[Salah satunya ini juga]
Lagi ngetrend nulis dengan penuh bahasa yang aneh, ngeblog semau sekate-kate merangkai kata dan kalimat berupaya supaya lucu. jalan2 ke gramedia nemu entah novel atau cerpen karya anak bangsa yang benar2 mirip klo tidak dibilang identik semuanya kek kambing jantan wanna be (tulisan ini juga keknya wakakakaka..). secara, ternyata nulis itu gak perlu pemahaman bahasa tingkat tinggi seperti jaman dulu, bahasa "loe ngerti gw ngerti" atau "gw paham loe gak urusan loe" jadi trend diperparah lagi penulisan gaya masa kini yang disebut tulisan "4L@y" yang semakin memperparah khasanah bahasa indonesia kita. kemana karya seperti mara rusli atau khairil anwar berada ? ataukah kini bersemayam sudah para ahli permainan bahasa yang indah nan penuh tersirat dibalik bait.
*gw baru nyadar juga ternyata gw gak bisa nyoret cerita bahagia (keknya gw spesialis nyoret kisah kelam ya maap idenya kek gitu)
[Sory typical story again]
"Tok.. tok.. tok.." suara pintu kamarku diketok
"silahkan masuk!" sambil membuka pintu dan ternyata si kholis lagi rupanya
"kenapa lis ?" pura2 tidak mengerti tapi paham betul melihat tampang kholis muram seperti itu pasti akan menjadi cerita patah hati yg menarik *tertawa jahat
"Cah aku masih khawatir tentangnya, kudengar ia sakit disana dan aku benar2 seperti terobsesi akan semua tentangnya sedangkan dia bahkan tidak ingin aku menyapanya" tampak mulai lepas dengan curhatannya..
"trus?" ujarku semakin penasaran
"aku mencoba menghubunginya dan sepertinya dia ingin menghindariku. aku bingung cah aku hanya ingin tetap berteman" menjawab pertanyaanku sambil mengacak2 rambutnya yang seperti sudah sangat cukup teracak menurutku.
"apakah engkau bahagia jika ia bahagia?" ujarku kehilangan kesablenganku seperti biasa tidak ingin menambah perih hatinya dengan ucapan2 afganku.
"sangat" jawabnya cepat, lugas dan terpercaya *kek slogan acara berita d TV
"klo begitu tidak masalah dong bagimu jika ternyata kebahagiaannya adalah engkau tidak ada dalam kehidupannya walaupun hanya sebagai teman karena menurutku dia ingin engkau hilang dari kehidupannya" berusaha menjelaskan dengan cara yang paling masuk logika menurutku *tapi keknya tetap sadis kedengaranya yak? wakakaka.. ya maap gak bakat ngomong yang menetramkan.
"hhhhhhhhhhhhhhh " kholis menghela napas.
"jangan terlalu khawatir dia itu akan tetap dijaga sama Allah, percayalah itu" meyakinkan si kholis dengan rasa khawatirnya yang lebay bahkan sangat akut lebay nya
"btw aku punya produk baru namanya Satu hari Satu Ayat mungkin ini akan membantu" ujarku seperti sales ahli yang menawarkan produk terbaru dan meyakinkan "korbannya" tujuannya supaya ada teman menjadi baik dan sedikit tobat *ketawa jahat
[Satu Hari Satu Ayat]
Baru dengerin Ustadz Yusuf Mansur menebar manfaat dengan cara yang sederhana, kita punya waktu untuk semuanya tapi kenapa kita tidak punya waktu untuk produk satu itu. Jika kita ujian ulangan kita mungkin lupa akan jawabannya bahkan tidak pernah tahu jawabannya, terkadang dengan "cerdasnya" kita membuat contekan agar bisa menjawab ujian tersebut. Tanpa sadar sebenarnya semua permasalahan dan ujian kehidupan kita ini sudah diberikan contekannya dari awal oleh Allah yaitu Al-Qur'an namun kita sering berlari ketempat lain untuk menemukan jawabannya.
Berapa umur kita ? 17 atau 20 thn ? tidak kah kita bosan setiap sholat yang dibaca surah yang itu2 aja dari kecil hanya Qul-Ya-Qul istilah kerennya. Mungkin saat kita melihat tebalnya buku kita keder duluan dan merasa tidak sanggup untuk membacanya, analoginya seperti awal kita olahraga jika kita maksain diri langsung lari 10 km tentu saja pasti langsung capek. Bagaimana jika kita pelan2 hari-perhari hari pertama mungkin datang ke senayan meregangkan kaki trus makan kupat tahu trus pulang (wakakaka.. gw banget), lalu hari kedua meungkin sedikit jalan, ketiga agak lari kecil sebentar, begitu seterusnya setiap hari bulan hingga kemudian akhirnya kita benar2 bisa berlari hingga 10 km. Sama seperti menghapal mari kita mulai dengan satu ayat saja dan harus disiplin satu ayat gak perlu lebih yang penting konsisten seperti olahraga tadi.
Coba renungkan kawan terlalu banyak hal yang kita punya waktu, kita punya waktu untuk ngenet dan social network, punya waktu untuk jalan2, shoping, sleeping dan banyak kegiata lainnya tapi kita tidak punya waktu untuk menghapal. cukup satu ayat perharinya toh tidak akan menhabiskan seluruh waktu.. (kok gw berasa jadi ustadz yak? padahal ini juga menyadurkan perkataan ustadz yusuf doang wakakaka..)
*sengaja nulis ini untuk product knowledge sapa tahu aja ada yang mau join jadi gw ada temannya wakakaka... (doakan berhasil yak?)
[Pesan Sponsor]
ilmu pengetahuan dan kemampuan yang kita miliki dpt membantu kita berpindah ke situasi hidup lebih baik tetapi karakter baiklah yg akan menjaga kita agar tetap di situasi itu.
Seperti kompas yg selalu menunjuk pada satu arah, jika kita memiliki prinsip baik maka kita akan terus menunjuk atau mengikuti jalan yg baik.
tidak peduli kita dulu sempat tersesat atau salah jalan selama kita memiliki kompas maka yakinlah suatu saat kita akan menemukan jalan kebaikan itu. tidak ada yang sempurna bahkan tukang coret inipun tidak pernah sempurna masih banyak kesalahan dan dengan kerendahan hati yang paling rendah memohon maap kalo pernah berkata salah atau berbuat yang menyakiti hati ^^.
Last But not Least..
Di dunia ini memang tdk ada yg gratis... bahkan kebaikan sebiji zarrahpun, Allah akan memberi bayarannya so, mari kita mulai hari ini dan setiap harinya dgn kebaikan ^^
Lagi ngetrend nulis dengan penuh bahasa yang aneh, ngeblog semau sekate-kate merangkai kata dan kalimat berupaya supaya lucu. jalan2 ke gramedia nemu entah novel atau cerpen karya anak bangsa yang benar2 mirip klo tidak dibilang identik semuanya kek kambing jantan wanna be (tulisan ini juga keknya wakakakaka..). secara, ternyata nulis itu gak perlu pemahaman bahasa tingkat tinggi seperti jaman dulu, bahasa "loe ngerti gw ngerti" atau "gw paham loe gak urusan loe" jadi trend diperparah lagi penulisan gaya masa kini yang disebut tulisan "4L@y" yang semakin memperparah khasanah bahasa indonesia kita. kemana karya seperti mara rusli atau khairil anwar berada ? ataukah kini bersemayam sudah para ahli permainan bahasa yang indah nan penuh tersirat dibalik bait.
*gw baru nyadar juga ternyata gw gak bisa nyoret cerita bahagia (keknya gw spesialis nyoret kisah kelam ya maap idenya kek gitu)
[Sory typical story again]
"Tok.. tok.. tok.." suara pintu kamarku diketok
"silahkan masuk!" sambil membuka pintu dan ternyata si kholis lagi rupanya
"kenapa lis ?" pura2 tidak mengerti tapi paham betul melihat tampang kholis muram seperti itu pasti akan menjadi cerita patah hati yg menarik *tertawa jahat
"Cah aku masih khawatir tentangnya, kudengar ia sakit disana dan aku benar2 seperti terobsesi akan semua tentangnya sedangkan dia bahkan tidak ingin aku menyapanya" tampak mulai lepas dengan curhatannya..
"trus?" ujarku semakin penasaran
"aku mencoba menghubunginya dan sepertinya dia ingin menghindariku. aku bingung cah aku hanya ingin tetap berteman" menjawab pertanyaanku sambil mengacak2 rambutnya yang seperti sudah sangat cukup teracak menurutku.
"apakah engkau bahagia jika ia bahagia?" ujarku kehilangan kesablenganku seperti biasa tidak ingin menambah perih hatinya dengan ucapan2 afganku.
"sangat" jawabnya cepat, lugas dan terpercaya *kek slogan acara berita d TV
"klo begitu tidak masalah dong bagimu jika ternyata kebahagiaannya adalah engkau tidak ada dalam kehidupannya walaupun hanya sebagai teman karena menurutku dia ingin engkau hilang dari kehidupannya" berusaha menjelaskan dengan cara yang paling masuk logika menurutku *tapi keknya tetap sadis kedengaranya yak? wakakaka.. ya maap gak bakat ngomong yang menetramkan.
"hhhhhhhhhhhhhhh " kholis menghela napas.
"jangan terlalu khawatir dia itu akan tetap dijaga sama Allah, percayalah itu" meyakinkan si kholis dengan rasa khawatirnya yang lebay bahkan sangat akut lebay nya
"btw aku punya produk baru namanya Satu hari Satu Ayat mungkin ini akan membantu" ujarku seperti sales ahli yang menawarkan produk terbaru dan meyakinkan "korbannya" tujuannya supaya ada teman menjadi baik dan sedikit tobat *ketawa jahat
[Satu Hari Satu Ayat]
Baru dengerin Ustadz Yusuf Mansur menebar manfaat dengan cara yang sederhana, kita punya waktu untuk semuanya tapi kenapa kita tidak punya waktu untuk produk satu itu. Jika kita ujian ulangan kita mungkin lupa akan jawabannya bahkan tidak pernah tahu jawabannya, terkadang dengan "cerdasnya" kita membuat contekan agar bisa menjawab ujian tersebut. Tanpa sadar sebenarnya semua permasalahan dan ujian kehidupan kita ini sudah diberikan contekannya dari awal oleh Allah yaitu Al-Qur'an namun kita sering berlari ketempat lain untuk menemukan jawabannya.
Berapa umur kita ? 17 atau 20 thn ? tidak kah kita bosan setiap sholat yang dibaca surah yang itu2 aja dari kecil hanya Qul-Ya-Qul istilah kerennya. Mungkin saat kita melihat tebalnya buku kita keder duluan dan merasa tidak sanggup untuk membacanya, analoginya seperti awal kita olahraga jika kita maksain diri langsung lari 10 km tentu saja pasti langsung capek. Bagaimana jika kita pelan2 hari-perhari hari pertama mungkin datang ke senayan meregangkan kaki trus makan kupat tahu trus pulang (wakakaka.. gw banget), lalu hari kedua meungkin sedikit jalan, ketiga agak lari kecil sebentar, begitu seterusnya setiap hari bulan hingga kemudian akhirnya kita benar2 bisa berlari hingga 10 km. Sama seperti menghapal mari kita mulai dengan satu ayat saja dan harus disiplin satu ayat gak perlu lebih yang penting konsisten seperti olahraga tadi.
Coba renungkan kawan terlalu banyak hal yang kita punya waktu, kita punya waktu untuk ngenet dan social network, punya waktu untuk jalan2, shoping, sleeping dan banyak kegiata lainnya tapi kita tidak punya waktu untuk menghapal. cukup satu ayat perharinya toh tidak akan menhabiskan seluruh waktu.. (kok gw berasa jadi ustadz yak? padahal ini juga menyadurkan perkataan ustadz yusuf doang wakakaka..)
*sengaja nulis ini untuk product knowledge sapa tahu aja ada yang mau join jadi gw ada temannya wakakaka... (doakan berhasil yak?)
[Pesan Sponsor]
ilmu pengetahuan dan kemampuan yang kita miliki dpt membantu kita berpindah ke situasi hidup lebih baik tetapi karakter baiklah yg akan menjaga kita agar tetap di situasi itu.
Seperti kompas yg selalu menunjuk pada satu arah, jika kita memiliki prinsip baik maka kita akan terus menunjuk atau mengikuti jalan yg baik.
tidak peduli kita dulu sempat tersesat atau salah jalan selama kita memiliki kompas maka yakinlah suatu saat kita akan menemukan jalan kebaikan itu. tidak ada yang sempurna bahkan tukang coret inipun tidak pernah sempurna masih banyak kesalahan dan dengan kerendahan hati yang paling rendah memohon maap kalo pernah berkata salah atau berbuat yang menyakiti hati ^^.
Last But not Least..
Di dunia ini memang tdk ada yg gratis... bahkan kebaikan sebiji zarrahpun, Allah akan memberi bayarannya so, mari kita mulai hari ini dan setiap harinya dgn kebaikan ^^

0 comments:
Post a Comment