Sunday, April 24, 2011

Terbaik dan Terburuk

Negeri Sembilan Dewa [Terbaik dan Terburuk]

by Fuad Kurniawan on Sunday, April 24, 2011 at 6:41pm ·
Nulis ini ditemani semua lagi Jason Mraz yang dapat didonlot maklum negeri kitakan negeri agraris jadi soal bajak-membajak sudah hal yang biasa ^^ *ketawa jahat

[Padepokan Sableng]

Tiba2 dapat pangsit (wangsit -red) bahwa padepokan ini belum menemukan lagu mraz nya dan juga lagu Jason (hymne -red) nya sehingga dua episode ini ilmu sablengnya ilang soalnya para sablenger'z kebanyakan pada bertapa di goa-goa terdekat (kek toko kaset?), dan  akhirnya kumenemukan salah satu artis paling sableng diluar sana yang menuliskan surat kepada para sablenger'z :
HEY LOVE,

YOU AND I BOTH are SLEEPING TO DREAM, ALL NIGHT LONG.? This is A BEAUTIFUL MESS, but I'm LUCKY because LIFE IS WONDERFUL. PLEASE DON'T TELL HER, but YOU MAKE ME HIGH. Anyways, always remember that I'M YOURS.

Sincerely, THE GEEK IN THE PINK. ^^V

tapi dari semua lagunya paling suka yang Please Don't Tell Her soalnya ada lirik "That I'm crazy like the rest of us" ^^V

[filosofi bocah anonim]

bocah karena memang tampangnya masih bocah (wakakaka.. narsis atau najis yak?^^). yah.. karena ga tahu apa-apa jadi harap maklum jika ternyata setiap coretan yang kubuat sulit dimengerti ataupun kurang pas di logika. mohon maap juga karena ga tahu apa-apa tapi sok tahu dan nulis "sekate-kate" kata orang betawi karena dalam pikiran bocah hanya mau lepas bermain seperti mereka yang sedang bermimpi bermain di Taman Surga.

anonim karena memang bukan siapa-siapa dan gak pengen jadi siapa-siapa, hanya seorang hamba sahaya yang lagi memainkan tokoh sesuai dengan naskah ilahi. gak penting darimana asalnya atau kemana tujuannya hanya ingin menyapa dan berbagi cerita provokatif dari lubuk imajinasi. biarlah ia tanpa nama sehingga tetap sederhana dan tetap dengan sepenuh kerendahan hati.

Sableng karena memang dari sananya begitu ^^V, bawaan dari orok yang sangat susah untuk dihilangkan. tertawalah bersamaku hingga duka bisa lelap tertidur dalam damainya. tersenyumlah untuk mereka yang pernah menyakiti karena dalam senyuman yang ikhlas tiada dendam, berhentilah menjadi seseorang yang selalu mengeluh dan menggila lah bersama hinggah lelah dan keluhanpun beristirahat dengan sendirinya.

[Surat Pembaca]
wakakaka.. kesannya kek koran resmi yak pake surat pembaca,,
pada nanyain dan keknya heran bocah ternyata normal seperti yang lain, yak soalnya dulu pengen belajar arti kesetiaan, bocah pengen belajar dewasa pengen belajar untuk menjadi imam yang baik untuk bidadariku kelak (wakakaka.. bahasanya gombal pisan), mungkin tidak sempurna tapi yakinlah bidadari-bidari Tuhan diluar sana aku sanggup (wakakaka..kok jadi desperado gini yak?), pokoknya ternyata gw  insyaAllah bisa menjadi seperti Almarhum Ayah ^^ yang mencintai Ibu dengan segenap hati, tanpa pernah sekalipun menyakiti,dan jurus andalannya hanya diam dan Ibu pasti langsung tahu.

Belajar bahwa ternyata membangun keluarga dimulai dari saat kita menentukan pilihan bahwa dia yang akan kucintai dan akan mencintaiku untuk 30,40,50 tahun kedepan. Dia yang akan memandangku cemas dan aku akan memandangnya khawatir, cemas dan khawatir apakah sudah cukup kebahagiaan yang akan saling kami sajikan di meja kehidupan kami, saling menopang, melengkapi kekurangan, menjadikan setiap hari adalah hari istimewa penuh dengan kehangatan kasih sayang. Belajar dan Saling mengajarkan semua ilmu terutama ilmu ilahi, saling bersyukur untuk rejeki hari ini. Saling mempertentangkan pendapat untuk akhirnya bermusyawarah dengan kepala dingin. Konsep yang sempurna dari seorang yang paling tidak jelas sejagat raya.

surat ini kesannya semakin kek curiculum vitae gw untuk membuka lowongan menerima seorang isteri yak? karena semakin gak jelas maka sebaiknya kuakhiri saja dengan titik. Terima Kasih n mencoba untuk tidak lagi menuliskan desperate love story as request ^^V.

[Cerita Rian]

Duduk hampir di sudut meja bersama segerombolan temannya yang tampak sekilas seperti beberapa "entourage" di sekililing seorang yang jelas sekarang menjadi pusat perhatian massa. beberapa rombongan gadis lainnya nampak berbisik namun buat kaum adam yang ada disekitar situ tahu jelas "whos the main focus is". Beberapa lajang mencoba menatap dalam sementara yang lainnya melirik nakal disela perbincangan yang kini menjadi hal tidak penting lagi hanya sekedar sebuah kamuflase sederhana dari yang disebut nongkrong. pemilik warung juga tersenyum karena hal seperti ini jelas akan menambah penghasilan dan omzet mereka secara drastis untuk beberapa waktu, setidaknya buat penjual kopi di tengah.

Senyum dengan pipi kemerahan nampak begitu indah diterpa sedikit cahaya entah sinar lampu atau bias sinar matahari yang juga ikut mengintip. saling bercanda dengan para entourage seperti dalam lukisan da vinci dengan sikap sedikit acuh dan abstrak seperti lukisan abstrak salvatore dali. beberapa pria silih berganti menyapa sekedar mungkin berkenalan namun ada juga yang dengan penuh kepercayaan diri seperti "habis makan rexona" ikut duduk di meja tersebut mengambil posisi yang membuat sebagian ruangan marah karena terhalang "penampakan" tersebut. Pesanannya kini seperti menjadi menu utama di kantin itu, terutama para pria yang numpang duduk disekitarnya dan mejadikan itu sumber inspirasi pembicaraan. Kata-kata seperti "kamu juga suka yak?","enak juga ya..","ternyata makanan favorit kita sama" menghiasi beberapa obrolan percobaan bunuh diri yang biasa dilakukan "playboy" tanpa skill tersebut.

Kali ini dalam mata Rian timbul secercah cahaya kecil bagaikan seorang anak kecil yang sedang memandang penuh harap akan sebuah mainan mahal yang ada didepannya. Tidak lama berselang ditatapnya wajah si kholis namun langsung berbalik arah menuju bocah sambil berucap "maukah kau mengenalkan aku padanya?" menoleh berharap seperti seorang anak kecil yang mendongak dengan tatap penuh harap akan mainan yang sangat diinginkannya. "lakukanlah sendiri, kan paling apes juga diludahin" tertawa geli dengan candaan sarkasme seperti biasa pada kawannya tersebut. "Biar aku aja yang kenalan" mengucapkan sesuatu yang spertinya sudah biasa didengar oleh rekannya. "Jangan buat malu lis, semua juga tahu kamu menginginkan apa aja dalam bentuk wanita" di skak dengan mantap oleh bocah sambil menghabiskan makan siangnya, yang sudah geram dengan semua kelakuan gila temannya itu dan selalu berujung sakit hati dalam bentuk semua puisi akhir cinta yang kurang bahagia dirangkum jadi satu. "She might be the one, my true love cah" menegaskan kebodohan yang akan dilakukannya.

Rian tertunduk lesu kembali dengan wajah muram durja khasnya seakan waktunya telah habis untuk berkenalan dengan sang bidadari dan sedikit senewen dengan sikap si kholis yang menyerupai om-om genit yang selalu buas. bocah mengeluarkan sebatang rokok penutup makan siangnya yang nikmat lalu dengan santai berujar "ayolah kawan, tidak kah kalian lihat bagaimana mereka semua menginginkan hal yang bodoh yang sama yang ada dipikiran kalian, biarlah hanya mata yang menikmati keindahannya jangan sampai hati juga ikut sakit, terutam lo lis tendangan lo itu selalu ketinggian dul!". "Santai aja kenalan atau enggak dia mana mau ama gerombolan kucing miskin seperti kita jika disekelilingnya udah ada serigala kaya yang siap menerkam" mencoba membuka cakrawala berpikir para rekannya yang sedang silau.

to be continued.. (mow nyetrika dolo)

[Pesan Sponsor]


Alkisah di Sebuah Negeri Sembilan Mata Air Dewa hiduplah seorang bocah, di negeri tersebut memiliki peraturan membayar upeti atau nama lainnya adalah pajak untuk setiap hajatan yang terjadi di negeri tersebut. Suatu hari akan melakukan akekah keponakan si bocah. akhirnya utusan Rajapun datang dengan titah kerajaan.
Utusan :  Berikan bagian terbaik dari kurban hewan yang akan disembelih untuk raja!! *membacakan titah baginda no. 24/4/SKBR tahun 2011.
Bocah  :  Baiklah. *menyerahkan hati dari hewan kurban.
Maka pulanglah utusan raja tersebut kembali menghadap raja membawa upeti dari si bocah.

Suatu ketika lagi ada hajatan akekah lagi atas nama bocah di kampung tersebut, kembali kali ini utusan sang Raja datang untuk membawa titah kerajaan.
Utusan : Kali ini Berikan bagian terburuk dari  kurban hewan yang akan disembelih!! *membacakan titah baginda no. 7/5/SKBR tahun 2011.
Bocah  : Baiklah. *menyerahkan hati dari hewan kurban tersebut.
Pulanglah utusan tersebut membawa upeti kali ini dengan perasaan cemas.
Raja    : Kenapa hati lagi ?!?!!?? *tampak emosi
Raja    : Panggil bocah kemari !!! *nada sangat tegas
menghadaplah bocah ke istana dengan tampang yang seperti biasa, polos hampir terlihat goblok dan sangat sederhana jika tidak disebut prihatin.
Raja    : Kenapa Engkau memberikan bagian yang sama dari hasil sembelihan hewan kurban sedangkan permintaanku kan yang terburuk kali ini.
Bocah : Karena bagian terbaik dan terburuk Mahluk Tuhan itu adalah hatinya. tergantung bagaimana ia menjaganya.

*mohon mangap klo ada salah, namanya juga bocah gak tau apa2. feel free 2 remove tag.

0 comments:

Post a Comment

bocah_anonim. Powered by Blogger.