Nulis ini ditemani lagunya sang puitis APALAH ARTI CINTA nya SHE
[Khalil dalam waktu]
Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.
[Apalah Arti Cinta seorang Kholis]

untuk kholis yang sedang bersedih dibalik katangguhannya, dibalik nasehat hebatnya untuk bocah, dibalik sikap kerasnya, terselip luka mendalam yang tak terungkap dalam cerita biasa hanya tangis yang selalu dipertontonkannya hanya kepada cermin dan bantal. Biarkan luka itu menjadikanmu semakin kuat mnghadapi hidup seperti karang yang selalu semakin tangguh diterjang ombak.
Sabarlah Kawan. Dia bukan pergi atau hilang, hanya saja (mungkin) waktumu bsamanya sdh selesai. Allah hanya memindahkan hak atasnya ke yang lain, bkn lagi padamu. katanya dalam status itu..
Perjumpaan itu berujung dengan derai airmata, terduduklah ia disudut kamar itu sampai akhirnya kelamnya malam menelan semua kesedihannya. Dilepaskannya beban yang telah lama menjangkitinya, hilang dalam damai seperti virus yang terobati. kebisuan kini melandanya.Kholis tahu Dia kehilangan salah seorang yang terbaik yang pernah menjadi sahabatnya, seseorang yang selalu bersedia menemani kesedihannya, selalu membuatnya tertawa, selalu mengangkatnya di kondisi terpuruknya. "Dia memilih untuk bersamanya dan kebahagiaannya adalah yang paling utama" diyakinkannya kata itu berulang-ulang dalam hatinya.
Kini lagupun terasa tak terdengar oleh kebisingan iblis yang terus menggoda disemua lubang pendengaran, mencoba membutakan mata hati. "aku masih punya Tuhan yang akan terus mencintaiku apapun yang terjadi" dilawannya godaan itu. "lautan kesedihan ini mungkin tak berujung namun semua cobaan yang aku alami akan selalu menjadikan aku lebih baik" di hembuskannya kata itu tanpa suara bersamaan dengan nafasnya yang berat. Aku selalu bisa menjadikan hidupku lebih bahagia seperti dulu, seperti dulu tanpanya.
"Mengapa sekarang aku tidak bisa menjadi lebih baik?" ungkapnya menenangkan jiwanya. "sebelum mengenalnya hidupku baik-baik saja, dengannya mungkin sedikit lebih menyenangkan, namun hanya sedikit aku tetap akan bisa hidup tanpanya" mencoba mengangkat tubuhnya yang terbujur kaku di sudut itu dengan kemauan keras. Takdir kadang terlihat jahat namun yang sebenarnya keinginan kita lah yang tak sesuai dengan jalanNya yang jelas jauh lebih baik dari segala rencana kita.
Biarkan dia menjalani hidupnya dan kebahagiaannya dan berputar-putar menjalani harinya seperti gasing yang menyenangkan anak-anak di kampung yang memainkannya dengan riang. Biarkan dia terbang bebas bersama dirinya sebebas merpati bermigrasi bahagia dengan kelompoknya berpasang-pasangan, merpati itu kini tak hapal jalan pulang kerumah yang telah kubuat indah untuknya dengan tanganku.Namun yakinlah rumah itu tetap akan kubangun dengan atau tanpanya.
kapalnya telah berlayar jauh mencapai negeri yang jauh, pelabuhan hatiku hanyalah persinggahan sementaranya. Senyum terakhirku kuberikan ikhlas kepadanya hingga berlalu waktu dan zaman menghapusnya lembut dalam memoriku. Bahagianya adalah bahagiaku walaupun akan kujamu kelamnya kesepian hingga kumenemukan kapal lain yang akan berlabuh dihatiku.
[Khalil dalam persahabatan]
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.
[Pesan Sponsor]
waktu ? waktu itu bergerak tanpa henti menembus gelap dan terang.. tiba-tiba aku tersadar hidup tanpa masalah adalah bodoh... pohon yang tinggi ternyata mampu bertahan kerana kokoh melawan angin... seandainya hidup seperti melewati gurun.. selain butuh air ternyata ketabahan jauh lebih dibutuhkan...
namanya juga bocah jadi ga tau apa2, moohon maap klo ada salah.. maap juga klo susah dimengerti karena bahasa angin hanya anginlah yang tahu.. Untuk Sang Puitis, Semoga engkau jauh lebih tabah *feel free 2 remove tag
[Khalil dalam waktu]
Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.
[Apalah Arti Cinta seorang Kholis]

untuk kholis yang sedang bersedih dibalik katangguhannya, dibalik nasehat hebatnya untuk bocah, dibalik sikap kerasnya, terselip luka mendalam yang tak terungkap dalam cerita biasa hanya tangis yang selalu dipertontonkannya hanya kepada cermin dan bantal. Biarkan luka itu menjadikanmu semakin kuat mnghadapi hidup seperti karang yang selalu semakin tangguh diterjang ombak.
Sabarlah Kawan. Dia bukan pergi atau hilang, hanya saja (mungkin) waktumu bsamanya sdh selesai. Allah hanya memindahkan hak atasnya ke yang lain, bkn lagi padamu. katanya dalam status itu..
Perjumpaan itu berujung dengan derai airmata, terduduklah ia disudut kamar itu sampai akhirnya kelamnya malam menelan semua kesedihannya. Dilepaskannya beban yang telah lama menjangkitinya, hilang dalam damai seperti virus yang terobati. kebisuan kini melandanya.Kholis tahu Dia kehilangan salah seorang yang terbaik yang pernah menjadi sahabatnya, seseorang yang selalu bersedia menemani kesedihannya, selalu membuatnya tertawa, selalu mengangkatnya di kondisi terpuruknya. "Dia memilih untuk bersamanya dan kebahagiaannya adalah yang paling utama" diyakinkannya kata itu berulang-ulang dalam hatinya.
Kini lagupun terasa tak terdengar oleh kebisingan iblis yang terus menggoda disemua lubang pendengaran, mencoba membutakan mata hati. "aku masih punya Tuhan yang akan terus mencintaiku apapun yang terjadi" dilawannya godaan itu. "lautan kesedihan ini mungkin tak berujung namun semua cobaan yang aku alami akan selalu menjadikan aku lebih baik" di hembuskannya kata itu tanpa suara bersamaan dengan nafasnya yang berat. Aku selalu bisa menjadikan hidupku lebih bahagia seperti dulu, seperti dulu tanpanya.
"Mengapa sekarang aku tidak bisa menjadi lebih baik?" ungkapnya menenangkan jiwanya. "sebelum mengenalnya hidupku baik-baik saja, dengannya mungkin sedikit lebih menyenangkan, namun hanya sedikit aku tetap akan bisa hidup tanpanya" mencoba mengangkat tubuhnya yang terbujur kaku di sudut itu dengan kemauan keras. Takdir kadang terlihat jahat namun yang sebenarnya keinginan kita lah yang tak sesuai dengan jalanNya yang jelas jauh lebih baik dari segala rencana kita.
Biarkan dia menjalani hidupnya dan kebahagiaannya dan berputar-putar menjalani harinya seperti gasing yang menyenangkan anak-anak di kampung yang memainkannya dengan riang. Biarkan dia terbang bebas bersama dirinya sebebas merpati bermigrasi bahagia dengan kelompoknya berpasang-pasangan, merpati itu kini tak hapal jalan pulang kerumah yang telah kubuat indah untuknya dengan tanganku.Namun yakinlah rumah itu tetap akan kubangun dengan atau tanpanya.
kapalnya telah berlayar jauh mencapai negeri yang jauh, pelabuhan hatiku hanyalah persinggahan sementaranya. Senyum terakhirku kuberikan ikhlas kepadanya hingga berlalu waktu dan zaman menghapusnya lembut dalam memoriku. Bahagianya adalah bahagiaku walaupun akan kujamu kelamnya kesepian hingga kumenemukan kapal lain yang akan berlabuh dihatiku.
[Khalil dalam persahabatan]
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.
[Pesan Sponsor]
waktu ? waktu itu bergerak tanpa henti menembus gelap dan terang.. tiba-tiba aku tersadar hidup tanpa masalah adalah bodoh... pohon yang tinggi ternyata mampu bertahan kerana kokoh melawan angin... seandainya hidup seperti melewati gurun.. selain butuh air ternyata ketabahan jauh lebih dibutuhkan...
namanya juga bocah jadi ga tau apa2, moohon maap klo ada salah.. maap juga klo susah dimengerti karena bahasa angin hanya anginlah yang tahu.. Untuk Sang Puitis, Semoga engkau jauh lebih tabah *feel free 2 remove tag

0 comments:
Post a Comment