Nulis ini kemarin ditemani lagunya eminem Not Afraid ^^V
[Makassar lagi ?!?!??]

Dapat berita dari atasan langsung kawan gw katanya gw dapat surat tugas untuk balik, entah merasa senang shock atau gimana yang jelas bahagia banget. Untuk kedua kalinya dalam sebulan ini Negeri yang amat kucinta ini bahkan lebih dari Negeri tetangga membiayai kepulanganku ketemu bunda tercinta dan orang2 terhebat & terkasih diseberang sana. tiada harap lain hanya ingin sedikit mendapatkan udara yang tidak asing dan jackpot langsung berurutan (what a lucky!). Sekarang mikir ntar gw minta ijin ma pak bos gw gimana yah pas acaranya adek gw *garuk2 kepala.
[LOrong itu]
Kangen banget ama lorong itu dan ibu baik hati yang akan selalu tersenyum disana, menganggapku seperti orang paling baik sedunia (padahal aselinya jahat ^^ maapkan aku..). Ingin sekali melihat senyumannya walaupun hanya sekilas seperti senyuman seorang ibu pada umumnya senyuman yang paling menyejukkan sejagad raya. selain kebaikan hatinya juga racikan masakan yang enaknya juga aku rindukan. Seandainya saja waktu bisa memihak.. *menghela napas mengurut dada..
[Syair untuk Kholis]
Nemu syair yang bagus buat si Kholis Maap syair dalam bahasa jerman:
Punna tena memang tommo cinnamu ri nakke,
Ku karannuang lasanliori nakukku rikau
Bolimi kamma na kuerang simpulara pace nyawaku,
//Jikalau sudah tidak ada lagi rasa sukamu kepadaku,
//Yang kuharapkan untuk mengobati rasa rinduku padamu,
//Biarkanlah kusimpan serta kubawa pergi duka dan sedihku,
Ngapa tannu alle tommo nyawaku,
Na sukku pammarisi’nu ri nakke kodong,
Na lebba mange pa’risikku,
//Mengapa tidak engkau ambil juga nyawaku,
//Supaya cukup sudah engkau menyakitiku,
//Hingga hilanglah rasa sakitnya,
Apamo saba’ na maggiling mamo nyawanu,
Kodima’ kapang ri paccini’nu,
Na allemo maraeng,
Tuna memanga nakke,
//Apa penyebab sehingga engkau berpaling,
//Mungkin sudah jelekkah saya di matamu,
//Hingga engkau mencari yang lainnya,
//Saya memang penuh kekurangan,
Tuna tanja,
Tuna barang-barang kamase…
//Saya ini jelek,
//Saya ini tidak memiliki apa-apa…
[Cerita Rian]
Karakter Rian yang sangat sensitif membuatnya sering dihina oleh rekan-rekannya. Hari demi hari dilewatinya dengan yang kata orang tampang default atau dengan deskripsi paling sederhana bibir yang agak manyun, tanpa senyum dan cemberut disegala sisi wajahnya. Kebiasaanya untuk ngambek selalu terjaga rapi disetiap saat, baik dalam kondisi sepi maupun kondisi ramai, klo bahasa masa kininya atau bahasa gaulnya yah Moodi (moodilempar bisa mooditinju juga boleh apalagi kalo moodicium mending jangan deh..).
Hari ini tampak biasa hingga pukul setengah dua belas, yang seperti biasa menjadi jam untuk makin siang. Alarm perut ternyata yang paling hebat diantara semua alarm yang ada. Hari ini mungkin seperti hari biasa seharusnya, jika bukan karena si bocah dan kholis yang memaksa mengajak makan maka si Rian seperti biasa hanya akan menikmati makan siangnya didepan laptop.
Sedang menikmati makan tiba-tiba ada sesosok penampakan luar biasa lewat dengan indahnya didepan mereka. Seperti biasa si bocah cuek dan tetap berkonsentrasi dengan makanan yang ada didepannya entah karena lapar atau karena kawan mereka yang satu itu emang doyan. Seperti biasa juga si kholis langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan mulai senyum-senyum sendiri dan bertekad bulat mendapatkannya. Tapi si Rian tampak tidak biasa untuk pertama kalinya dalam pertemanan mereka yang hampir seabad lamanya (maap sedikit lebay supaya mendramatisir keadaan ^^) tampak senyum tipis tersungging diwajahnya. Dia seperti menemukan sesuatu yang telah lama dicarinya sesuatu yang menyerupai harta karun yang sudah lama tersimpan di dalam samudera terdalam.
Wanita itu berjalan anggun melewati mereka bak seorang puteri keraton, duapertiga lelaki normal yang ada diruangan itupun tidak ada yang luput melihatnya. Gerak geriknya memperlihatkan kelembutan milik para bangsawan yang tahu bagaimana memposisikan diri, senyumnya bagai matahari yang baru saja membelah mendung, serasa begitu mencerahkan. "Tuhan telah menurunkan Bidadari untukku" kata si Kholis sambil menepuk keras bahu bocah seakan dapat lotere. Bocah berbalik kali ini benar tak dapat berucap apa-apa hanya memandang dan terperangah dengan keindahan khas wanita surgawi. "waah.. keknya kali ini engkau harus megalah padaku kholis!" kata bocah tegas upaya untuk menghentikan kebuasan si kholis pada setiap wanita bening yang beredar disini bahkan di seluruh muka bumi ini mungkin. tiba-tiba terdengar suara rian yang sangat asing terdengar dalam hal seperti ini, memotong diskusi tidak penting kedua rekannya tersebut. "oooohhh tidak bisssaaaa.." memotong dialog yang serta merta membuat kaget kedua rekannya yang tahu betul tabiat sahabat mereka itu.
to be continued.. (mow ngerjain pe-er dolo ^^V)
[Pesan Sponsor]
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba.. mungkinkah dengan ridhaNYA atau hanya mengundang murkaNYA..
Jika benar cinta itu kerana Tuhan maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran TUhan kerana hakikatnya ia berhulu dari Tuhan maka ia pun berhilir hanya kepada Tuhan..
Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah.. berdoalah.. berpuasalah..
Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan dan keikhlasan..
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan.. mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..
Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan.. serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya.. biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..
”Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga .”
Mohon maap klo ada salah,, namanya juga bocah jadi gatau apa2, feel free 2 remove tag.. ^^
[Makassar lagi ?!?!??]

Dapat berita dari atasan langsung kawan gw katanya gw dapat surat tugas untuk balik, entah merasa senang shock atau gimana yang jelas bahagia banget. Untuk kedua kalinya dalam sebulan ini Negeri yang amat kucinta ini bahkan lebih dari Negeri tetangga membiayai kepulanganku ketemu bunda tercinta dan orang2 terhebat & terkasih diseberang sana. tiada harap lain hanya ingin sedikit mendapatkan udara yang tidak asing dan jackpot langsung berurutan (what a lucky!). Sekarang mikir ntar gw minta ijin ma pak bos gw gimana yah pas acaranya adek gw *garuk2 kepala.
[LOrong itu]
Kangen banget ama lorong itu dan ibu baik hati yang akan selalu tersenyum disana, menganggapku seperti orang paling baik sedunia (padahal aselinya jahat ^^ maapkan aku..). Ingin sekali melihat senyumannya walaupun hanya sekilas seperti senyuman seorang ibu pada umumnya senyuman yang paling menyejukkan sejagad raya. selain kebaikan hatinya juga racikan masakan yang enaknya juga aku rindukan. Seandainya saja waktu bisa memihak.. *menghela napas mengurut dada..
[Syair untuk Kholis]
Nemu syair yang bagus buat si Kholis Maap syair dalam bahasa jerman:
Punna tena memang tommo cinnamu ri nakke,
Ku karannuang lasanliori nakukku rikau
Bolimi kamma na kuerang simpulara pace nyawaku,
//Jikalau sudah tidak ada lagi rasa sukamu kepadaku,
//Yang kuharapkan untuk mengobati rasa rinduku padamu,
//Biarkanlah kusimpan serta kubawa pergi duka dan sedihku,
Ngapa tannu alle tommo nyawaku,
Na sukku pammarisi’nu ri nakke kodong,
Na lebba mange pa’risikku,
//Mengapa tidak engkau ambil juga nyawaku,
//Supaya cukup sudah engkau menyakitiku,
//Hingga hilanglah rasa sakitnya,
Apamo saba’ na maggiling mamo nyawanu,
Kodima’ kapang ri paccini’nu,
Na allemo maraeng,
Tuna memanga nakke,
//Apa penyebab sehingga engkau berpaling,
//Mungkin sudah jelekkah saya di matamu,
//Hingga engkau mencari yang lainnya,
//Saya memang penuh kekurangan,
Tuna tanja,
Tuna barang-barang kamase…
//Saya ini jelek,
//Saya ini tidak memiliki apa-apa…
[Cerita Rian]
Karakter Rian yang sangat sensitif membuatnya sering dihina oleh rekan-rekannya. Hari demi hari dilewatinya dengan yang kata orang tampang default atau dengan deskripsi paling sederhana bibir yang agak manyun, tanpa senyum dan cemberut disegala sisi wajahnya. Kebiasaanya untuk ngambek selalu terjaga rapi disetiap saat, baik dalam kondisi sepi maupun kondisi ramai, klo bahasa masa kininya atau bahasa gaulnya yah Moodi (moodilempar bisa mooditinju juga boleh apalagi kalo moodicium mending jangan deh..).
Hari ini tampak biasa hingga pukul setengah dua belas, yang seperti biasa menjadi jam untuk makin siang. Alarm perut ternyata yang paling hebat diantara semua alarm yang ada. Hari ini mungkin seperti hari biasa seharusnya, jika bukan karena si bocah dan kholis yang memaksa mengajak makan maka si Rian seperti biasa hanya akan menikmati makan siangnya didepan laptop.
Sedang menikmati makan tiba-tiba ada sesosok penampakan luar biasa lewat dengan indahnya didepan mereka. Seperti biasa si bocah cuek dan tetap berkonsentrasi dengan makanan yang ada didepannya entah karena lapar atau karena kawan mereka yang satu itu emang doyan. Seperti biasa juga si kholis langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan mulai senyum-senyum sendiri dan bertekad bulat mendapatkannya. Tapi si Rian tampak tidak biasa untuk pertama kalinya dalam pertemanan mereka yang hampir seabad lamanya (maap sedikit lebay supaya mendramatisir keadaan ^^) tampak senyum tipis tersungging diwajahnya. Dia seperti menemukan sesuatu yang telah lama dicarinya sesuatu yang menyerupai harta karun yang sudah lama tersimpan di dalam samudera terdalam.
Wanita itu berjalan anggun melewati mereka bak seorang puteri keraton, duapertiga lelaki normal yang ada diruangan itupun tidak ada yang luput melihatnya. Gerak geriknya memperlihatkan kelembutan milik para bangsawan yang tahu bagaimana memposisikan diri, senyumnya bagai matahari yang baru saja membelah mendung, serasa begitu mencerahkan. "Tuhan telah menurunkan Bidadari untukku" kata si Kholis sambil menepuk keras bahu bocah seakan dapat lotere. Bocah berbalik kali ini benar tak dapat berucap apa-apa hanya memandang dan terperangah dengan keindahan khas wanita surgawi. "waah.. keknya kali ini engkau harus megalah padaku kholis!" kata bocah tegas upaya untuk menghentikan kebuasan si kholis pada setiap wanita bening yang beredar disini bahkan di seluruh muka bumi ini mungkin. tiba-tiba terdengar suara rian yang sangat asing terdengar dalam hal seperti ini, memotong diskusi tidak penting kedua rekannya tersebut. "oooohhh tidak bisssaaaa.." memotong dialog yang serta merta membuat kaget kedua rekannya yang tahu betul tabiat sahabat mereka itu.
to be continued.. (mow ngerjain pe-er dolo ^^V)
[Pesan Sponsor]
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba.. mungkinkah dengan ridhaNYA atau hanya mengundang murkaNYA..
Jika benar cinta itu kerana Tuhan maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran TUhan kerana hakikatnya ia berhulu dari Tuhan maka ia pun berhilir hanya kepada Tuhan..
Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah.. berdoalah.. berpuasalah..
Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan dan keikhlasan..
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan.. mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..
Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan.. serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya.. biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..
”Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga .”
Mohon maap klo ada salah,, namanya juga bocah jadi gatau apa2, feel free 2 remove tag.. ^^

0 comments:
Post a Comment