (Om Polisi) abis dapat remunerasi getol jagain jalur busway, bener kata orang2 OMPOL mitra pemerintah wakakakaka... (jiaaahh kelakuanya kek GW)
- ngeliat orang yang ngupil di sembarang tempat dan nandain kalo "he/she was here" (bakalan jadi hobi baru gw wakakaka..)
- di ibukota kalo lagi berkendara trus ada yang didepan yang pertama dilakukan bukan nginjek rem tapi mijit klakson (wakakaka.. seperti gw klo lagi nyupir)

[Nge Gembel bareng si Kholis yang hedonis]

minggu ini bener2 deicated to kholis. Dikarenakan kemarin nemenin gw menderita tanpa pamrih, kali ini gantian gw nemenin hobynya si kholis. Si kholis yang hedonis, itu adalah hoby sekalian pelariannya dari kepenatan hidup yang membebaninya. Setiap weekend bisa dipastikan si kholis pasti ngeluyur entah kemana terutama pada tanggal muda belia, menikmati hasil jerih payah dalam sebulan.Sabtu kemarin bermain-main di area kaum borjuis, bareng tamu dari jambi dan papua. Gw yang biasanya udah cukup puas nonton layar tancap setiap jumat malam yang bersemboyan "MisBar" (Gerimis Bubar) akhirnya mengalah juga kali ini bersama si kholis yang memang hedonis itu nonton film di bioskop guede di ibukota sebutannya Blitz lengkapnya MEGA blitz di salah satu mall elite ibukota inisal GI. Film yang di nonton bukan hanya satu tapi dua lumayan menguras dompet yang kering keroontang seperti tenggorokan unta yang kekurangan air. kaos oblong celana jeans jadi andalan ditambah jaket untuk penangkal dinginnya mall dengan tetap menggunakan sendal jepit andalan menjadi dresscode malam itu, ngeliat cuma dua etnis luar yang menemani jadi berasa kek bule di negeri sendiri, rasanya seperti nge-Gembel di Orchid Road.

belum berakhir kehedonisan kami minggu itu, besoknya ditraktir pengusaha waralaba perbelanjaan tanpa satupun toko baik fisik maupun online (trus waralaba perbelanjaannya darimana?? pertanyaan seperti itu kita sebut saja dengan pertanyaan retorik karena tidak akan terjawab) di mall kawasan elite inisial PIM.Nah makannya ngambil bahan sendiri ada yang direbus dan dibakar tapi gak perlu pake ngulek2 kok cukup ambil bahan dan ceplungin nunggu matang lalu santap samapi begah.lambang restorannya kepala sapi moncong putih tapi bukan partai loh hehe.. berhenti saat sangat sangat puas dan benar2 susah bangun dari tempat duduk. makanan fav gw tetap es rumput laut (maap tapi daging dan yg lainnya apapun nama jepangnya gw udah bosen masalahnya... Bosen ngebayanginnya maksudnya wakakaka.. maklum sudah familiar dengan tahu tempe). from Mall to Mall another great journey yang artinya kalo gak salah dilarang merokok disegala sudut tempat ini. perjalanan belum berakhir karena ditutup dengan sebuah permainan unik tapi lucu yang buat orang2 elite disebut olahraga bowling. Mainnya ngelempar beberapa pin yang disusun rapi dengan bola, ampir mirip dengan permainan kampung yang biasa kumainkan biasanya disebut maen "gebok" dimana batu disusun kemudian dihancurkan dan berusaha melempari(menggebok) orang yang berusaha menyusun batu tersebut (kebayang klo bola bowling dipake untuk ngelemparin orang wakakaka.. *tanduknya muncul). finally end of the journey namun ternyata belum buat si kholis dan beberapa rekan, mereka melanjutkan kehedonisannya dengan berkaraoke bersama, sedangkan gw harus pulang maklum merangkap ibu rumah tangga juga (anak kost) jadi kudu menyelesaikan tumpukan baju yang harus disetrika, thanks guys..

[pesan sponsor]

kita akan benar merasa sesuatu itu berharga saat kehilangan, seperti mata setelah tak dapat lagi melihat, sehat saat sedang sakit, jadi bersyukurlah untuk apa yang kamu dapat hari ini dan hari-hari sebelumnya ^^

"Zee.. sungguh aku selalu ingin melihat engkau bahagia, aku ingin engkau menemukan sosok idamanmu. Zee.. Sampai kapanpun aku takkan bisa berubah menjadi sosok idaman yang sering kau katakan itu, aku tak bisa merubah diriku menjadi orang lain. Bagaimana aku akan kamu kenali kelak Zee, jika pada akhirnya aku sendiri tidak mengenali diriku sendiri jika aku memaksakan diri manjadi sosok pria impian masa kecilmu."

cuplikan dari karya seseorang yang dari kecil gw kagumi kecerdasan dan imajinasinya.. pengen nulis kek beliau tapi karena sedikit sableng yah ujung2nya jadinya hanya seperti ini.. benar2 salah pergaulan padahal bahan dan pabrik yang bikinnya sama wakakaka...

http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=10150110575247700#!/note.php?note_id=10150092931300947&id=729340508  (part I)

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150092974205947&id=729340508#!/note.php?note_id=10150092974205947&id=729340508  (part II)

mohon maap klo ada salah namanya juga bocah gak ngerti apa-apa, Feel free 2 remove tag
bocah_anonim. Powered by Blogger.